Roket BM-21 Kamboja menyerang Sisaket, Thailand pastikan tidak ada rencana untuk menghentikan pertempuran

KABAR CIREBON - Bentrokan militer Thailand dengan Kamboja tidak sekadar sengketa wilayah perbatasan tapi juga memperebutkan kuil-kuil yang dikeramatkan.
Tidak bisa mungkiri, baik Thailand maupun Kamboja ingin menguasai Kuil Prasat Ta Krabey dan Prasat Ta Muen Thorn. Seperti diketahui, kuil menjadi bangunan yang sangat berarti bagi kedua negara itu.
Sejak baku tembak terjadi di perbatasan Thailand-Kamboja, ribuan warga sipil sudah mengungsi, mencari tempat yang lebih aman. Walau begitu, tetap saja mereka sering menjadi korban pertempuran.
Para pengungsi Kamboja mengatakan mereka khawatir akan orang-orang terkasih mereka yang terdampar di Thailand setelah Kamboja menutup semua penyeberangan perbatasan dengan negara tetangganya di utara.
Militer Thailand melaporkan bentrokan "tegang" di lokasi-lokasi kuil yang diperebutkan, termasuk Prasat Ta Krabey dan Prasat Ta Muen Thorn.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Kamboja mengatakan Thailand menyerang tiga desa di provinsi Banteay Meanchey dan melakukan serangan udara di salah satunya. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Tentara Kerajaan Thailand menekankan bahwa mereka "tidak pernah menyebutkan" gencatan senjata dan bahwa "tidak ada rencana" untuk menghentikan pertempuran.
Tentara Thailand melaporkan kematian seorang warga sipil di provinsi perbatasan Sisaket setelah Kamboja meluncurkan roket BM-21 di daerah tersebut.
Pria itu diidentifikasi sebagai Don Patchapan (63 tahun). Pecahan roket mengenainya ketika roket mendarat di "pusat komunitas dan sebuah sekolah" di distrik Kantharalak, kata militer.
Foto-foto yang diposting oleh militer menunjukkan kantong jenazah diangkat ke dalam ambulans dan sebuah rumah yang rusak dikelilingi puing-puing.***
Posting Komentar untuk "Roket BM-21 Kamboja menyerang Sisaket, Thailand pastikan tidak ada rencana untuk menghentikan pertempuran"
Posting Komentar