Postingan

Menampilkan postingan dengan label konservasi alam

Hubungan deforestasi dengan penyebaran penyakit zoonosis

Gambar
Hutan sering kita anggap sebagai paru-paru dunia atau rumah bagi satwa liar. Padahal, peran hutan jauh lebih besar dari itu. Hutan juga berfungsi sebagai “benteng alami” yang melindungi manusia dari berbagai penyakit berbahaya. Ketika hutan masih utuh, interaksi antara manusia dan satwa liar tetap seimbang dan terkendali. Namun, ketika hutan mulai ditebang secara besar-besaran, keseimbangan ini pun runtuh. Dalam beberapa dekade terakhir, semakin banyak penyakit menular yang berasal dari hewan atau dikenal sebagai zoonosis. Fakta mengejutkannya, deforestasi atau penggundulan hutan menjadi salah satu pemicu utamanya. Saat habitat alami hewan rusak, manusia dan satwa liar terpaksa hidup lebih dekat, membuka jalan bagi virus dan bakteri untuk loncat dari hewan ke manusia. Di sini, kita akan mengeksplorasi lebih dalam hubungan antara deforestasi dengan penyebaran penyakit zoonosis. 1. Bagaimana deforestasi meningkatkan risiko penyakit zoonosis Deforestasi menghancurkan rumah alami berbaga...

Solusi Lindungi Bunga Langka seperti Rafflesia hasseltii Menurut Pakar

Gambar
menggapaiasa.com Status konservasi bunga Rafflesia hasseltii yang sangat mengkhawatirkan ( Critical Endangered ) menuntut tindakan konservasi yang segera dan terstruktur. Ancaman terbesar terhadap kelangsungan hidup puspa langka ini bukan hanya rendahnya populasi, melainkan juga masalah status kepemilikan lahan yang rumit. Untuk menjamin kelangsungan hidup bunga dengan populasi yang terancam punah, para ahli menekankan perlunya strategi konservasi Rafflesia lahan privat yang melibatkan akuisisi lahan oleh pemerintah. Menurut Profesor Agus Susatya, peneliti Rafflesia sekaligus Guru Besar Universitas Bengkulu, Rafflesia hasseltii berada dalam status kritis. "Ini karena populasinya kecil dan mortalitas tinggi, sehingga dia kalau enggak ada proteksi, dia akan punah," kata Agus dihubungi menggapaiasa.com, Kamis (20/11/2025).   Tiga Pilar Perlindungan In Situ Prof. Agus Susatya menegaskan bahwa intervensi terbaik adalah melalui upaya perlindungan in situ Rafflesia, yang ...