Postingan

Menampilkan postingan dengan label kasus pembunuhan

ART di Medan buang mayat bayi, 7 bulan sembunyikan kehamilan dari majikan

Gambar
menggapaiasa.com, MEDAN - Kasus pembuangan jasad bayi yang ditemukan di area belakang rumah salah satu komplek, di Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur, Selasa (10/2/2026) kemarin terungkap. Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Medan Timur Kompol Agus M Butarbutar, dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan pelaku pembuangan bayi malang itu ialah Siti Aisyah.  "Dari penyelidikan yang kita lakukan, kita dapatkan pelaku yaitu ibu dari bayi ini yang bernama Siti Aisyah," ujar Agus, Rabu (11/2/2026).  Dijelaskan Agus, Siti diketahui merupakan ibu bayi tersebut dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di komplek tersebut. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Agus menjelaskan jika berdasarkan penuturan pelaku ia sudah bekerja di rumah Mulyono sejak bulan Juli 2025 lalu.  "Keterangan dari pemilik rumah, dia (pelaku) sudah bekerja sejak dari bulan tujuh," katanya.  Namun, selama sekitar tujuh bulan bekerja sebagai ART di komplek tersebut Siti diketahu...

Susno Duadji sebut kemungkinan penyebab anak Maman Suherman tewas meski tak ada barang hilang

Gambar
Ringkasan Berita: Tidak ada barang berharga yang hilang, Susno Duadji menilai motif pembunuhan mengarah pada upaya menyakiti keluarga korban, bukan perampokan. Pelaku belum tentu orang dalam rumah; kemungkinan orang luar masuk karena kelalaian keamanan masih terbuka. Polisi masih menyelidiki motif dan pelaku, menunggu hasil autopsi, serta mengandalkan bukti saintifik seperti sidik jari, DNA, dan jejak digital.   menggapaiasa.com, CILEGON - Kasus tewasnya MAHM (9), anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, Maman Suherman, sudah hampir sepekan. Namun hingga kini polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuh korban.  Sempat dianggap perampokan, tidak adanya benda hilang membuat kasus ini dianggap sebagai kasus pembunuhan. Motif peristiwa yang menjadi latar belakang pembunuhan semakin berkembang di masyarakat. Kasus ini juga memantik respons dari eks Kabareskrim, Komjen (purn) Susno Djuadi. Tidak Ada Barang Hilang, Motif Perampokan Diragukan Susno Duadji...

Dugaan pembunuhan Prada Yansen Yonif 744 mengerucut, gubuk yang diduga tempat eksekusi ditemukan

Gambar
MEDIA KUPANG - Kasus kematian Prada Yenjelmus Valeri Vatman alias Prada Yansen anggota TNI Yonif 744 SYB pada 15 September 2024 lalu di Baukoek Kabupaten Belu seolah semakin mengerucut pada dugaan pembunuhan bukan akibat Laka Lantas. Dugaan kuat pembunuhan Prada Yansen ini disebut semakin mengerut bukan saja karena kejanggalan kematiannya tetapi dengan ditemukan sebuah gubuk yang diduga tempat mengeksekusi korban Yansen. Gubuk tersebut telah ditemukan oleh Ribka yang adalah kuasa hukum almarhum Prada Yansen setelah melakukan investigasi. Ribka adalah juga pengacara keluarga Prada Lucky Namo yang tewas akibat dianiaya seniornya dan kasusnya sedang bergulir di Pengadilan Militer Kupang. Sukses untuk Ibu Ribka dan Tim yang telah menemukan gubuk yang diduga tempat Prada Yansen dibunuh Sebuah investigasi super cepat yang patut diapresiasi. Semoga dengan penemuan gubuk ini, pelakunya bisa terungkap. Keluarga almarhum Prada Yansen mendapatkan harapan besar dari Ibu Ribka dan Tim atas ter...

Kakak Aniaya Adik hingga Tewas di Makassar, Pelaku Disebut Sering Kasar ke Ibu

Gambar
MAKASSAR, menggapaiasa.com - Seorang pria berinisial AH (22) tewas bersimbah darah usai dianiaya menggunakan senjata tajam oleh kakak kandungnya sendiri, berinisial AI (30). Sebelum kejadian, antara AH dan AI juga sempat terlibat cekcok. Pelaku juga disebut sering berperilaku kasar ke ibu hanya karena masalah sepele. Sementara ini, polisi masih mendalami motif pasti pelaku melakukan penganiayaan. Peristiwa pada Senin (1/12/2025) pagi itu terjadi tidak jauh dari rumah korban yang terletak di bilangan Jalan Gunung Latimojong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan informasi, korban tewas dengan beberapa luka tusuk di tubuhnya. Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin membenarkan perihal kejadian tersebut. Kata dia, pelaku merupakan kakak kandung korban sendiri, yakni berinisial AI (30). "Benar terjadi penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal, pelaku kakak kandung, sementara korban adik kandung," kata Wahiduddin dikonfirm...