Postingan

Menampilkan postingan dengan label Psikologi depresi

Kandungan Mineral yang Berpengaruh pada Kesehatan Mental

Gambar
DEPRESI menjadi salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 4 persen populasi global mengalami depresi, termasuk 5,7 persen orang dewasa, dengan prevalensi lebih tinggi pada wanita (6,9 persen) dibanding pria (4,6 persen). Kelompok lansia usia 70 tahun ke atas juga terdampak, mencapai 5,9 persen. Depresi dilaporkan sekitar 1,5 kali lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria, terutama pada wanita hamil dan pasca persalinan, di mana lebih dari 10 persen mengalami depresi. Dampak seriusnya terlihat pada angka bunuh diri; pada 2021, diperkirakan 727 ribu orang meninggal dunia karena bunuh diri, menjadikannya penyebab kematian ketiga tertinggi pada usia 15–29 tahun. Depresi bukan sekedar gangguan suasana hati yang biasa terjadi sehari-hari, melainkan kondisi serius yang dapat mempengaruhi hubungan dengan keluarga, teman, hingga aktivitas di sekolah dan tempat kerja. Siapa pun bisa mengalaminya, terutama mereka...

Kenapa Ada Orang yang Memilih Mengurung Diri Bertahun-Tahun? Ini Jawaban Psikologi Soal Fenomena Hikikomori!

Gambar
menggapaiasa.com– Fenomena hikikomori pertama kali dikenal di Jepang dan menjadi sorotan ketika Saitō Tamaki mendefinisikannya sebagai kondisi di mana seseorang menarik diri ke dalam diri sendiri tanpa berinteraksi sosial setidaknya selama enam bulan, bahkan lebih. Encyclopedia Britannica menyebutkan kebanyakan pelaku memilih untuk mengurung diri di dalam rumah, bahkan terkadang hanya di dalam kamarnya saja. Mereka enggan sekolah, bekerja, atau menemui siapa pun, sampai keseharian benar-benar terasa hampa bahkan alam sekitar dianggap sebagai dunia asing. Saitō sendiri menegaskan bahwa hikikomori adalah kondisi psikososial, bukan langsung penyakit mental, meskipun sering kali ditemukan bersamaan dengan gangguan mental lainnya seperti skizofrenia atau depresi. Seberapa Banyak dan Siapa yang Terkena? The Indian Express menjelaskan, menurut data keluaran pemerintah Jepang, sekitar 1,5 juta orang usia produktif diketahui hidup dalam kondisi hikikomori, dengan prevalensi mencapai seki...

Apa Itu Self-Talk Negatif dan Mengapa Lebih Sering Dialami oleh Wanita?

Gambar
JAKARTA, menggapaiasa.com – Negative self-talk adalah ketika seseorang berbicara kepada diri sendiri secara negatif, baik dalam hati maupun secara lisan, dan isi pembicaraan terlalu keras pada diri sendiri. Psikolog klinis, Kezia Toto menerangkan, berbicara kepada diri sendiri merupakan bagian normal dari proses berpikir manusia. Namun, bagaimana dengan negative self-talk ? Perempuan Lebih Rentan Stres, Ini Dampak Negatif Self-Talk pada Mental Tips Self-Care Sesuai Zodiak, Gemini Butuh Tenang dan Cancer Butuh Nyaman “ Negative self-talk itu sendiri, tidak selalu berbahaya. Tapi, ketika menjadi rumit, keras kepada diri sendiri, terus-terusan negatif kepada diri sendiri, dan selalu merendahkan diri, maka itu menjadi berbahaya,” jelas Kezia dalam sesi reflektif tentang negative self-talk di Manzo, Jakarta, Selasa (24/6/2025). Perempuan sering mengalami negative self-talk , kenapa? Kezia...