10 ciri orang yang memilih tujuan hidup daripada prestasi, terutama di paruh kedua usia
menggapaiasa.com Ada satu momen dalam hidup ketika seseorang menyadari bahwa ia telah lama “memanjat tangga yang salah”. Secara lahiriah tampak sukses, tetapi di dalam justru muncul rasa hampa yang sulit dijelaskan. Perasaan inilah yang sering muncul ketika pencapaian tidak lagi memberikan kepuasan batin. Dilansir dari laman Geediting, Minggu (27/12) , banyak orang di paruh kedua hidup—usia 40 tahun ke atas—mengalami pergeseran besar. Fokus yang semula tertuju pada prestasi, jabatan, dan pengakuan, perlahan bergeser ke arah yang lebih bermakna: tujuan hidup. Berikut 10 ciri yang kerap dimiliki orang-orang yang memilih hidup berlandaskan tujuan, bukan sekadar pencapaian. 1. Mengukur kesuksesan dari dampak, bukan penghasilan Bagi mereka, keamanan finansial tetap penting, tetapi bukan lagi tolok ukur utama. Kesuksesan lebih dirasakan dari siapa yang telah mereka bantu dan dampak positif yang ditinggalkan. Mereka lebih bersemangat berbicara tentang kontribusi sosial dibandingkan ...