Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ilmu Lingkungan

Lestarikan sumber daya air, DSLNG bersama Nat Geo dan Iguana Tompotika gelar ekspedisi air

Gambar
Laporan Wartawan menggapaiasa.com, Alisan Lasande menggapaiasa.com, BANGGAI - Kelangsungan air bersih sebagai sumber kehidupan begitu vital karena menyangkut hajat hidup orang banyak.  Untuk itu PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menginisiasi kampanye kesadaran terhadap kelestarian sumber daya air bersih dengan berkolaborasi bersama National Geographic Indonesia dan menggandeng Iguana (Ikatan Generasi Muda Pecinta Alam Kabupaten Banggai) Tompotika, mengadakan "Ekspedisi Air Untuk Masa Depan".  Ekspedisi ini telah berlangsung Rabu (17/12/2025) sampai Rabu (24/12/2025) di kota Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kota Luwuk yang ditopang hutan pegunungan karst yang dikenal sebagai Kota Air, membentang di lereng pegunungan pesisir Timur Sulawesi Tengah, dihuni lebih dari 70 ribu jiwa.  Sejumlah mata air di hutan pegunungan mengalir dan membentuk aliran Sungai Simpong dan Sungai Soho hingga bermuara di pesisir kota.  Bahkan di tengah pemukiman kota, terdapat sejumla...

Malam Tahun Baru 2026 di Banten diprediksi hujan lebat, daerah mana saja yang terdampak?

Gambar
PR TANGERANG - Bagi kamu warga Banten yang punya rencana merayakan pergantian tahun di luar ruangan, sebaiknya mulai menyiapkan rencana cadangan. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II (BBMKG Wilayah II) baru saja merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi bertahan hingga 3 Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh fenomena alam yang cukup serius, yakni Siklon Tropis Hayley di Samudra Hindia selatan NTT dan Bibit Siklon 90S yang terpantau di barat daya Banten. Kombinasi keduanya membuat atmosfer di wilayah Banten menjadi sangat labil. Banten Dikepung Hujan Sangat Lebat Kepala BBMKG Wilayah II Hartanto menjelaskan bahwa Siklon Hayley kini memiliki kecepatan angin hingga 83 kilometer per jam. Meski arahnya menjauh, efek ekor siklon ini tetap "menyenggol" cuaca di Banten. "Kombinasi faktor tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan dan angin kencang di wilayah Banten dalam sepekan ke depan," jelas Hartanto di Serang...

Jepara siapkan wisata pesisir berbasis sains, mulai dari Pantai Bandengan

Gambar
menggapaiasa.com, JEPARA - Kabupaten Jepara menyiapkan langkah besar untuk mengubah wajah pariwisata pesisirnya.  Bukan sekadar renovasi fisik atau promosi wisata, kali ini Jepara menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk membangun pondasi ilmiah melalui pemetaan spasial presisi tinggi di Pantai Bandengan. Kerja sama ini menandai era baru. Jepara mulai menata kawasan pesisirnya dengan pendekatan ilmiah dan teknologi mutakhir, drone, UAV LiDAR, serta survei geodesi berpresisi tinggi. Itu adalah metode yang lazim digunakan untuk perencanaan kota dan analisis risiko bencana. Ketua Tim Geolive FT UGM, Dr Ir Bilal Ma’ruf menyebut, penelitian yang dimulai sejak September 2025 ini bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan langkah awal untuk membangun database spasial pesisir Jepara. “Pantai Bandengan kami jadikan titik awal karena tingkat kunjungan dan dinamika lingkungannya sangat tinggi." "Jika perencanaan di Bandengan berhasil, model ini bisa direplikasi ...

UNEP: Dunia Akan Lampaui Batas 1,5 Derajat dalam Satu Dekade

Gambar
PROGRAM Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) memperingatkan bahwa Bumi akan melampaui ambang batas pemanasan global 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri dalam sepuluh tahun ke depan. Temuan itu disampaikan dalam laporan Emissions Gap 2025 yang dirilis Selasa, 4 November, hanya beberapa hari sebelum KTT iklim COP30 dimulai di Brasil. Laporan tersebut menunjukkan bahwa suhu rata-rata global akan melampaui 1,5 derajat Celsius sebelum 2035. Untuk tetap berada di bawah ambang batas tersebut, dunia harus memangkas emisi gas rumah kaca tahunan sebesar 55 persen dari tingkat tahun 2019 pada 2035. Namun, UNEP menilai peluang untuk mencapai target itu sangat kecil mengingat aksi mitigasi yang masih jauh dari cukup. “Melihat besarnya pengurangan yang dibutuhkan, waktu yang sangat singkat untuk mewujudkannya, dan kondisi politik yang menantang, kenaikan suhu yang melebihi 1,5 derajat Celsius akan terjadi, sangat mungkin dalam dekade mendatang,” tulis perwakilan UNEP dalam lapora...

Kaldera Toba Kembali Dapat Kartu Hijau UNESCO, Gubernur Bobby Nasution Ajak Terus Jaga Bersama

Gambar
menggapaiasa.com  – Kaldera Danau Toba kembali mendapatkan status kartu hijau (green card) dari UNESCO. Hal tersebut diraih setelah adanya upaya bersama dalam melaksanakan rekomendasi dari UNESCO. Namun, tugas tidak berhenti sampai di situ. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama terus menjaga Danau Toba. "Tugas kita sama-sama menjaga, itu adalah warisan dari Tuhan, kita nggak bisa membuatnya, tapi kita bisa menjaganya," kata Bobby, pada wartawan di Medan, Selasa (9/9). Bobby juga berterima kasih pada seluruh pihak dalam upaya mendapatkan green card UNESCO tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan kerja keras semua pihak. "Terima kasih kepada seluruh stakeholder , para bupati dan tim kerja yang kemarin sudah bersusah payah mempersiapkan dan memperbaiki apa yang sudah menjadi catatan UNESCO," kata Bobby. Kaldera Toba kembali dapat Kartu Hijau diumumkan pada Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Ge...

Penelitian Tegaskan Galon Polikarbonat Aman Untuk Wadah Air Minum

Gambar
JAKARTA, menggapaiasa.com.CO – Sejumlah penelitian ilmiah membuktikan secara tegas bahwa tidak ditemukan migrasi Bisphenol A (BPA) dari galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) ke dalam air minum yang dikonsumsi masyarakat. Fakta ini sekaligus membantah kekhawatiran yang selama ini berkembang di tengah publik terkait potensi bahaya BPA dari galon polikarbonat. Sejauh ini, ada tiga penelitian yang sudah dilakukan dengan beragam metode guna membuktikan migrasi BPA dari galon PC ke air konsumsi. Penelitian pertama, dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) terhadap empat brand air minum galon ternama di Bandung. “Dari penelitian yang kami lakukan, kami tidak mendeteksi (non-detected/ND) BPA di semua sampel AMDK yang diuji,” kata Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Akhmad Zainal Abidin. Penelitian dilakukan menggunakan alat ukur canggih yang dikenal memiliki ketepatan akurasi yakni HPLC, dengan nilai Limit of Detection (LoD) sebesar 0,0099 mikrogram per lite...