Postingan

Menampilkan postingan dengan label emisi karbon

Cegah kerak karbon numpuk di throttle body mobil, ini jadwal servisnya

Gambar
menggapaiasa.com Seperti yang kita ketahui, salah satu musuh utama mesin mobil yakni kerak karbon. Kerak karbon bisa terbentuk dari endapan atau residu dari bahan bakar. Akumulasi dari kerak karbon seperti di bagian throttle body (TB) bisa membuat tenaga mesin terkoreksi. Hal ini disampaikan oleh Sugiyanto dari bengkel Auto Clinic di Harapan Indah, Bekasi. "Kerak karbon yang dibiarkan menumpuk bisa membuat tenaga mesin turun dan juga boros bahan bakar," buka Sugiyanto. Menghindari kerak karbon yang menempel di bagian throttle body ini maka perlu dibersihkan secara berkala. "Ya maksimal setiap 20.000 kilometer bersihkan throttle body, biasanya sudah banyak tuh menempel juga di bagian intake manifold," tambahnya. Membersihkan komponen ini harus dilakukan dengan baik dan benar agar tidak terjadi kesalahan. Menghilangkan kerak karbon ini bisa dengan cairan cleaner khusus dan bensin. "Cuci dengan bensin dan semprotkan cleaner untuk menghilangkan kerak karb...

Menangkap momentum pasar karbon global untuk Indonesia emas 2045

Gambar
Selama seperempat abad terakhir, perekonomian Indonesia terjebak dalam pertumbuhan sekitar 5%—level yang tidak cukup untuk melompat dari status middle-income country . Ketergantungan pada sektor bernilai tambah rendah dan produktivitas yang terbatas menjadi akar masalah.  Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan menuju 6-8% dalam lima tahun mendatang, sekaligus menghindari risiko “transisi setengah jalan” dengan inisiatif yang terfragmentasi tanpa koordinasi nasional. Dalam konteks ini, carbon finance bukan sebagai alternatif, melainkan sebagai instrumen strategis yang mampu mengakselerasi transisi hijau sekaligus menjadi mesin pertumbuhan baru. Akselerasi Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan Pada hakikatnya, carbon finance adalah terobosan paradigma ekonomi yang mengubah konservasi lingkungan dan pengurangan emisi menjadi aset keuangan yang likuid. Mekanisme ini memberikan nilai moneter pada setiap ton karbon dioksida yang berhasil dicegah atau diserap...

Jejak Karbon Digital: Dampak Lingkungan dari Gaya Hidup Serba Online

Gambar
Hampir setiap aktivitas harian kini terhubung dengan internet. Bangun tidur memeriksa notifikasi, bekerja lewat rapat daring, menonton streaming di malam hari, hingga menyimpan ribuan foto di cloud. Semua terasa praktis dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan kertas atau kendaraan fisik. Namun, di balik kemudahan itu, ada jejak tak kasatmata yang jarang disadari: jejak karbon digital. Setiap klik, unggahan, dan tayangan video membutuhkan energi besar untuk memproses dan menyimpan data. Energi tersebut sebagian besar masih berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil. Artinya, aktivitas digital kita tetap berkontribusi pada emisi karbon global dan perubahan iklim. Apa Itu Jejak Karbon Digital? Jejak karbon digital adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari penggunaan teknologi digital. Mulai dari produksi perangkat elektronik, konsumsi listrik saat pengoperasian, hingga energi yang digunakan pusat data (data center) dan jaringan internet. Saat kita mengirim email, da...

Potensi Perdagangan Kredit Karbon RI Capai 13,4 Miliar Ton

Gambar
menggapaiasa.com, JAKARTA — Potensi total kredit karbon Indonesia yang dapat diperdagangkan mencapai 13,4 miliar ton karbon dioksida (CO2) hingga 2050. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan nilai ekonomi dari potensi tersebut bisa mencapai Rp41,7 triliun hingga Rp127,98 triliun per tahun, bergantung pada harga karbon di pasar global. "Kalau ini (kredit karbon) diperdagangkan di US$5 per ton CO2, dengan potensi itu maka akan ada nilai ekonomi sekitar Rp41,7 triliun per tahun. Kalau kita buat angka yang lebih tinggi, di 15 dolar AS per ton, maka nilainya bisa mencapai Rp127,98 triliun," ujarnya dilansir Antara, Sabtu (25/10/2025).  Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional. Aturan ini jadi dasar ekonomi karbon Indonesia agar mencapai target komitmen iklim global atau  Nationally Determined Contributio...

Potensi Perdanganan Kredit Karbon RI Capai 13,4 Miliar Ton

Gambar
menggapaiasa.com, JAKARTA — Potensi total kredit karbon Indonesia yang dapat diperdagangkan mencapai 13,4 miliar ton karbon dioksida (CO2) hingga 2050. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan nilai ekonomi dari potensi tersebut bisa mencapai Rp41,7 triliun hingga Rp127,98 triliun per tahun, bergantung pada harga karbon di pasar global. "Kalau ini (kredit karbon) diperdagangkan di US$5 per ton CO2, dengan potensi itu maka akan ada nilai ekonomi sekitar Rp41,7 triliun per tahun. Kalau kita buat angka yang lebih tinggi, di 15 dolar AS per ton, maka nilainya bisa mencapai Rp127,98 triliun," ujarnya dilansir Antara, Sabtu (25/10/2025).  Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional. Aturan ini jadi dasar ekonomi karbon Indonesia agar mencapai target komitmen iklim global atau  Nationally Determined Contributio...