Postingan

Menampilkan postingan dengan label pengelolaan air

Soal Air Bersih di Kota Batam, Kepala BP Batam Minta ke PT Moya Tidak Eskalasi lagi di Bulan Ramadhan

Gambar
TANJUNGPINANG PIKIRANRAKYAT- Menanggapi unjuk rasa hari Kamis 22/1/2026 digelar Warga Tanjung Sengkuang, Batuampar, Kota Batam persoalan krisis air dalam kesempatan itu menuntut Tritura. Dalam tuntutan Tritura harus ditandatangani oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad, berisi meminta BP Batam segera mengalirkan air ke Tanjung Sengkuang Warga meminta BP Batam mencarikan solusi agar air mengalir ke Tanjung Sengkuang Jika tuntutan poin 1 dan 2 tidak dipenuhi, kepala BP Batam diminta mundur. Akhirya Kepala BP Batam Amsakar Achmad menggelar rapat bersama PT Moya membahas permasalahan air di Kota Batam yang menegasn tidak ada esklalasi saat bulan Ramadhan 1447 H. Dalam rapat tersebut terungkap perintah dan permintaan Kepala BP Batam terhadap PT Moya Air Batam Hilir untuk menyelesaikan masalah air di Batam dengan tuntas, berharap tidak ada lagi masalah terkait air bersih di bulan  Ramadhan. Rapat itu dihadiri Wakil BP Li Claudia  Chandra bersama sejumlah deputi tampak terlihat berjalan ...

Sebulan jelang bulan puasa, warga Rantau Panjang butuh meunasah

Gambar
Ringkasan Berita: Komunitas pecinta mobil offroad dari Xtrim Langsa kembali menyambangi warga terdampak bencana banjir bandang Masyarakat Gampong Rantau Panjang sangat membutuhkan meunasah dan sumur bor air bersih menjelang bulan suci Ramadhan Warga di daerah pedalaman berada di paling ujung wilayah Kabupaten Aceh Timur berbatasan dengan Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara itu, terpaksa tinggal di tenda darurat Kami saat ini sangat membutuhkan rumah ibadah sementara, karena mushala yang sebelumnya kami gunakan sebagai tempat ibadah rusak disapu banjir.  SAID RIDWAN , Keuchik Rantau Panjang menggapaiasa.com, LANGSA - Masyarakat Gampong Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, sangat membutuhkan meunasah dan sumur bor air bersih menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H. Rumah ibadah yang mereka gunakan selama ini rusak tidak bisa dipakai lagi akibat disapu banjir akhir tahun 2025 lalu, sedangkan masjid utama Desa Rantau Panjang sedang dalam proses pembangunan.  S...

Luapan sungai kembali rendam persawahan, petani minta normalisasi Kali Asin

Gambar
menggapaiasa.com - Hamparan hijau sawah di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, berubah menjadi lautan air dalam beberapa hari terakhir. Genangan yang tak kunjung surut itu membuat para petani diliputi kecemasan, karena tanaman padi yang baru memasuki fase awal pertumbuhan kini berada di ambang kegagalan. Banjir merendam ratusan hektar sawah akibat luapan Kali Asin. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai lebih dari 30 sentimeter, setara betis orang dewasa. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi padi yang baru berusia sekitar satu bulan dan belum cukup kuat untuk bertahan dalam genangan air terlalu lama. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Widasari, H Surahman, mengatakan bahwa waktu menjadi faktor penentu bagi keselamatan tanaman. Jika air tidak segera surut dalam dua hingga tiga hari, padi dipastikan akan membusuk dan mati. “Kalau lebih dari tiga hari terendam, tanaman pasti rusak. Itu artinya petani gagal tanam dan rugi besar,” ujar Surahman saat ditemui, ...

Hujan deras, elevasi waduk PLTA Koto Panjang tembus 77,97 MDPL

Gambar
BANGKINANG (menggapaiasa.com.CO) – Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah hulu berdampak pada naiknya elevasi permukaan air Waduk PLTA Koto Panjang. Hingga Sabtu (27/12/2025), ketinggian air waduk tercatat mencapai 77,97 meter di atas permukaan laut (MDPL). Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan tersebut berpengaruh langsung terhadap debit air yang masuk ke waduk. Saat ini, debit inflow tercatat sebesar 167,35 meter kubik per detik. Sementara itu, debit air keluar atau outflow melalui turbin berada pada angka yang sama, yakni 167,35 meter kubik per detik. Berdasarkan data pemantauan pada Jumat (26/12/2025), elevasi waduk sempat menyentuh level 77,98 MDPL. Pada periode tersebut, outflow turbin tercatat sebesar 171,71 meter kubik per detik, seiring dengan inflow waduk yang juga berada di angka 171,71 meter kubik per detik. “Sebelumnya, pada Jumat (26/12/2025) pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada di angka...

TNI dan Unhan salurkan mesin penjernih air untuk korban bencana di Sumut

Gambar
menggapaiasa.com.CO.ID, JAKARTA, – TNI bersama Universitas Pertahanan RI telah menyalurkan mesin penjernih air kepada para korban bencana yang mengungsi di Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Sumatra Utara. Mesin ini dirancang untuk mengubah air kotor menjadi air bersih yang layak konsumsi, memenuhi kebutuhan pengungsi akan air bersih. Menurut siaran pers yang diterima di Jakarta pada Minggu, mesin penjernih air tersebut memanfaatkan teknologi fiber reinforced plastic (FRP) sebagai tabung filtrasi utama. Sistem ini dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan dengan beberapa lapisan media penyaring seperti manganese ferrolit dan manganese zeolit untuk mengurangi kandungan logam dan kekeruhan, karbon aktif untuk menyerap bau dan zat pencemar organik, serta silika untuk memperhalus hasil penyaringan. Sersan Mayor Dua Kadet Ronald Marcus Sihite dari Program Studi Teknik Sipil FTTP Unhan menjelaskan bahwa setelah tahap filtrasi, air diproses lebih lanjut dengan teknologi reverse...

PDAM Tirta Siak matikan aliran air bersih ke Kampung Dalam Pekanbaru

Gambar
menggapaiasa.com , PEKANBARU — Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Siak menghentikan sementara suplai air di Kelurahan Kampung Dalam sebagai langkah penertiban untuk menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan menemukan banyak pelanggan nonaktif serta pelanggan dengan tunggakan besar yang masih menerima aliran air. Kondisi itu membuat air yang keluar tidak tercatat sebagai pendapatan dan memicu tingginya NRW. Pelaksana tugas Direktur Perumda Air Minum Tirta Siak Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan kondisi ini telah menyebabkan kerugian signifikan bagi perusahaan. "Selain tidak tercatat sebagai pendapatan resmi, air yang tetap mengalir ke sambungan bermasalah tersebut menyebabkan tingginya NRW yang selama ini membebani operasional," ujarnya, Rabu (10/12/2025). Ia menambahkan, langkah penertiban diperlukan untuk menjaga keberlanjutan layanan dan mencegah kebocoran aset perusahaan. “Kami harus mengambil langkah ini demi ...

Rico Waas temukan penyempitan pemicu banjir di Sungai Batuan

Gambar
menggapaiasa.com— Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyusuri pinggiran Sungai Batuan yang dipenuhi pecahan keramik, sampah, dan semak belukar saat meninjau aliran sungai di Jalan Sumber Amal, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (9/12). Dalam peninjauan itu, ia melihat langsung terjadinya penyempitan aliran yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan tersebut. “Dulu lebar sungai ini 6,5 meter, lalu menyempit menjadi 4,5 meter, dan kini tinggal sekitar 2,5 meter. Ini akan kita lebarkan kembali minimal 4,5 meter,” ujarnya usai melakukan pemeriksaan di lokasi. Rico Waas menekankan agar perbaikan segera dilakukan untuk mencegah banjir akibat luapan air sungai.  "Saya tidak mau kawasan ini banjir lagi," ucapnya.  Peninjauan kemudian berlanjut ke kawasan Green Park STM Ujung di Jalan Inspeksi Kanal Medan Johor, wilayah yang berbatasan langsung dengan Medan Amplas. Di titik ini terdapat pintu air yang diduga mempersempit ruang aliran ai...

Merawat Sungai demi Kesejahteraan

Gambar
Oleh: Rohmanur Aziz & Yusril Perdiansyah Dosen UIN SGD Bandung   Musim hujan kem­­bali tiba, dan masyarakat Jawa Barat kembali diingatkan pada peristiwa banjir yang melanda berbagai wilayah akibat meluapnya sungai yang dangkal, penuh sampah, dan dipenuhi bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS). Beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi viral setelah mengunggah video aksi penanganan banjir di Bogor, Depok, dan Be­kasi—wilayah yang selama bertahun-tahun dianggap bu­ruk dalam tata kelola su­ngai dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat di hilir. Meski tata kelola sejumlah DAS kini relatif membaik, kondisi serupa belum merata. DAS besar seperti Cita­rum, Cikijing, Cikeruh, Cita­rik di Kabupaten Bandung, Cikapundung di Kota Bandung, Cimanuk di Garut, Ci­mandiri, Cikaso, Cipalabuh­an, Cibojong, Cileh di Suka­bumi, Ciputih, Singaraja, dan Ciberes di Cirebon masih membutuhkan perhatian se­rius melalui perawatan yang konsisten. Sungai Citarum, sebagai salah satu aset eko...

Pintu Penahan Air dari Bupati Bandung Kang DS Jadi Solusi Banjir Dayeuhkolot, Warga Beri Apresiasi Positif

Gambar
menggapaiasa.com Pintu penahan air dari Bupati Bandung Kang DS atau yang memiliki nama lengkap Dadang Supriatna menjadi solusi tepat dalam mencegah banjir Dayeuhkolot. Warga pun memberi apresiasi positif atas kebijakan dan langkah nyata tersebut. Setelah sekian lanma, masalah banjir kiriman yang kerap meresahkan warga Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kini mulai teratasi berkah pintu penahan air dari Bupati Bandung Kang DS. Salah satu penyebab utama banjir selama ini adalah sampah kiriman yang terbawa aliran air dari wilayah Kota Bandung dan sekitarnya, terutama saat hujan deras turun. Wilayah terdampak seperti RW 17, RW 09 Pasigaran, hingga RW 13 Kampung Sukabirus sempat menjadi langganan luapan air yang bercampur sampah. Namun, kini kondisinya jauh lebih baik berkat pembangunan langkah konkret Bupati Bandung Dadang Supriatna yang membangun Pintu Penahan Air di sekitar Jembatan Pasigaran Dayeuhkolot. “Dulu tiap hujan besar, sampah-sampah dari aliran atas m...