Postingan

Menampilkan postingan dengan label konservasi

Bandung Zoo soal satwa yang dilaporkan stres: butuh dana

Gambar
PENGELOLA Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo menanggapi dugaan stres pada satwa koleksi terutama yang berstatus dilindungi seperti gajah dan orang utan. Menurut juru bicaranya, Sulhan Syafi’i, upaya maksimal telah dilakukan agar perilaku satwa tetap seperti di alam liar. “Untuk mencapai tingkat ideal itu memang butuh dana karena perlu rekayasa,” katanya, Kamis 22 Januari 2026. Dari sebuah seminar internasional yang pernah diikuti soal kandang gajah yang ideal di kebun binatang, Sulhan mengatakan, pembangunannya memerlukan banyak dana. Pengayaan ( enrichment ) pemberian makan misalnya dibuat saluran-saluran agar gajah bisa mendapatkan makanan seperti pisang, rumput, yang tidak menerus pada suatu tempat melainkan berganti lokasi setiap hari. Sementara Bandung Zoo, menurutnya, baru bisa melakukan pemberian makan di tempat berbeda dengan cara sederhana. “Memang kondisi yang terbatas ini belum maksimal,” ujar Sulhan. Selain itu gajah di hutan harus berjalan minimal 20 kilometer per h...

Food recycle jadi solusi hijau, Taman Satwa Cikembulan perkuat konservasi bersama Super Indo

Gambar
PR Garut – Taman Satwa Cikembulan menjalin kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Super Indo melalui gerainya yang berlokasi di Garut. Kerja sama tersebut difokuskan pada dukungan di bidang sustainability melalui program Food Recycle berupa bantuan pakan satwa dalam bentuk buah dan sayuran segar. Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi langkah positif dalam mendukung keberlangsungan perawatan dan kesejahteraan satwa yang ada di Cikembulan. “Melalui kerja sama ini, Super Indo memberikan dukungan pakan berupa buah dan sayuran yang sangat dibutuhkan untuk konsumsi satwa di Taman Satwa Cikembulan.

Penertiban hutan digencarkan! Pemerintah berhasil selamatkan Rp 6 T dan kuasai kembali 4 juta hektare

Gambar
BERITA KBB — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) berhasil menyelamatkan uang negara sebesar lebih dari Rp6 triliun. Satgas yang dibentuk Presiden RI Prabowo Subianto pada awal 2025 ini pun berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas 4.081.560,58 hektare. Dari lahan tersebut, Satgas PKH akan menyerahkan kembali kawasan hutan tahap V seluas 896.969,143 hektare, yang merupakan perkebunan kelapa sawit. Lahan tersebut diserahkan ke Kementerian Keuangan, selanjutnya ke Danantara, dan kemudian diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara seluas 240.575,38 hektare. "(Lahan) berasal dari 124 subjek hukum dan tersebar di enam provinsi,” kata Jaksa Agung ST Burhanudin, yang merupakan bagian dari Satgas PKH, saat konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12). Adapun lahan kawasan hutan konservasi seluas 688.427 hektare diserahkan kepada Kementerian Kehutanan. Satgas meminta lahan yang tersebar di sembilan provinsi tersebut untuk dipulihkan kembali. ...

Sisa noda jadi masalah besar, edukasi pemilahan sampah ini penting untuk daur ulang yang berkualitas

Gambar
menggapaiasa.com Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus didorong, namun praktik di lapangan masih kerap menemui kendala. Salah satu persoalan yang sering luput diperhatikan adalah kebiasaan membuang sampah plastik dalam kondisi masih bernoda. Padahal, sisa saus, minyak, kuah, atau cairan berbau yang menempel bisa berdampak besar pada proses daur ulang. Dilansir dari laman Instagram green generation yang beredar menunjukkan bahwa noda kecil pada sampah plastik berpotensi menjadi pembawa malapetaka dalam sistem daur ulang. Ketika sampah plastik yang masih kotor masuk ke tahap pemanasan, sisa kotoran tersebut dapat meleleh dan menyatu dengan sampah lain. Akibatnya, kualitas bahan daur ulang menurun secara drastis atau bahkan gagal diproses. Dalam panduan yang disampaikan, masyarakat tidak dituntut mencuci sampah hingga benar-benar bersih. Cukup menggunakan sedikit sisa air minum untuk menghilangkan lengket atau kotoran yang menempel. Langkah sederhana ini dinilai ja...

Hari monyet sedunia: Bukan sekadar lelucon, panggilan darurat untuk primata Sumatera saat musibah ekologis

Gambar
JURNAL GAYA - 14 Desember diperingati sebagai Hari Monyet Sedunia atau World Monkey Day yang memiliki makna mendalam. Meskipun awalnya dicetuskan pada tahun 2000 sebagai lelucon ringan oleh sepasang mahasiswa seni, Casey Sorrow dan Eric Millikin, peringatan Hari Monyet Sedunia kini telah bertransformasi menjadi sebuah gerakan global yang penting. Tujuan Hari Monyet Sedunia adalah meningkatkan kesadaran publik mengenai konservasi monyet, kera, dan semua primata lainnya, serta menyoroti ancaman yang mereka hadapi di alam liar. Di Indonesia, peringatan ini memiliki resonansi yang sangat kuat, terutama ketika kita menoleh pada kondisi lingkungan dan satwa di Pulau Sumatera yang belakangan ini kerap dilanda berbagai musibah, mulai dari bencana alam hingga krisis ekologis yang dipicu oleh aktivitas manusia. Primata Sumatera: Korban Tak Terlihat di Tengah Bencana Sumatera adalah rumah bagi sejumlah spesies primata yang sangat karismatik dan unik di dunia, seperti Orang Utan Sumatera (Po...

Alasan Peringatan Hari Pohon Zaitun Sedunia

Gambar
SEJAK ribuan tahun lalu, pohon zaitun dikenal sebagai simbol kedamaian, kebijaksanaan, dan harmoni yang dihormati banyak peradaban. Nilai filosofis dan sejarahnya membuat pohon ini memiliki makna penting, bukan hanya bagi negara-negara tempat pohon ini tumbuh, tetapi juga bagi berbagai komunitas di seluruh dunia. Hingga kini, pohon zaitun tetap menjadi ikon universal yang menginspirasi kehidupan damai dan hubungan yang selaras antar manusia. Dilansir dari laman Konvensi Warisan Dunia UNESCO setiap tanggal 26 November diperingati sebagai hari pohon zaitun sedunia. Penetapan tanggal tersebut diumumkan pada sidang ke-40 Konferensi Umum UNESCO tahun 2019. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya pohon zaitun bagi budaya, perdamaian, dan keberlanjutan lingkungan. Perlindungan warisan budaya dan alam, termasuk lanskap, merupakan inti dari misi UNESCO, dan memperingati Hari Pohon Zaitun Sedunia memperkuat upaya keberlanjutan lingkungan. Perayaan Hari ...

Solusi Lindungi Bunga Langka seperti Rafflesia hasseltii Menurut Pakar

Gambar
menggapaiasa.com Status konservasi bunga Rafflesia hasseltii yang sangat mengkhawatirkan ( Critical Endangered ) menuntut tindakan konservasi yang segera dan terstruktur. Ancaman terbesar terhadap kelangsungan hidup puspa langka ini bukan hanya rendahnya populasi, melainkan juga masalah status kepemilikan lahan yang rumit. Untuk menjamin kelangsungan hidup bunga dengan populasi yang terancam punah, para ahli menekankan perlunya strategi konservasi Rafflesia lahan privat yang melibatkan akuisisi lahan oleh pemerintah. Menurut Profesor Agus Susatya, peneliti Rafflesia sekaligus Guru Besar Universitas Bengkulu, Rafflesia hasseltii berada dalam status kritis. "Ini karena populasinya kecil dan mortalitas tinggi, sehingga dia kalau enggak ada proteksi, dia akan punah," kata Agus dihubungi menggapaiasa.com, Kamis (20/11/2025).   Tiga Pilar Perlindungan In Situ Prof. Agus Susatya menegaskan bahwa intervensi terbaik adalah melalui upaya perlindungan in situ Rafflesia, yang ...

Tanggal 5 November Sebagai Momentum Pelestarian Alam, Menelisik Makna Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Gambar
menggapaiasa.com Pada tanggal 5 November setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) sebagai pengingat pentingnya cinta dan pelestarian terhadap flora dan fauna nusantara. Peringatan ini menjadi titik fokus bagi masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran kolektif bahwa kekayaan hayati adalah aset bangsa yang harus dijaga. Peringatan HCPSN sendiri telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 pada tahun 1993. Tujuan utama ditetapkan agar masyarakat semakin menyadari peran penting tumbuhan dan hewan dalam kehidupan manusia serta tanggung jawab dalam melindungi keberlanjutan ekosistem. Sebagaimana disampaikan dalam salah satu sumber, “Hari ini mengingatkan kita bahwa melindungi lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu untuk generasi mendatang.” Sejarah Langkah penetapan HCPSN didorong oleh kondisi saat itu berupa ancaman nyata terhadap flora dan fauna melalui perburuan liar, pe...

Komisi IV DPR RI Dorong Sinergi Konservasi dan Kesejahteraan di Raja Ampat

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID, RAJA AMPAT - Komisi IV DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) Reses di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan ini merupakan hari kedua rangkaian reses, yang hari sebelumnya dilakukan kunjungan di Kabupaten Sorong. Kabupaten Raja Ampat merupakan wilayah kepulauan dengan sekitar 2.009 pulau, namun hanya sekitar 76 pulau yang berpenghuni, sementara sisanya masih belum berpenduduk. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan inseminasi buatan (IB) dua ekor sapi betina, yang disaksikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI beserta rombongan sebagai bagian dari agenda lapangan di sektor peternakan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI berharap kunjungan kerja ini dapat memberikan solusi yang terbaik untuk pembangunan Prov. Papua Barat Daya, khususnya Kabupaten Raja Ampat.    Komisi IV DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) Reses di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. - (istimewa)...

Perhutani Bandung Utara dan LMDH Tingkatkan Produksi Getah Pinus 2025, ini harapannya

Gambar
PR JABAR – Dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara memperkuat sinergi dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Langkah ini dilakukan melalui kegiatan pengecekan lapangan penyadapan getah pinus di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang, kemarin. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Administratur KPH Bandung Utara, Dedy SJ Mulyanto, bersama tim LMDH Lembah Harapan Jaya dan LMDH Layung Wana Lestari. Lokasi pengecekan meliputi kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lembang dan RPH Cisarua, yang menjadi sentra produksi getah pinus di wilayah Bandung Utara. Selain memantau aktivitas penyadapan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai patroli keamanan hutan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur, menjaga kelestarian pohon pinus, serta mencegah pencurian atau gangguan keamanan lainnya. Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Dedy SJ Mulyanto, menegaskan...

Rampung, Fase Pertama Penanaman 1.000 Pohon Bakau untuk Kembalikan Kawasan Pesisir Asri

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID, TANGERANG -- AEON Environmental Foundation (AEF) mengadakan "Penanaman Pohon Tangerang" fase pertama di Taman Mangrove Ketapang, Tangerang, Banten, Indonesia. Kegiatan penanaman 1.000 pohon bakau yang dilakukan oleh 200 sukarelawan Indonesia ini, menjadi momentum bagi masyarakat untuk dapat ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga kehidupan generasi mendatang. "Penanaman Pohon Tangerang" diawali secara simbolis pada Sabtu (19/7/2025) pagi oleh Nishihara Kensaku selaku perwakilan dari AEON Environmental Foundation, Soma Atmaja (Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang), Inge Retnowati (Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), dan Mely Salim (perwakilan Emil Salim Institute). "AEF adalah organisasi swasta pertama di Jepang yang memfokuskan diri pada hal penanganan isu-isu lingkungan global. Sejak berdiri hingga saat ini, AEF telah bekerja sama denga...

Cara Tradisional Simpan Buah di Tanah Liat, Tetap Segar dan Tahan Lama

PR JATENG - Begini metode unik yang digunakan petani di pedesaan Irak untuk menyimpan buah delima dalam jangka panjang. Dirangkum berbagai sumber, mereka menggunakan cara tradisional dengan memasukkan buah segar ke dalam wadah yang terbuat dari tanah liat. Lalu menutupnya rapat dan menyimpannya di tempat yang sejuk dan teduh. Tanah liat berfungsi sebagai pelindung alami yang menjaga kelembapan dan mengisolasi buah dari paparan udara panas serta mikroorganisme penyebab pembusukan. Dalam beberapa kasus, pot tanah liat juga dikubur sebagian dalam tanah untuk menjaga suhu tetap stabil. Metode itu memungkinkan buah delima tetap segar hingga berbulan-bulan, bahkan melewati musim panen berikutnya, tanpa memerlukan bahan pengawet atau listrik. Saat ingin digunakan, mereka cukup memecahkan atau membuka penutup dari tanah liat yang sudah mengeras secara perlahan. Hasilnya, buah tetap terlihat segar walaupun telah disimpan dalam waktu lama.***