Waspada masalah kesehatan saat traveling

LIBUR Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momentum favorit masyarakat untuk bepergian. Namun, perjalanan panjang dan perubahan rutinitas menyimpan risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari kecemasan sebelum berangkat hingga gangguan tidur setelah tiba di tempat tujuan, pelancong perlu mewaspadai berbagai potensi masalah kesehatan selama musim liburan. Berikut beberapa potensi masalah kesehatan yang bisa dialami para wisatawan selama liburan.
1. Kecemasan dan Kondisi Medis Sebelum Perjalanan
Perjalanan kerap mengganggu rutinitas harian dan menempatkan seseorang pada situasi yang tidak terduga. Kondisi ini dapat memicu kecemasan, bahkan sebelum perjalanan dimulai. Takut terbang, ketakutan berada di ruang sempit, hingga kekhawatiran kondisi medis memburuk selama perjalanan menjadi sumber kecemasan yang umum dialami.
Kecemasan berlebih juga dapat memicu gangguan tidur dan memperparah jet lag. Dalam beberapa kasus, seseorang dapat mengalami hiperventilasi dengan gejala nyeri dada, sesak napas, kejang otot, hingga kesemutan di lengan dan sekitar mulut. Kehadiran pendamping perjalanan yang berpengalaman dinilai dapat membantu meredakan kecemasan tersebut.
Selain faktor psikologis, kondisi medis tertentu memerlukan perhatian khusus sebelum bepergian. Penderita penyakit jantung, gangguan paru-paru, diabetes, dan kondisi kronis lainnya disarankan berkonsultasi dengan dokter, terutama jika perjalanan melibatkan dataran tinggi atau aktivitas yang menimbulkan stres fisik. Hal serupa juga berlaku bagi perempuan hamil, khususnya yang mendekati waktu persalinan.
2. Mabuk Perjalanan dan Risiko Gumpalan Darah
Selama perjalanan, sejumlah gangguan kesehatan dapat muncul. Mabuk perjalanan menjadi salah satu keluhan yang paling sering terjadi, baik saat bepergian dengan mobil, kereta, pesawat, maupun kapal laut. Gejalanya meliputi mual, muntah, pusing, dan keringat berlebih.
Untuk mengurangi risiko mabuk perjalanan, pelancong disarankan membatasi konsumsi makanan berat dan alkohol, memusatkan pandangan pada objek yang diam atau cakrawala, serta memastikan sirkulasi udara yang baik. Obat-obatan tertentu dapat membantu, meski berpotensi menimbulkan efek samping.
Masalah lain yang tak kalah serius adalah risiko pembekuan darah akibat duduk terlalu lama selama perjalanan. Gumpalan darah dapat terbentuk di pembuluh darah kaki atau panggul. Dalam kondisi tertentu, gumpalan itu bisa berpindah ke paru-paru yang dikenal sebagai emboli paru. Gejalanya bervariasi, mulai dari kram, pembengkakan, hingga perubahan warna pada betis dan kaki.
Risiko ini dapat ditekan dengan sering mengubah posisi duduk, menggerakkan dan meluruskan kaki secara berkala, mencukupi asupan cairan, serta berjalan dan melakukan peregangan setiap satu hingga dua jam.
3. Ancaman Infeksi Selama Liburan
Kekhawatiran lain bagi pelancong adalah risiko tertular penyakit menular selama perjalanan. Tak sedikit orang yang khawatir membawa pulang flu atau infeksi lain setelah liburan, terutama saat berkumpul bersama keluarga.
Meski penyebaran infeksi di pesawat atau kapal pesiar kerap menjadi sorotan, kasusnya relatif jarang terjadi. Namun, penyakit seperti influenza dan diare pelancong tetap perlu diwaspadai. Pelancong disarankan memastikan imunisasi dalam kondisi lengkap serta rutin mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol untuk menekan risiko penularan.
4. Jet Lag Setelah Tiba di Tujuan
Gangguan tidur atau jet lag umum dialami wisatawan yang melintasi lebih dari tiga zona waktu dalam waktu singkat, terutama melalui perjalanan udara. Kondisi ini jarang terjadi pada perjalanan darat atau laut karena tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.
Gejala jet lag meliputi kelelahan, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, insomnia, hingga perubahan suasana hati. Pelancong yang menuju ke arah barat cenderung bangun lebih pagi dari waktu setempat, sementara perjalanan ke arah timur membuat seseorang sulit tidur lebih awal. Paparan sinar matahari pagi dan menghindari tidur siang dapat membantu tubuh beradaptasi lebih cepat.
Perencanaan Jadi Kunci Menjaga Kesehatan
Menjaga kesehatan selama libur Nataru sejatinya dimulai dari perencanaan yang matang. Pelancong disarankan membawa salinan dokumen medis penting, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan kesehatan dasar untuk mengantisipasi gangguan selama perjalanan.
Perencanaan sejak dini dinilai menjadi langkah penting agar liburan tetap aman, nyaman, dan bebas dari masalah kesehatan yang tidak diinginkan.
NUR NADIAH ISLAMIYAH | BERBAGAI SUMBER
Posting Komentar untuk "Waspada masalah kesehatan saat traveling"
Posting Komentar