Postingan

Menampilkan postingan dengan label kesehatan mental

Apakah Anda sering lupa nama orang sesaat setelah berkenalan? Maka 9 kualitas ini Anda miliki, menurut psikologi

Gambar
menggapaiasa.com - Mungkin selama ini Anda sering kali merasa bersalah ketika lupa nama orang meski baru saja berkenalan.   Namun, tahukah, kalau psikologi melihat ini sebagai kualitas diri yang tidak Anda sadari. Lebih lanjut, dilansir menggapaiasa.comdari geediting pada Rabu (11/2), berikut ini sembilan kualitas diri yang Anda miliki jika Anda sering kali lupa dengan nama orang sesaat setelah bertemu dengan mereka.    

Anak-anak dan remaja lebih rentan alami gangguan kesehatan mental, begini kata psikolog

Gambar
menggapaiasa.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini membagikan temuan menarik dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengenai kesehatan mental masyarakat Indonesia. Dalam temuan tersebut, rupanya anak-anak di bawah 18 tahun jauh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental dibanding orang dewasa. Dalam temuan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berjalan selama setahun terakhir, terungkap bahwa anak-anak dan remaja memiliki risiko lima kali lebih tinggi mengalami kecemasan dan depresi dibandingkan orang dewasa. Psikolog Anak dan Remaja dari Universitas Indonesia, Rose Mini, menyatakan bahwa kasus depresi pada remaja sebenarnya sudah ada sejak lama, tetapi kini lebih mudah terlihat karena akses informasi yang semakin terbuka. Seiring kesadaran yang meningkat, banyak orang juga kini lebih berani mengakui mengalami kondisi tersebut. Namun, temuan di CKG bahwa anak-anak dan remaja lebih rentan lima kali jadi hal yang perlu disorot bersama. Menurutnya...

Jika Anda merasa lega ketika rencana dibatalkan, menurut psikologi Anda menunjukkan 6 ciri ini

Gambar
menggapaiasa.com Pernahkah Anda merasa sedikit—atau bahkan sangat—lega saat sebuah rencana mendadak dibatalkan? Janji bertemu yang tiba-tiba diundur, acara yang tak jadi digelar, atau pertemuan yang akhirnya ditiadakan sering kali justru menghadirkan rasa napas panjang: akhirnya bisa istirahat. Bagi sebagian orang, perasaan ini mungkin disertai rasa bersalah, seolah-olah tidak antusias berarti tidak peduli. Namun menurut psikologi, rasa lega saat rencana dibatalkan bukanlah tanda kemalasan atau sikap antisosial. Justru, perasaan ini sering kali mencerminkan cara kerja kepribadian, kebutuhan emosional, dan pola pengelolaan energi yang sehat. Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (27/12), ada beberapa ciri psikologis tertentu yang umum dimiliki oleh orang-orang yang merasakan hal ini. Apa saja? Berikut penjelasannya. 1. Anda Menghargai Ruang Pribadi dan Waktu Sendiri Salah satu ciri paling kuat adalah kebutuhan yang tinggi terhadap me time. Orang dengan ciri ini merasa waktu pr...

Panduan lengkap: Cara menghitung kebutuhan asuransi jiwa ideal

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID -  Asuransi jiwa menjadi salah satu instrumen krusial dalam perencanaan keuangan, terutama bagi mereka yang memiliki tanggungan atau tanggung jawab finansial jangka panjang.  Namun, masih banyak orang yang membeli asuransi jiwa tanpa perhitungan matang, sehingga premi terasa memberatkan atau justru nilai perlindungannya tidak memadai.  Menghitung kebutuhan asuransi jiwa sejak awal membantu memastikan perlindungan yang diperoleh sesuai dengan kondisi keuangan dan tujuan hidup.  Dengan perhitungan yang tepat, asuransi jiwa berfungsi sebagai pengaman finansial, bukan beban baru dalam anggaran bulanan.  Oleh karena itu, memahami cara menghitung kebutuhan asuransi jiwa menjadi langkah penting sebelum memilih produk dan menentukan besaran premi. Memahami Fungsi dan Tujuan Asuransi Jiwa Langkah pertama dalam menghitung kebutuhan asuransi jiwa adalah memahami fungsi utamanya.  Asuransi jiwa dirancang untuk melindungi keluarga atau pihak yang ditinggalkan dari ris...

Journaling jadi tren Gen Z: Cara sederhana menjaga kesehatan mental

Gambar
PIKIRAN RAKYAT - Gen Z hidup di era serba cepat. Deadline numpuk, notifikasi nggak berhenti, overthinking datang tanpa aba-aba. Di tengah semua itu, muncul satu kebiasaan yang kelihatannya sederhana tapi diam-diam powerful, yaitu journaling. Bukan cuma soal menulis diary ala remaja dulu, journaling kini jadi self-care habit yang banyak dipraktikkan Gen Z untuk menjaga kesehatan mental. Dari notebook estetik sampai iPad dengan stylus, journaling berubah jadi ruang aman untuk berdialog dengan diri sendiri. Tapi sebenarnya, apa itu journaling dan apa manfaat journaling yang bikin aktivitas ini makin digemari? Apa Itu Journaling? Journaling adalah kegiatan menuangkan pikiran, perasaan, dan pengalaman ke dalam bentuk tulisan secara jujur dan reflektif. Isinya bebas, nggak ada aturan baku, nggak harus rapi, dan nggak wajib dibaca orang lain. Kamu bisa menulis beberapa hal tentang berikut ini: Emosi yang lagi kamu rasakan Kejadian sehari-hari Pikiran yang bikin kepala penuh ...

Mental health hacks ala Gen Z: 5 tips praktis mengelola kesehatan mental di era digital

Gambar
menggapaiasa.com  Generasi Z, yang lahir di antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, adalah generasi yang paling terhubung. Namun ironisnya, juga seringkali menjadi yang paling rentan terhadap masalah kesehatan mental akibat tekanan digital, krisis iklim, dan ekspektasi kinerja yang tinggi. Mengelola kesehatan mental bagi Gen Z membutuhkan strategi yang cepat, relevan, dan terintegrasi dengan teknologi sehari-hari. Berikut adalah lima tips praktis ala Gen Z untuk menjaga keseimbangan mental: 1. Digital Detox Terjadwal (Bukan Total) Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z tidak mungkin melakukan detox digital total karena studi, pekerjaan, dan koneksi sosial mereka ada di dunia maya. Solusinya adalah Detox Terjadwal dan Bertarget. Aturan 20/20: Jauhkan ponsel 20 menit pertama setelah bangun tidur, dan 20 menit sebelum tidur. Ini mencegah doomscrolling (kecanduan membaca berita negatif) yang memicu kecemasan. Mode Fokus Selektif: Manfaatkan fitur Focus Mode pada smartphone untuk...

Jika Anda menerima bahwa Anda tidak bisa membuat semua orang bahagia, 7 area kehidupan ini akan berubah dalam semalam menurut psikologi

Gambar
menggapaiasa.com Dalam perjalanan hidup, banyak dari kita tanpa sadar memikul beban yang terlalu berat: keinginan untuk menyenangkan semua orang. Ini bukan hanya kebiasaan—sering kali ini adalah pola psikologis yang terbentuk sejak kecil, saat kita diajarkan bahwa menjadi “baik” berarti membuat orang lain nyaman, meski harus mengorbankan diri sendiri. Namun, psikologi modern menunjukkan bahwa mencoba membahagiakan semua orang adalah resep pasti menuju stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Dan justru ketika seseorang akhirnya menerima bahwa tidak mungkin membuat semua orang bahagia, sesuatu yang hampir ajaib terjadi: hidup mulai terasa lebih ringan, lebih jujur, dan lebih milik kita sendiri. Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh area kehidupan Anda yang bisa berubah drastis, bahkan dalam semalam—ketika Anda berhenti mengejar validasi semua orang. 1. Kesehatan Mental: Beban Emosional Turun Drastis Begitu Anda berhenti berusaha menyesuaikan diri dengan ekspektasi semua orang, pikir...

Darurat kesehatan mental, Ikatan Psikolog Klinis serukan 7 hal ini

Gambar
KETUA Umum Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia periode 2025–2029, Retno Kumolohadi menyatakan bahwa pemerintah membutuhkan langkah serius, terarah, dan terukur dalam menangani masalah kesehatan mental di Indonesia. "Tingginya angka depresi, kecemasan, skizofrenia, hingga kasus bunuh diri membuat kebutuhan layanan kesehatan jiwa menjadi semakin mendesak," kata Retno. Retno menyampaikan tujuh rekomendasi strategis IPK untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa nasional. "Prevalensi masalah dan gangguan jiwa sangat tinggi di Indonesia, dan bisa dikatakan kita sedang darurat. Karena itu, penanganan yang lebih serius sangat dibutuhkan," kata Retno. Kongres V Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, dengan ini menyatakan maklumat dalam bentuk “Sapta-Darmalaksana”. Hal pertama yang diserukan Retno dan timnya adalah dengan menjadikan kesehatan jiwa sebagai pilar utama ketahanan bangsa. "Serta mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang...

Mental tidak aman, Francesco Bagnaia disarankan cari bantuan profesional

Gambar
menggapaiasa.comEks pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo yakin bahwa Francesco Bagnaia butuh bantuan profesional terkait kondisi mentalnya. Francesco Bagnaia diketahui mengalami musim yang naik turun pada tahun 2025. Pembalap yang dua kali juara dunia itu terus menerus kesulitan menemukan feeling dengan motornya. Meski sempat menang dan meraih podium, penampilan Bagnaia tak stabil sepanjang musim. Ia bahkan berakhir kehilangan posisi ketiga di klasemen tergeser oleh pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi yang tampil mengesankan. Di sisi lain, tim Bagnaia, Ducati pun berusaha memberikan dukungan pada sang pembalap dengan mencari setting motor yang tepat. Tapi hasilnya belum keluar sesuai harapan pada musim 2025. Sementara itu, banyak yang menduga bahwa Bagnaia mungkin mengalami tekanan karena setim dengan Marc Marquez yang tampil mendominasi musim ini. Terkait apa yang terjadi pada Bagnaia, salah satu eks pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo memiliki saran. Menurut Lorenzo Bagnaia kini dalam ko...

Penyebab trauma dan kesedihan tak kunjung hilang meski sudah healing: Penjelasan lengkap

Gambar
RUBLIK DEPOK - Rasa trauma dan kesedihan yang bertahan lama meski seseorang sudah mencoba healing sering menjadi tanda bahwa proses pemulihan emosional belum selesai sepenuhnya. Banyak pembaca RUBLIK DEPOK juga mengalami hal serupa, sehingga penting memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam pikiran dan tubuh ketika luka batin tak kunjung mereda. Mengapa Healing Tidak Selalu Menghapus Rasa Sedih? 1. Proses Penyembuhan Emosional Tidak Linear Pemulihan tidak terjadi dalam satu garis lurus. Ada hari ketika perasaan tenang, namun keesokan harinya justru muncul kembali rasa sedih atau cemas. Naik-turun ini adalah bagian alami dari proses adaptasi otak terhadap pengalaman traumatis. 2. Luka Batin Bisa Lebih Dalam dari yang Disadari Seseorang bisa merasa “sudah baik-baik saja” secara permukaan, padahal di dalam pikiran masih ada memori atau emosi yang belum diolah. Trauma yang tidak benar-benar terselesaikan akan tetap muncul dalam bentuk perasaan kosong, gelisah, atau mudah tersentuh....

Kewalahan, gangguan psikologis pada tentara Israel tembus 85 ribu, sistem terapi kolaps

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID, JAKARTA -- Perang di Gaza ternyata meninggalkan bekas luka yang tak kasat mata, jauh di dalam jiwa para prajurit Israel. Angka-angka terbaru dari Kementerian Pertahanan negara itu menunjukkan adanya peningkatan tajam jumlah tentara yang kini membutuhkan bantuan akibat gangguan psikologis. Ini bukan sekadar data statistik; ini adalah cerminan krisis kesehatan mental yang membayangi, sebuah lonjakan yang digambarkan para pejabat sendiri sebagai belum pernah terjadi sebelumnya. Jumlah tentara Israel yang menerima perawatan karena gangguan psikologis telah meningkat tajam sejak perang di Gaza dimulai dua tahun lalu, ungkap seorang pejabat Kementerian Pertahanan Israel pada Minggu. Kenyataan ini membuka mata publik tentang dampak perang yang meluas di luar medan tempur fisik. Tamar Shimoni, wakil kepala Departemen Rehabilitasi kementerian, menjelaskan situasinya kepada Radio Angkatan Darat. Ia menyebutkan bahwa kementerian menangani sekitar 62.000 kasus psikologis...

Bagaimana jika kita sudah telanjur salah pilih?

Gambar
Ada masa ketika saya merasa jalan hidup saya melenceng dari arah yang seharusnya. Saya menatap kembali keputusan yang pernah saya ambil dan bertanya, “Mengapa dulu saya memilih itu?” Penyesalan hadir perlahan, lalu mengeras menjadi rasa takut. Takut bahwa hidup saya sudah telanjur salah jalan. Takut bahwa kesempatan untuk memperbaiki sudah habis. Pada saat-saat seperti itu, hati saya terasa sempit, seolah pilihan yang tersedia hanya menerima kegagalan atau terjebak di jalan yang sama. Namun, perlahan saya mulai memahami bahwa ketakutan itu tidak sepenuhnya benar. Saya kembali membayangkan diagram kehidupan yang pernah saya tuliskan sebelumnya. Diagram yang penuh cabang, penuh simpangan, penuh titik keputusan. Setiap cabang selalu memiliki dua kemungkinan: pilihan yang benar dan pilihan yang keliru. Polanya tidak berubah. Pada setiap titik kehidupan, manusia selalu diberikan ruang untuk memilih. Bahkan, ketika kita sedang berada di jalur yang salah, diagram itu tetap menyediakan cabang ...

Kandungan Mineral yang Berpengaruh pada Kesehatan Mental

Gambar
DEPRESI menjadi salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 4 persen populasi global mengalami depresi, termasuk 5,7 persen orang dewasa, dengan prevalensi lebih tinggi pada wanita (6,9 persen) dibanding pria (4,6 persen). Kelompok lansia usia 70 tahun ke atas juga terdampak, mencapai 5,9 persen. Depresi dilaporkan sekitar 1,5 kali lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria, terutama pada wanita hamil dan pasca persalinan, di mana lebih dari 10 persen mengalami depresi. Dampak seriusnya terlihat pada angka bunuh diri; pada 2021, diperkirakan 727 ribu orang meninggal dunia karena bunuh diri, menjadikannya penyebab kematian ketiga tertinggi pada usia 15–29 tahun. Depresi bukan sekedar gangguan suasana hati yang biasa terjadi sehari-hari, melainkan kondisi serius yang dapat mempengaruhi hubungan dengan keluarga, teman, hingga aktivitas di sekolah dan tempat kerja. Siapa pun bisa mengalaminya, terutama mereka...

Psikologi Mengungkap, 10 Penghambat Utama yang Membuat Seseorang Sulit Berkembang

Gambar
menggapaiasa.com  - Setiap orang pada dasarnya ingin berkembang, menjadi lebih baik, lebih bahagia, atau lebih sukses dari sebelumnya. 

Kenali Tanda Tanda Gangguan Psikologis, Unusa Bersama Kemenkes Gelar Kampanye P3LP

Gambar
jatim.menggapaiasa.com , SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, dan Center for Public Mental Health (CPMH),menggelar Kampanye Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Kegiatan tersebut menyasar 5 pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo, antara lain Pondok Pesantren Al Hidayah, Pondok Pesantren As-Syafi’iyah, Pondok Pesantren Jabal Noer, Pondok Pesantren Burhanul Hidayah, dan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Panjunan. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, dr. Imran Pambudi mengatakan kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga pesantren, baik santri, pengasuh, maupun tenaga pendidik, dalam mengenali tanda-tanda gangguan psikologis. “Kami harap pihak pondok pesantren bisa memberikan pertolongan awal, bagi santri yang mengalami tekanan emosional,” ujar dr Imran, Sabtu (8/11). Dia mengatakan kesehatan jiwa merupakan aspek krusial yang berpengaruh langsu...

Tentara Rusia Dilanda Fenomena Gangguan Kejiwaan dan Alkoholisme Setelah Bertempur di Ukraina

Gambar
Tentara Rusia Dilanda Fenomena Gangguan Kejiwaan dan Alkoholisme Setelah Bertempur di Ukraina Tentara Rusia dilanda fenomena krisis kesehatan mental dampak perang melawan Ukraina yang berlarut Gejala yang paling umum, dilaporkan oleh lebih dari 70 persen responden, adalah ingatan yang mengganggu tentang pertempuran   menggapaiasa.com Andrei Burychin, 22 tahun, adalah satu di antara jutaan tentara Rusia yang diterjunkan dalam apa yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus ke wilayah Ukraina. Dia terluka saat bertempur di Ukraina.  Musim gugur tahun lalu, ia dirawat di rumah sakit jiwa di Yekaterinburg dan kemudian dipulangkan dengan apa yang digambarkan pengacaranya sebagai "diagnosis yang mengerikan". "Dalam minggu-minggu berikutnya, Burychin mulai minum alkohol secara berlebihan," tulis laporan TMT, menggambarkan efek gangguan kejiwaan yang menerpa prajurit Rusia setelah menyaksikan kebrutalan perang.  Menurut pengacaranya, ia mencoba mengemudi ke...

Alasan Manusia Takut Kesepian Mendalam: Rahasia Psikologi, Dampak Mental, dan Cara Menghadapinya

Gambar
menggapaiasa.com– Pernahkah kamu merasa gelisah saat sendirian terlalu lama? Meski terlihat sederhana, kesepian mendalam ternyata bisa memengaruhi kesehatan mental secara serius. Banyak orang yang takut menghadapi momen sepi, hingga mencari berbagai cara untuk mengisinya. Fenomena ini memiliki dasar psikologis yang menarik untuk dipahami. Menurut kanal edukasi Satu Persen – Indonesian Life School, kesepian bukan sekadar tidak memiliki teman atau pasangan. Kesepian adalah perasaan emosional ketika seseorang merasa terputus dari koneksi sosial yang bermakna. Otak manusia, sejak awal evolusi, memang dirancang untuk hidup dalam kelompok. Saat terisolasi, otak menilai kondisi itu sebagai ancaman yang memunculkan rasa cemas, takut, bahkan stres. Akun TikTok @putrithan menambahkan, salah satu alasan manusia takut kesepian adalah kebutuhan dasar akan rasa memiliki. Setiap orang mendambakan pengakuan, perhatian, dan keintiman emosional. Tanpa itu, muncul perasaan tidak berharga atau diti...

Cara Mengatasi Stimulasi Berlebihan dan Membangun Ketahanan Mental di Era Serba Cepat

Gambar
menggapaiasa.com Setiap hari, Anda mungkin diserbu oleh notifikasi, pesan instan, tugas tak berujung, dan informasi tanpa henti. Tanpa disadari, semua itu bisa menyebabkan kelelahan mental yang mendalam. Inilah yang disebut stimulasi berlebihan keadaan ketika otak Anda tidak punya cukup waktu untuk memproses segala yang masuk. Fenomena ini bukan hanya membuat Anda cepat lelah secara emosional, tetapi juga berdampak pada konsentrasi, tidur, bahkan kesehatan fisik. Jika dibiarkan, stimulasi berlebihan dapat melemahkan daya tahan mental Anda dan memperparah gejala kecemasan. Namun, ada cara untuk membalikkan keadaan ini dan kembali merasa bertenaga. Kuncinya terletak pada membangun ketahanan pribadi. Ketahanan bukan berarti Anda harus menjadi kuat sepanjang waktu, melainkan kemampuan untuk pulih saat hidup terasa terlalu berat. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu stimulasi berlebihan, cara mengenali tandanya, dan langkah-langkah efektif untuk menumbuhkan ketahanan d...

Memikirkan Mantan Bisa Bermanfaat: Ini Alasan Emosional dan Psikologisnya

Gambar
menggapaiasa.com - Banyak orang merasa bersalah ketika tiba-tiba teringat mantan pasangan, seolah-olah sedang melanggar batas emosi atau tidak bisa move on.  Padahal, memikirkan mantan tidak selalu berarti Anda belum pulih.  Justru, ada aspek psikologis dan emosional yang mendalam di balik kemunculan kenangan tersebut dalam benak Anda. Menurut penelitian terbaru dari Universitas Columbia, memikirkan mantan bukan sekadar nostalgia semata.  Kenangan itu ternyata merupakan bagian dari representasi batin yang terbentuk selama Anda menjalin hubungan.  Bahkan, dalam beberapa kasus, mengingat masa lalu bisa menjadi jalan menuju pertumbuhan diri yang lebih baik dan kesadaran emosional yang lebih tajam. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari bagaimana pikiran tentang mantan dapat menjadi bagian alami dari proses penyembuhan, alasan psikologis di balik kemunculannya, serta bagaimana Anda bisa menyikapinya dengan lebih dewasa.  Simak penjabaran berikut agar Anda tidak lagi merasa bersa...

Cara Unik Atasi Mahasiswa Galau, Pasang QR Code di Toilet, Sekali Scan Mereka Bisa Terhubung ke Psikolog

Gambar
menggapaiasa.com - Urusan kesehatan mental di kalangan remaja, khususnya mahasiswa tidak boleh dianggap remeh. Jika tidak ditangani dengan baik, masalah mental pada mahasiswa bisa berujung fatal. Beberapa kampus melakukan pendampingan mental dan psikologi mahasiswanya secara maksimal. Diantaranya dilakukan oleh LSPR Institute. Mereka menyadari bahwa secara psikologi atau mental, mahasiswa masih butuh pendampingan. Baik itu oleh orang tua, dosen, maupun teman sesama mahasiswa.  Ghina Amani Kemal Gani selaku Executive Director LSPR Institute mengatakan salah satu titik yang mereka penting terkait dengan kesehatan mental mahasiswa adalah toilet. "Mahasiswa kalau lagi galau atau banyak pikiran, biasanya ke toilet," katanya kepada wartawan di kampus LSPR Institute Jakarta.  Di balik setiap pintu toilet, disiapkan QR Code yang terhubung dengan unit Student Guide Office (SGO). Unit tersebut tugas utamanya adalah memberikan layanan pendampingan kepada mahasiswa. Khususnya terkai...