Pemkot Batu matangkan strategi hadapi lonjakan wisata dan risiko bencana jelang Nataru

menggapaiasa.comMenjelang periode Natal dan Tahun Baru, Kota Batu kembali bersiap menghadapi peningkatan aktivitas yang signifikan.
Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, lonjakan wisatawan pada akhir tahun tak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga memunculkan tantangan serius pada aspek keamanan, ketertiban, serta potensi bencana alam.
Pemerintah Kota Batu pun mulai mematangkan langkah antisipasi secara menyeluruh.
Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan Pembinaan Kewilayahan Menjelang Nataru dan Antisipasi Bencana yang digelar di Gedung Graha Pancasila, Selasa (16/12/2025).
Forum ini melibatkan aparat penegak hukum, relawan kebencanaan, serta unsur lintas sektor yang memiliki peran strategis dalam pengamanan wilayah.
Fokus utama diarahkan pada pengelolaan dampak sosial, penguatan sektor ekonomi, dan peningkatan sistem keamanan selama masa libur panjang.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa momentum akhir tahun bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan periode krusial yang menuntut kesiapan ekstra.
Menurutnya, pergerakan manusia dan kendaraan meningkat tajam, diiringi aktivitas ekonomi berskala besar yang harus dikendalikan secara terstruktur dan terkoordinasi.
Ia juga mengingatkan bahwa periode Nataru bertepatan dengan musim hujan, sehingga potensi cuaca ekstrem dan bencana alam perlu diantisipasi sejak dini.
Risiko tersebut tidak hanya muncul dari kepadatan aktivitas wisata, tetapi juga dari kondisi alam yang sulit diprediksi.
Oleh karena itu, mitigasi bencana di destinasi-destinasi rawan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Di sisi sosial, Pemkot Batu memastikan perayaan Natal dan kegiatan peribadatan dapat berlangsung aman dan kondusif.
Selain itu, pengelolaan sampah serta aktivitas pariwisata diharapkan tetap terkendali agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan.
Pemerintah juga menyoroti tantangan ekonomi, terutama potensi inflasi yang kerap muncul akibat lonjakan permintaan selama libur panjang.
Peningkatan jumlah wisatawan disebut berdampak langsung pada kebutuhan bahan pokok penting, bahan bakar minyak, hingga harga paket wisata.
Untuk itu, Pemkot Batu menekankan pentingnya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga agar masyarakat maupun wisatawan tidak dirugikan.
Pengawasan distribusi dan koordinasi lintas instansi pun diperkuat.
Dari sisi keamanan dan lalu lintas, lonjakan kunjungan berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik strategis, meningkatnya risiko kecelakaan, serta membludaknya pengunjung di objek wisata favorit.
Nurochman meminta seluruh dinas terkait bersinergi menata wilayah kota, mulai dari pemasangan rambu insidentil, memastikan penerangan jalan umum berfungsi optimal, hingga menertibkan parkir liar.
Sementara itu, Polres Batu turut menyiapkan langkah pengamanan melalui Operasi Lilin.
Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo, menyampaikan bahwa pengamanan Nataru mencakup rekayasa lalu lintas, pengamanan ibadah Natal, serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem.
Pihak kepolisian juga tengah menyusun pembagian tugas personel secara rinci.
Sebanyak tujuh pos disiapkan di berbagai titik, terdiri dari enam pos pengamanan dan satu pos pelayanan.
Pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi mengurai kemacetan, tetapi juga melakukan kaji cepat terhadap permasalahan lalu lintas dan keamanan di lapangan.
Dengan sinergi lintas sektor ini, Kota Batu berharap perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak.***
Posting Komentar untuk "Pemkot Batu matangkan strategi hadapi lonjakan wisata dan risiko bencana jelang Nataru"
Posting Komentar