Susno Duadji sebut kemungkinan penyebab anak Maman Suherman tewas meski tak ada barang hilang - MENGGAPAI ASA

Susno Duadji sebut kemungkinan penyebab anak Maman Suherman tewas meski tak ada barang hilang

Susno Duadji sebut kemungkinan penyebab anak Maman Suherman tewas meski tak ada barang hilang
Ringkasan Berita:
  • Tidak ada barang berharga yang hilang, Susno Duadji menilai motif pembunuhan mengarah pada upaya menyakiti keluarga korban, bukan perampokan.
  • Pelaku belum tentu orang dalam rumah; kemungkinan orang luar masuk karena kelalaian keamanan masih terbuka.
  • Polisi masih menyelidiki motif dan pelaku, menunggu hasil autopsi, serta mengandalkan bukti saintifik seperti sidik jari, DNA, dan jejak digital.
 

menggapaiasa.com, CILEGON- Kasus tewasnya MAHM (9), anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, Maman Suherman, sudah hampir sepekan.

Namun hingga kini polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuh korban. 

Sempat dianggap perampokan, tidak adanya benda hilang membuat kasus ini dianggap sebagai kasus pembunuhan.

Motif peristiwa yang menjadi latar belakang pembunuhan semakin berkembang di masyarakat.

Kasus ini juga memantik respons dari eks Kabareskrim, Komjen (purn) Susno Djuadi.

Tidak Ada Barang Hilang, Motif Perampokan Diragukan

Susno Duadji, menilai ketiadaan barang yang raib menjadi petunjuk penting dalam mengungkap motif pembunuhan tersebut.

“Barang-barang berharga masih lengkap, tidak ada yang hilang,” kata Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan.

Hal serupa disampaikan Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid yang menyebut ponsel milik keluarga korban juga masih berada di rumah dan tidak disentuh pelaku.

Ada Indikasi Menyakiti Keluarga Korban

Berdasarkan fakta tersebut, Susno menduga pelaku memiliki motif untuk menyakiti keluarga korban secara psikologis.

“Kalau tidak ada satu pun barang yang hilang, dugaan motifnya mengarah pada upaya menyakiti keluarga korban, bisa karena sakit hati atau balas dendam,” ujar Susno, Minggu (21/12/2025).

Menurutnya, pembunuhan tersebut tidak bertujuan mengambil keuntungan materi, melainkan memberi luka mendalam kepada keluarga.

Pelaku Belum Tentu Orang Dalam Rumah

Meski begitu, Susno mengingatkan agar kesimpulan tidak ditarik secara tergesa-gesa. Ia menilai pelaku belum tentu orang yang sudah berada di dalam rumah.

“Rumah yang dianggap aman bisa saja lengah. Pintu gerbang tidak dikunci, atau orang masuk dengan cara melompati pagar,” jelasnya.

Ia menyebut kemungkinan pelaku berasal dari luar rumah tetap terbuka dan perlu didalami secara objektif.

Polisi Masih Dalami Motif dan Pelaku

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. AKP Sigit Dermawan mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung.

“Motifnya masih dalam pendalaman. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni pembunuhan atau ada motif lain,” ujarnya.

Polisi juga belum menemukan senjata atau alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

CCTV Rusak, Susno Soroti Bukti Saintifik

Diketahui, CCTV di rumah korban tidak berfungsi dan disebut telah rusak sejak dua minggu sebelum kejadian.

Namun menurut Susno, hal itu bukan satu-satunya penentu pengungkapan kasus.

“Alat bukti saintifik seperti sidik jari, DNA, dan jejak digital tidak bisa berbohong,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan sidik jari di pintu, meja, maupun benda di sekitar lokasi kejadian.

Jejak Digital hingga DNA Jadi Kunci

Selain itu, Susno menyarankan penyidik menelusuri komunikasi digital melalui ponsel korban, keluarga, hingga saksi lain.

“WhatsApp, SMS, dan panggilan telepon bisa memberikan petunjuk penting,” ujarnya.

Jika belum cukup, tes DNA dinilai dapat mengungkap siapa pun yang sempat berada di sekitar lokasi kejadian.

Polisi Periksa 8 Saksi, Autopsi Ditunggu

Sejauh ini, polisi telah memeriksa delapan saksi dari pihak keluarga maupun luar keluarga korban. Hasil autopsi korban masih ditunggu untuk memperjelas penyebab kematian dikutip dari Tribunnews

Penyelidikan terus berlanjut guna mengungkap pelaku dan motif di balik kematian MAHM yang hingga kini masih menjadi misteri.

Kronologi Kejadian

Peristiwa pembunuhan itu terungkap sekitar pukul 14.20 WIB, saat Maman Suherman menerima telepon dari anak keduanya yang terdengar panik dan meminta pertolongan. 

Maman yang sedang bekerja langsung bergegas pulang ke rumah dan setibanya di lokasi, dia mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat. 

Korban kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon. Namun, nyawanya tidak tertolong. 

Hasil pemeriksaan awal menyebutkan bahwa korban meninggal akibat luka tusuk benda tajam.

Dapatkan Informasi lain dari menggapaiasa.comvia saluran Whatsapp di sini

Baca berita menggapaiasa.comlainnya di Google News

Posting Komentar untuk "Susno Duadji sebut kemungkinan penyebab anak Maman Suherman tewas meski tak ada barang hilang"