Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bitcoin

Harga Bitcoin (BTC) Diproyeksi Sentuh 100.000 Dollar AS di Desember

Gambar
JAKARTA, menggapaiasa.com - Pergerakan Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian setelah seorang crypto whale mengubah strategi tradingnya dengan cepat. Mengutip CCN, Minggu (30/11/2025), whale tersebut awalnya membuka posisi short senilai 91 juta dollar AS karena memperkirakan harga BTC turun. Namun harga bergerak berlawanan, membuat posisi itu ditutup dengan kerugian 1,6 juta dollar AS. Tidak lama kemudian, entitas yang sama langsung mengambil posisi long dan membeli 1.000 BTC dengan harga likuidasi 59.112 dollar AS. Pergeseran ini memberi sinyal kesiapan whale menghadapi potensi rebound atau memanfaatkan volatilitas yang mulai mengarah pada momentum bullish. Pergerakan di pasar spot ikut memperkuat sentimen tersebut. Cadangan Bitcoin di bursa menurun, sementara tekanan jual ikut melemah. Penurunan cadangan biasanya menandakan suplai di pasar semakin sedikit, sehingga ruang kenaikan harga menjadi lebih terbuka. Analis CryptoQuant, PeliniaPA, menilai tren penurunan cadangan di Bin...

Trader Veteran Peter Brandt: Bitcoin Akan Tembus US$200.000 pada Kuartal III-2029

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID - Trader kawakan Peter Brandt menilai Bitcoin masih membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mencapai level US$200.000, bertolak belakang dengan prediksi sejumlah eksekutif kripto yang melihat target itu bisa tercapai pada akhir tahun ini. Dalam unggahan di X pada Kamis (20/11/2025), Brandt mengatakan bahwa ia tetap menjadi “bull jangka panjang Bitcoin”, namun memperkirakan reli besar berikutnya baru akan membawa harga ke kisaran US$200.000 pada kuartal III-2029. “ Bull market Bitcoin berikutnya seharusnya membawa kita ke sekitar US$200.000. Itu kemungkinan terjadi sekitar Q3 2029,” ujar Brandt. Berbeda dari proyeksi agresif para tokoh kripto Pandangan Brandt sangat kontras dengan prediksi optimistis yang datang dari para tokoh industri kripto. Co-founder BitMEX Arthur Hayes dan Chairman BitMine Tom Lee, misalnya, sempat memperkirakan harga Bitcoin akan mencapai setidaknya US$200.000 pada akhir 2025, dan kembali menegaskan keyakinan tersebut pada Oktober lal...

Harga Bitcoin (25/7) Anjlok Setelah Proyeksi The Fed Pangkas Suku Bunga Memudar

Gambar
menggapaiasa.com , JAKARTA — Harga Bitcoin melemah bersama dengan aset berisiko lainnya pada Jumat (25/7/2025), seiring meredupnya harapan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mengurangi minat investor. Melansir Bloomberg pada Jumat (25/7/2025), harga aset kripto terbesar di dunia tersebut turun 2,35% pada perdagangan pukul 15.23 WIB ke level US$115.987,63 per koin. Harga terendah sejauh ini sempat menyentuh level US$115.122 Sementara itu, Ether sebagai kripto terbesar kedua melemah sekitar 3% dan XRP turun 5,3%. Pekan lalu, Bitcoin sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$123.205, didorong oleh sentimen positif terhadap regulasi AS dan aliran dana masuk yang kuat ke produk investasi kripto. Rachael Lucas, analis kripto di BTC Markets menuturkan tren kenaikan jangka menengah masih terjaga. Namun, dia menilai momentum mulai mereda dan pelaku pasar lebih berhati-hati. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan turut meneka...

Bitcoin Jatuh Deras Akibat Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran

Gambar
menggapaiasa.com, JAKARTA — Harga Bitcoin terperosok di bawah ambang US$100.000 untuk pertama kalinya sejak Mei, dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Iran. Situasi tersebut memicu gelombang penghindaran risiko di pasar aset digital sepanjang akhir pekan, di tengah kekhawatiran investor terhadap potensi perluasan konflik. Melansir Bloomberg, Senin (23/6/2025), harga Bitcoin merosot 3,8% ke level US$98.904. Sementara itu, Ether—aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin—mengalami tekanan lebih dalam, anjlok 10% hingga menyentuh US$2.157, level intraday terendah sejak 8 Mei. Caroline Mauron, Co-Founder Orbit Markets, penyedia likuiditas derivatif kripto, menyatakan bahwa pelaku pasar tengah mencermati dengan saksama dinamika geopolitik yang berkembang cepat. “Fokus pasar kemungkinan akan kembali tertuju ke harga minyak begitu perdagangan tradisional dibuka kembali,” tambah...

Bitcoin Bertahan Kuat di Tengah Kekacauan Global dan Konflik Geopolitik

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID – JAKARTA. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin menunjukkan ketahanan yang cukup solid. Konflik antara Iran dan Israel yang terus memanas, ditambah keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk menahan suku bunga, tak menyurutkan pergerakan positif aset kripto terbesar ini. Menurut data real time Coinmarketcap pada Jumat (20/6) pukul 09.00 WIB, harga Bitcoin tercatat di level US$ 104.806. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 0,19% dalam 24 jam terakhir dan 0,95% dalam sepekan. Meski penguatannya tergolong tipis, Bitcoin masih mampu bertahan di atas level psikologis US$ 100.000, meskipun selama sepekan terakhir pasar dihantui ketidakpastian. Ketua The Fed Jerome Powell dalam pengumuman terbarunya menyatakan bahwa prospek ekonomi Amerika Serikat masih diliputi ketidakpastian tinggi. Suku bunga acuan AS tetap dipertahankan di kisaran 4,25% – 4,50%. Selain faktor ekonomi, dina...