Thailand pakai senapan Tavor, Galil, hingga NG-5 asal Israel dalam perang lawan Kamboja

Ringkasan Berita:
- Militer Thailand kepergok memakai senjata ringan buatan Israel seperti Tavor TAR-21, Galil ACE, dan senapan mesin ringan IMI NG-5 dalam konflik perbatasan melawan Kamboja.
- Bangkok diketahui telah lama menjalin kerja sama pertahanan dengan Tel Aviv, mencakup senjata infanteri, rudal Spike MR, artileri ATMOS 2000, sistem roket PULS, drone, hingga pertahanan udara Barak MX.
- Fakta ini sekaligus menunjukkan semakin luasnya pasar dan pengaruh industri persenjataan Israel di kawasan Asia Pasifik.
menggapaiasa.comAngkatan bersenjata Thailand menggunakan senjata ringan buatan Israel dalam konflik perbatasan melawan Kamboja.
Fakta ini mencuat setelah beredar rekaman video dan foto yang diunggah tentara Thailand di media sosial yang memperlihatkan penggunaan berbagai senjata ringan produksi industri pertahanan Israel di medan operasi.
Adapun jenis senjata ringan yang dipakai meliputi Tavor TAR-21, senjata standar infanteri Israel yang dikenal dengan desain bullpup dan akurasi tinggi.
Selain itu, tampak pula Galil ACE, senapan serbu modern yang dikembangkan dari platform Galil klasik, serta IMI NG-5, senapan mesin ringan yang dirancang untuk memberikan daya tembak berkelanjutan di medan tempur.
Penggunaan senjata tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan global industri persenjataan Israel dan memperlihatkan kedalaman hubungan pertahanan antara Bangkok dan Tel Aviv di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Asia Tenggara.
Senjata Israel Bukan Hal Baru Bagi Thailand
Mengutip dari Arab News, penggunaan senjata ringan Israel bukanlah hal baru bagi militer Thailand.
Selama beberapa tahun terakhir, Bangkok diketahui memperkuat kerja sama pertahanan dengan Tel Aviv melalui pembelian berbagai sistem persenjataan.
Thailand memandang Israel sebagai mitra teknologi pertahanan yang mampu menyediakan sistem senjata modern, efektif, dan relatif fleksibel dalam hal transfer teknologi.
Alasan itu yang mendorong Bangkok secara konsisten memperkuat kerja sama pertahanan dengan Tel Aviv guna meningkatkan kemampuan tempur dan modernisasi alat utama sistem persenjataan terutama di sektor senjata infanteri dan sistem tempur darat.
Senapan-senapan buatan Israel dipilih karena dikenal tangguh, akurat, dan cocok digunakan di medan tropis serta wilayah perbatasan yang sulit.
Di sektor artileri, Thailand menggunakan howitzer berbasis pada sistem ATMOS 2000.
Sementara dalam peperangan udara nirawak, militer Thailand dilengkapi drone Hermes 900, serta sistem drone Orbiter, Aerostar, dan Dominator XP yang berfungsi untuk pengintaian dan pengawasan wilayah perbatasan.
Kerja sama tersebut tidak berhenti pada senjata infanteri. Thailand juga mengoperasikan rudal antitank Spike MR buatan Rafael, yang dirancang untuk menghadapi kendaraan lapis baja dan target bernilai tinggi di medan perang.
Rudal ini memberikan kemampuan serangan presisi jarak menengah yang sebelumnya terbatas dalam arsenal Thailand.
Selain itu, Bangkok bekerja sama dengan Elbit Systems dalam pengadaan sistem artileri roket berbasis platform PULS (Precise & Universal Launching System).
Sistem tersebut memungkinkan Thailand meluncurkan berbagai jenis roket dengan jangkauan dan akurasi tinggi, sekaligus meningkatkan daya gempur artileri secara signifikan.
Bahkan baru-baru ini sebelum bentrokan dengan Kamboja kembali pecah, Thailand juga mengumumkan pembelian sistem pertahanan udara Barak MX dari Israel Aerospace Industries.
Senjata ini diborong untuk menghadapi ancaman udara, termasuk pesawat tempur, drone, dan rudal jelajah, serta memperkuat lapisan pertahanan udara nasional Thailand.
Lewat pembelian paket senjata tersebut data perdagangan internasional yang dilaporkan oleh United Nations COMTRAD yang dikutip dari Trading Economics mencatat total ekspor senjata Israel ke Thailand selama 2024 mencapai 358,1 juta dolar AS atau setara Rp 5,9 triliun.
Asia Pasifik Jadi Pasar Penting Israel
Selain Thailand, selama beberapa tahun terakhir Israel menjadikan kawasan Asia Pasifik jadi tujuan ekspor senjata.
Menurut Kementerian Pertahanan Israel, 23 persen ekspor senjata Israel pada 2024 ditujukan ke kawasan Asia Pasifik.
Negara-negara di kawasan ini, seperti India, Thailand, Korea Selatan, atau negara ASEAN lainnya, termasuk di antara pembeli utama.
Sementara itu, 12 persen dialokasikan ke Timur Tengah dan Afrika Utara.
Data geografis ini menunjukkan betapa pentingnya permintaan dari Asia Pasifik bagi produsen sistem pertahanan Israel, di mana negara-negara di kawasan tersebut membeli berbagai jenis weapon system.
Termasuk sistem pertahanan udara, roket, dan teknologi militer lainnya yang diproduksi oleh perusahaan seperti Israel Aerospace Industries, Elbit Systems, dan Rafael Advanced Defense Systems.
Hal ini juga mencerminkan strategi Tel Aviv yang memperluas hubungan dagang pertahanan tidak hanya di Eropa tetapi juga secara signifikan di Asia dan kawasan Pasifik, sebagaimana dikutip dari Defense News
(menggapaiasa.com/ Namira)
Posting Komentar untuk "Thailand pakai senapan Tavor, Galil, hingga NG-5 asal Israel dalam perang lawan Kamboja"
Posting Komentar