pada tanggal
BERITA DAN INFORMASI
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Untuk mendapatkan manfaat optimal dari obat, penting untuk mengetahui bagaimana cara menghitung dosisnya. Dengan menggunakan takaran yang sesuai, harapannya adalah obat tersebut akan lebih cepat menyembuhkan dan sekaligus mencegah dampak negatif atau efek samping yang merugikan bagi tubuh.
Dosis obat bisa diinterpretasikan sebagai sejumlah zat yang disalurkan ke pasien guna mendapatkan hasil yang dimaksud. Pengaturan dosis umumnya mengambil pertimbangan berbagai aspek termasuk rentang usia, status kesejahteraan fisik, sampai respons individu terhadap pengobatan itu sendiri.
Di bidang kedokteran, penentuan takaran obat harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti formula perhitungan tertentu. Memberikan dosis yang salah pada pasien dapat berakibat fatal terhadap kondisi kesehatannya.
Dosis yang terlalu besar bisa mengakibatkan racun atau dampak negatif serius. Di lain pihak, memberikan dosis yang sangat kecil pun sama-sama membahayakan. Jika diberi obat dalam jumlah di bawah standar, kondisi penyakit mungkin tak terselesaikan dengan tepat dan proses kesembuhan menjadi lebih lama.
Umumnya, dosis dijelaskan menggunakan unit seperti miligram (mg) atau mililiter (ml). Kadang-kadang juga digunakan satuan spesifik tertentu sesuai dengan tipe obat serta metode administrasinya. Untuk obat-obatan solid seperti pil pasti memiliki formula dosis yang berlainan dibandingkan dengan bentuk cair ataupun suntikan. Beberapa contoh dari formula tersebut adalah sebagai berikut:
Jumlah Tablet yang Dibutuhkan = Jumlah Tablet yang Diinginkan / Jumlah yang Sudah Ada
Volume obat yang dibutuhkan = (Kuantitas Yang Diharapkan ÷ Kuantitas Tersedia) × Volume Saat Ini
Jumlah Obat yang Dibutuhkan = Berat Badan (kg) x Dosage Obat per kg
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa cara ini mungkin kurang akurat dibandingkan dengan metode penghitung dosis yang lama karena umur belum tentu mencerminkan bobot tubuh. Berikut rumus untuk menghitung dosis obat sesuai ketentuan Fried:
Da = (m : 150) x Dd
Keterangan:
Da: Dosis anak atau dosis obat yang diperlukan
m: umur anak (dalam hitungan bulan)
Dd: Dosis dewasa
Dosis yang Diperlukan = (Usia Anak dalam Tahun : Usia Anak Ditambah 12 Tahun) x Dosis Dewasa
Dosis yang Dibutuhkan = (Bobot Badan Si Kecil dalam Pon / 150) x Dosis Orang Dewasa
Setelah mempelajari formula-nya, marilah kita tinjau sejumlah contoh masalah atau pertanyaan tentang bagaimana menghitung dosis obat dengan akurat. Di bawah ini adalah beberapa ilustrasi soal berkaitan dengan penetapan dosis obat:
Jawaban:
Jumlah yang dibutuhkan adalah 225 mg.
Dosis yang tersedia adalah 150 mg.
Kuantitas Tablet Yang Dibutuhkan = Kuantitas Tablet Yang Diinginkan / Kuantitas Yang Sudah Ada
Jumlah Tablet yang Dibutuhkan = 225 : 150 = 1,5
Oleh karena itu, dosis obat yang dibutuhkan adalah 1,5 tablet. Dengan memiliki dua tablet, satu tablet bisa dipotong menjadi dua bagian dan setengahnya lagi diminum untuk mencapai total dosis 1,5 tablet.
Jawaban:
Volume obat yang dibutuhkan = (Jumlah Yang Diharapkan ÷ Jumlah Tersedia) × Volume
Volume obat yang dibutuhkan = (40 : 50) × 2 ml = 1,6 ml
Jawaban:
Jumlah Obat yang Dibutuhkan = Bobot Tubuh (dalam kg) × Dosisk Obat tiap kg
Dosis Obat yang Diperlukan = 20 x 5 = 100 mg
Maka, khusus pasien dengan berat 20 kg harus mengonsumsi obat sebanyak 100 mg per hari.
Jawaban:
Da = (m : 150) × Dd
Da = (9 : 150) x 500 = 30
Maka, dosis obat paracetamol untuk anak usia 9 bulan adalah 30 mg
Jawaban:
Jumlah Dosis Yang Dibutuhkan = (Umur Anak dalam Tahun dibagi dengan Penambahan Umur Anak sebesar 12 Tahun) dikalikan dengan Dosis untuk Orang Dewasa
Dosis yang Dibutuhkan = (4 : 16) x 200 = 50
Oleh karena itu, dosis obat X untuk anak usia 4 tahun adalah 50 mg.
Jawaban:
Dosis Yang Diinginkan = (Bobot Anak dalam Pon / 150) x Dosis Orang Dewasa
Dosis yang Dibutuhkan = (60 : 150) x 300 = 120
Oleh karena itu, dosis obat X untuk anak dengan berat badan 60 pon adalah 120 mg.
Berikut adalah uraian tentang bagaimana mengukur dosis obat dengan tepat, apakah itu untuk orang dewasa atau anak-anak. Mudah-mudahan informasi ini bisa memandu kita supaya selalu teliti saat menyediakan pengobatan dan hal tersebut akan mendorong pemulihan menjadi lebih cepat.
Komentar
Posting Komentar