Postingan

Menampilkan postingan dengan label industri pertambangan

Perdana, Cina temukan cadangan emas bawah laut, terbesar di Asia

Gambar
Cina menemukan cadangan emas bawah laut pertamanya di lepas pantai Laizhou, Yantai, Provinsi Shandong. Beijing mengklaim temuan ini merupakan yang terbesar di Asia.  Pemerintah Kota Yantai tidak mengungkap rincian jumlah cadangan emas bawah laut tersebut. Mereka hanya mengatakan temuan ini telah meningkatkan cadangan emas terbukti d Laizhou menjadi lebih dari 3.900 ton (137,57 juta ons). Jumlah ini setara 26% cadangan nasional. “Menjadikan (kota ini) sebagai area teratas dari sisi cadangan emas maupun produksi di Cina,” kata pemerintah Yantai, dikutip dari South China Morning Post , Senin (22/12). Cina secara bertahap telah meningkatkan kegiatan eksplorasi mineral, dengan total investasi mencapai 450 miliar Yuan sejak 2021. Dari nominal tersebut, pemerintah Negeri Panda menemukan 150 cadangan mineral. Pada bulan lalu, Kementerian Sumber Daya Alam Cina juga mengumumkan adanya cadangan emas kadar rendah sebanyak 1.444,49 ton atau 50,95 juta ons. Cadangan yang ditemukan di provinsi Li...

Menavigasi Transformasi Kompleks Sektor Pertambangan Nasional dan Tantangan Trilemma Energi

Gambar
SEPUTAR CIBUBUR – Dengan alam yang kaya akan nikel, tembaga, hingga bauksit, Indonesia memainkan peran kunci bagi lahirnya industri masa depan, termasuk kendaraan listrik hingga solusi energi rendah karbon. Di sisi lain, dinamika geopolitik serta ketidakpastian pasar global menuntun sektor pertambangan nasional memasuki fase transformasi yang semakin kompleks.  Menanggapi dinamika tersebut, DBS Bank Ltd (Bank DBS) menggelar The 4th Metal and Mining Forum 2025: Forging Global Connections sebagai wadah bagi para pemimpin industri di seluruh value chain, dari hulu hingga hilir, untuk membahas tantangan sektor yang krusial, perkembangan regulasi, serta tren terbaru sektor logam dan mineral. Forum berbasis industri ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dari para ahli di kawasan Asia sekaligus mendorong masuknya investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia. Pemerintah Indonesia menetapkan 47 komoditas sebagai “mineral kritis” karena perannya yang penting bagi pembangunan ekonomi da...