Sisa noda jadi masalah besar, edukasi pemilahan sampah ini penting untuk daur ulang yang berkualitas - MENGGAPAI ASA

Sisa noda jadi masalah besar, edukasi pemilahan sampah ini penting untuk daur ulang yang berkualitas

Sisa noda jadi masalah besar, edukasi pemilahan sampah ini penting untuk daur ulang yang berkualitas

menggapaiasa.comKesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus didorong, namun praktik di lapangan masih kerap menemui kendala.

Salah satu persoalan yang sering luput diperhatikan adalah kebiasaan membuang sampah plastik dalam kondisi masih bernoda.

Padahal, sisa saus, minyak, kuah, atau cairan berbau yang menempel bisa berdampak besar pada proses daur ulang.

Dilansir dari laman Instagram green generation yang beredar menunjukkan bahwa noda kecil pada sampah plastik berpotensi menjadi pembawa malapetaka dalam sistem daur ulang.

Ketika sampah plastik yang masih kotor masuk ke tahap pemanasan, sisa kotoran tersebut dapat meleleh dan menyatu dengan sampah lain. Akibatnya, kualitas bahan daur ulang menurun secara drastis atau bahkan gagal diproses.

Dalam panduan yang disampaikan, masyarakat tidak dituntut mencuci sampah hingga benar-benar bersih.

Cukup menggunakan sedikit sisa air minum untuk menghilangkan lengket atau kotoran yang menempel.

Langkah sederhana ini dinilai jauh lebih efektif dibanding membuang sampah plastik dalam kondisi basah dan bernoda.

Setelah dibilas ringan, sampah plastik disarankan untuk dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan penting agar sampah tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari sampah lain saat dikumpulkan.

Selain itu, barang yang masih memiliki label plastik sebaiknya dilepaskan sebelum dibuang atau disalurkan ke tempat daur ulang.

Jika barang tersebut memang hendak dibuang, pastikan kondisinya sudah kering saat dimasukkan ke tempat sampah daur ulang.

Langkah ini bertujuan untuk mempermudah kerja operator dan meningkatkan kualitas hasil daur ulang. Operator daur ulang diketahui membutuhkan waktu lama untuk mencuci jutaan sampah yang tercampur kotoran.

Ironisnya, niat baik masyarakat dalam memilah sampah sering berakhir sia-sia karena sampah yang dikumpulkan tetap tercemar.

Sampah bernoda membuat seluruh batch daur ulang berisiko ditolak atau berakhir di tempat pembuangan akhir. Inilah yang disebut sebagai degradasi kualitas daur ulang.

Dampak lebih jauh dari sampah bernoda tidak hanya berhenti pada proses industri. Satu butir sampah yang salah penanganan dapat merusak peluang udara bersih dan mendorong pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah yang benar menjadi sangat krusial.

Membersihkan sisa noda, mengeringkan, dan memilah sampah dengan benar merupakan kontribusi nyata bagi lingkungan. Dengan kebiasaan sederhana tersebut, sistem daur ulang dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Sisa noda jadi masalah besar, edukasi pemilahan sampah ini penting untuk daur ulang yang berkualitas"