Pertarungan box office dimulai! Avatar 3 vs Agak Laen, dan tantangan baru dari film debut Iko Uwais - MENGGAPAI ASA

Pertarungan box office dimulai! Avatar 3 vs Agak Laen, dan tantangan baru dari film debut Iko Uwais

Pertarungan box office dimulai! Avatar 3 vs Agak Laen, dan tantangan baru dari film debut Iko Uwais

menggapaiasa.com Industri bioskop Indonesia tengah memanas menyusul rilisnya film blockbuster global, Avatar: Fire and Ash, yang langsung memimpin perolehan penonton harian.

Di sisi lain, film komedi lokal Agak Laen: Menyala Pantiku! menunjukkan daya tahan luar biasa dengan berhasil mempertahankan jutaan penonton meskipun jatah layar terpotong signifikan.

 

Avatar 3 Mencetak Angka Fantastis

 

Avatar: Fire and Ash, yang juga dikenal sebagai Avatar 3, resmi tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia sejak Rabu (17/12/2025).

Film garapan sutradara legendaris James Cameron ini langsung mencatat jumlah penonton yang sangat tinggi pada hari pertama penayangannya.

Data dari Cinepoint melaporkan bahwa film ketiga dalam waralaba Avatar ini meraih 468.052 penonton.

Capaian ini mengungguli seluruh film lain yang sedang diputar di bioskop nasional, sekaligus memecahkan rekor pembukaan harian film di tahun 2025.

 

Ketangguhan Agak Laen di Peringkat Ke-4

 

Kehadiran Avatar yang meraup jatah layar terbanyak tidak lantas menyurutkan minat penonton terhadap Agak Laen.

Meskipun layar dipangkas, film produksi Imajinari ini berhasil menghibur 149.765 orang pada hari yang sama.

Secara kumulatif hingga hari ke-21 penayangan, Agak Laen: Menyala Pantiku! telah menyerap 8.020.744 penonton.

Angka ini memastikan posisinya kokoh di peringkat ke-4 film Indonesia terlaris sepanjang masa.

“Alhamdulillah.. di saat film Avatar keluar, film tentang 4 intel gagal ini malah menggenapkan jumlah penonton di angka 8 juta. Agak Laen memang penontonnya,” ungkap Muhadkly Acho melalui akun X.

Dukungan penonton Agak Laen disebut sangat militan, terbukti dari tingkat okupansi yang berlipat lebih dari 2,5 kali lipat setelah showtime dipangkas hampir 60%.

 

Plot Baru: Eksplorasi Pandora Vulkanik dan Suku Abu

 

Film Avatar: Fire and Ash membawa penonton pada eksplorasi baru planet Pandora, berfokus pada wilayah vulkanik yang penuh api dan abu.

Latar yang ekstrem ini menampilkan sisi gelap dunia Pandora yang belum pernah ditampilkan di dua film sebelumnya.

 

Ancaman dari Na’vi Pemberontak

 

Kisah berlanjut setelah peristiwa di film sebelumnya, di mana Jake Sully dan Neytiri harus menghadapi ancaman baru yang semakin kompleks.

Ancaman ini tidak hanya datang dari manusia RDA, tetapi ironisnya juga dari sesama bangsa Na’vi.

Jake dan keluarganya dalam film ini bertemu dengan klan baru, The People of Ash atau Suku Abu.

Suku ini adalah kelompok pengembara yang hidup di kawasan vulkanik ekstrem, yang membuat mereka memiliki karakter lebih keras dan agresif.

Konflik internal di antara bangsa Na’vi ini menyoroti dinamika pertentangan yang rumit, di mana loyalitas diuji di tengah meningkatnya tekanan.

Perjalanan mereka melintasi wilayah yang penuh bahaya ini adalah bagian dari upaya Jake Sully untuk mempertahankan eksistensi bangsa Na’vi di tengah konflik yang semakin runyam.

 

Tantangan Kompetisi Baru

 

Tak hanya melawan dominasi Avatar 3Agak Laen: Menyala Pantiku! hari ini juga kembali mendapat tantangan serius dari film lokal lainnya.

Tantangan tersebut datang dari film Timur, karya perdana Iko Uwais di kursi sutradara.

Film Timur berhasil kebagian jatah layar terbanyak ke-4 setelah AvatarAgak Laen, dan Zootopia 2.

Dengan pencapaian hari pertama yang tinggi dan alur cerita yang segar, Avatar: Fire and Ash diperkirakan akan terus mendominasi bioskop Indonesia, menekan film-film lokal lainnya***

Posting Komentar untuk "Pertarungan box office dimulai! Avatar 3 vs Agak Laen, dan tantangan baru dari film debut Iko Uwais"