Postingan

Menampilkan postingan dengan label protes

Toko-toko di Iran tetap buka tapi terpaksa tutup sebelum malam hari

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID, TEHERAN -- Sebagian besar toko di perkotaan Iran tetap buka setiap hari, tetapi terpaksa tutup sebelum malam hari di tengah protes, yang disertai dengan kerusuhan dan bentrokan antara demonstran dan polisi di beberapa kota. Seperti dilaporkan koresponden RIA Novosti, sebagai contoh, pada Sabtu (10/1/2026), hampir semua toko di Teheran tutup sebelum pukul 18.00 (waktu setempat). Situasi di sejumlah kota masih tegang. Akibat kerusuhan tersebut, kebakaran terjadi di sebuah pasar tua di Kota Rasht, Ibu Kota Provinsi Gilan di barat laut negara itu. Pasar tersebut hampir hancur total, dengan laporan awal menyebutkan adanya korban jiwa. Pada Sabtu, Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, merilis sebuah video di X yang menyerukan rakyat Iran untuk berunjuk rasa dan menyarankan agar para demonstran bersiap merebut dan menguasai jalanan dan sejumlah fasilitas strategis. Protes meletus di Iran pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran terhadap m...

Ribuan Warga Kroasia Demo Tolak Kelompok Sayap Kanan

Gambar
Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Kroasia turun ke jalan di empat kota besar pada Minggu (30/11/2025), untuk memprotes meningkatnya aktivitas kelompok sayap kanan. Aksi yang diberi nama “United Against Fascism” ini berlangsung serentak dan menarik perhatian publik. Di ibu kota Zagreb, massa memenuhi pusat kota sambil membawa spanduk penolakan terhadap ekstremisme. Para peserta menyuarakan keresahan atas meningkatnya ketegangan etnis dan politik dalam beberapa bulan terakhir. 1. Demonstrasi besar di empat kota Kroasia Ribuan warga berkumpul di Zagreb, Split, Rijeka, dan Osijek untuk menolak simbol serta seruan yang dikaitkan dengan gerakan ekstrem kanan. Para peserta menyebut aksi ini sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi penyebaran ideologi fasis. Dalam aksi tersebut, ribuan orang meneriakkan “we are all antifascists!” sebagai seruan perlawanan terhadap kelompok yang mereka anggap mencoba menebar ketakutan. “Kami menolak ide patriotisme yang mengambil simbol dari sejarah tergel...

Mayoritas Driver Ojol Lebih Pilih Cari Order Ketimbang Ikut Aksi 17 September

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID - JAKARTA.  Rencana aksi demonstrasi yang digagas sejumlah pihak atas nama pengemudi ojek online (ojol) pada Selasa, 17 September, menuai respons beragam. Sejumlah komunitas driver menegaskan aksi tersebut tidak mewakili kepentingan mayoritas mitra, bahkan dituding sarat penunggangan politik. “Kalau menurut saya justru mereka itu bukan bagian dari ojol. Itu hanya sebagian kecil, oknum saja, dan tidak mewakili driver. Bahkan inisiatornya pun bukan pengemudi ojol, karena tidak memiliki akun mitra,” kata Michael salah satu perwakilan dari komunitas ojek online (ojol) yang tergabung dalam Unit Reaksi Cepat (URC), Selasa (16/9). Menurut dia, mayoritas pengemudi yang terhubung dalam grup komunitas WhatsApp lebih memilih tetap bekerja. “Banyak teman-teman yang sepakat untuk tetap on-bid. Apalagi kami tahu bahwa aksi ini ditunggangi oleh oknum politik dengan iming-iming sembako,” ujarnya. Kabar bahwa aksi 17 September berpotensi mengganggu layanan transportasi online...

Rencana Aksi Demo Ojol 17 September 2025 Dinilai Sarat Muatan Politis, Mayoritas Driver Pilih Tetap Bekerja

Gambar
menggapaiasa.com - Rencana aksi demonstrasi yang mengatasnamakan pengemudi ojek online (ojol) pada Rabu (17/9) besok memantik perdebatan di kalangan mitra transportasi daring sendiri. Alih-alih solid, sejumlah komunitas driver justru menolak keterlibatan mereka dalam gerakan ini. Bahkan, aksi tersebut dituding sarat muatan politik dan tidak mewakili kepentingan mayoritas pengemudi. “Kalau menurut saya justru mereka itu bukan bagian dari ojol. Itu hanya sebagian kecil, oknum saja, dan tidak mewakili driver. Bahkan inisiatornya pun bukan pengemudi ojol karena tidak memiliki akun mitra,” kata Michael, perwakilan komunitas ojol Unit Reaksi Cepat (URC), Senin (15/9). Michael memastikan mayoritas pengemudi di berbagai grup komunitas WhatsApp sepakat untuk tetap bekerja seperti biasa. “Banyak teman-teman yang sepakat tetap on-bid. Apalagi kami tahu aksi ini ditunggangi oleh oknum politik dengan iming-iming sembako,” ujarnya. Isu bahwa demo ojol 17 September akan mengganggu layanan tran...

Mahasiswa Demo DPRD Sultra Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID, KENDARI, – Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin, menuntut pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset . Mereka juga meminta pencopotan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo dan peningkatan gaji guru honorer di Sultra. Menurut Jordi Apriyanto , Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kendari, aksi ini dilakukan untuk menagih janji DPRD Sultra terkait dukungan percepatan pengesahan RUU tersebut. Namun, tidak ada satu pun anggota DPRD yang menemui massa atau berdiskusi mengenai tuntutan mereka. Atas kekecewaan tersebut, para mahasiswa menduduki ruang rapat paripurna DPRD dan membakar ban di halaman kantor legislatif. Jordi menjelaskan, langkah tersebut diambil karena 45 anggota DPRD Sultra belum menyampaikan tuntutan mereka ke DPR RI sesuai dengan janji sebelumnya. Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala ,...

Rencana Demo Besar Jakarta 15 September: Long March ke Istana dan DPR

Gambar
RUBRIK DEPOK – Gelombang unjuk rasa di Jakarta sejak akhir Agustus 2025 tampaknya belum mereda. Informasi terbaru menyebutkan akan ada aksi damai besar pada Senin, 15 September 2025. Rencana aksi ini mencakup long march dari Tugu Proklamasi menuju Istana Negara, dilanjutkan demonstrasi di depan Gedung DPR RI Senayan. Dengan tema “Satu Bangsa, Satu Suara, Indonesia Damai” , ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat—mulai dari pemuda, mahasiswa, tokoh agama, hingga budayawan—diperkirakan hadir. Selain doa lintas agama, aksi ini juga diisi diskusi kebangsaan untuk menekankan nuansa damai di tengah ketegangan sosial yang masih membara. Rencana Long March dan Titik Kumpul Utama Rencana aksi ini pertama kali tersebar melalui jaringan aktivis di media sosial. Titik kumpul ditetapkan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB. Dari sana, massa akan bergerak menuju Istana Negara. Long march ini dirancang bukan hanya sebagai perjalanan fisik, tetapi juga simbol refleksi ata...

Di Bawah Guyuran Hujan, Demonstrasi Mahasiswa ke DPR tak Lekang

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID, JAKARTA — Hujan deras itu seperti tangan-tangan air mata ibu yang kehilangan anaknya. Itulah ungkapan dari Muhammad Bagir Shadr, Mahasiswa Fakultas Hukum (FH), Universitas Indonesia (UI) di hadapan ratusan demonstran. Suara  para mahasiswa yang turun aksi ini tak kuyup di bawah derasnya hujan yang membersamai mereka saat menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jakarta, Selasa (9/9/2025). “Hujan di sini, itu seperti tangan-tangan air mata ibu yang kehilangan anaknya. Dan itu semua setiap hari yang terjadi di negeri ini,” teriak Bagir dalam orasinya di depan gedung DPR RI, Selasa (9/9/2025). Dari kejauhan, terlihat ratusan massa dengan almamater kuning, biru, dan oranye berbasah-basahan tertutup payung. Mereka adalah mahasiswa dari tiga universitas berbeda yaitu UI, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya). Tujuan mereka hanya satu, ingin kej...

Daftar Korban Meninggal Dunia Buntut Kerusuhan Demonstrasi Sejak 25 Agustus

Gambar
Demo berujung ricuh di beberapa daerah Indonesia sejak 25 Agustus setidaknya menyebabkan 10 orang meninggal dunia. Data Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri menunjukkan ada 107 titik unjuk rasa di Indonesia.  Aksi demonstrasi itu menuntut sejumlah hal, mulai dari tunjangan anggota DPR yang dinilai sangat besar, pernyataan kontroversi para anggota dewan, reformasi Polri hingga permintaan pengesahan UU Perampasan Aset.  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM mencatat ada 10 orang meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa berujung ricuh di berbagai daerah. Daftar korban meninggal dunia imbas kerusuhan sebagai berikut: 1. Affan Kurniawan (Jakarta) Pengemudi ojek online atau ojol ini menghembuskan napas terakhir pada 28 Agustus, setelah dilindas kendaraan taktis atau rantis Brimob di tengah kerusuhan aksi di Jalan Bendungan Hilir.  Pria berusia 21 tahun itu tidak mengikuti aksi demonstrasi. Affan berada di tengah-tengah kerumunan usai mengantarkan order makanan yang berada di sek...

5 Tuntutan Demo Ojol Hari Ini: Ribuan Driver Ancam Off Bid

Gambar
JAKARTA, menggapaiasa.com Ribuan pengemudi ojek online (ojol), taksi daring, dan kurir dari berbagai wilayah Indonesia direncanakan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (21/7/2025). Aksi ini juga disertai gerakan “ off bid ” atau mogok massal sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada nasib pengemudi. Menurut Ketua Umum Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia), Raden Igun Wicaksono, aksi bertajuk "Aksi 217" ini melibatkan sekitar 50.000 pengemudi dari berbagai platform transportasi online . “Kami mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan kebutuhan transportasi pada Senin, karena sebagian besar pengemudi dan kurir online akan melakukan mogok massal,” ujar Igun dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/7/2025). Latar Belakang Aksi Demo Ojol Aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan para pengemudi atas respons pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, yang dinilai t...

5 Tuntutan Demo Ojol Hari Ini di Jakarta: Ribuan Driver Ancam Off Bid

Gambar
JAKARTA, menggapaiasa.com Ribuan pengemudi ojek online (ojol), taksi daring, dan kurir dari berbagai wilayah Indonesia direncanakan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (21/7/2025). Aksi ini juga disertai gerakan “ off bid ” atau mogok massal sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada nasib pengemudi. Menurut Ketua Umum Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia), Raden Igun Wicaksono, aksi bertajuk "Aksi 217" ini melibatkan sekitar 50.000 pengemudi dari berbagai platform transportasi online . “Kami mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan kebutuhan transportasi pada Senin, karena sebagian besar pengemudi dan kurir online akan melakukan mogok massal,” ujar Igun dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/7/2025). Latar Belakang Aksi Demo Ojol Aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan para pengemudi atas respons pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, yang dinilai ...