BNPT ungkap 112 anak terpapar radikalisme lewat game online, ingatkan peran orang tua dalam literasi digital
menggapaiasa.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap adanya pergeseran signifikan pola ancaman terorisme di Indonesia, dari aksi kekerasan fisik menuju penyebaran ideologi melalui ruang digital. Pergeseran ini dinilai semakin berbahaya karena menyasar kelompok usia anak dan remaja, termasuk melalui gim online. Kepala BNPT, Eddy Hartono, menegaskan meskipun kondisi keamanan nasional relatif terkendali, ancaman di ruang digital justru terus berkembang. Menurutnya, kehidupan anak dan remaja perlu mendapat perhatian serius, agar tidak terpapar ideologi radikal melalui media digital. Pernyataan tersebut disampaikan Eddy Hartono saat memaparkan Laporan Akhir Tahun 2025 BNPT di Jakarta, Rabu (31/12). Ia menekankan bahwa propaganda terorisme kini lebih masif memanfaatkan platform digital. “Ancaman terorisme di ruang digital semakin berkembang. Propaganda, perekrutan, dan pendanaan banyak dilakukan melalui media sosial dan platform digital, termasuk dengan menyasar k...