MSF desak Israel buka akses, anak-anak Gaza tewas kedinginan - MENGGAPAI ASA

MSF desak Israel buka akses, anak-anak Gaza tewas kedinginan

DOKTER Lintas Batas (MSF) memperingatkan bahwa anak-anak Palestina yang ada di Jalur Gaza tewas akibat cuaca dingin.

Organisasi kemanusiaan itu menyeru Israel agar mengizinkan peningkatan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk menolong warga Palestina menghadapi kondisi musim dingin yang ekstrem.

Dalam pernyataannya, MSF menyebutkan bahwa seorang bayi berusia 29 hari meninggal dunia di Rumah Sakit Nasser, Gaza selatan, hanya dua jam setelah tiba di bangsal anak yang didukung MSF.

“Terlepas dari seluruh upaya perawatan, bayi tersebut tidak dapat diselamatkan. Ia meninggal akibat hipotermia berat,” demikian pernyataan MSF seperti dikutip Antara pada Sabtu.

MSF memperingatkan bahwa cuaca musim dingin yang keras, ditambah dengan kondisi kehidupan yang sudah sangat memprihatinkan, semakin meningkatkan risiko kesehatan.

Organisasi tersebut mencatat bahwa timnya terus menemukan tingkat infeksi saluran pernapasan yang tinggi. Kasus-kasus tersebut diperkirakan akan meningkat sepanjang musim dingin dan menimbulkan ancaman serius bagi anak-anak di bawah usia lima tahun.

Terkait badai yang melanda, MSF menyatakan bahwa hujan lebat dan badai parah di Gaza memperparah penderitaan ratusan ribu warga Palestina yang tinggal di tenda-tenda darurat yang rapuh dan terendam air.

MSF juga menyerukan kepada otoritas Israel untuk segera mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza dalam skala besar dan secara lebih intensif.

Serangan Israel Terus Terjadi

Israel telah membunuh hampir 70.700 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak Palestina, dan melukai lebih dari 171.100 lainnya dalam serangan di Gaza sejak Oktober 2023, sebelum serangan tersebut berhenti di bawah kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober.

Namun, Israel terus melakukan serangan meski gencatan senjata sudah berlaku.

Dinas Pertahanan Sipil Gaza mengatakan enam orang tewas pada Jumat akibat serangan artileri Israel terhadap sebuah tempat perlindungan. Seperti dilaporkan Arab News, hal itu menjadikan jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel sejak kesepakatan itu berlaku menjadi sedikitnya 401 orang.

Puluhan warga Palestina berkumpul di sebuah rumah sakit di Kota Gaza pada Sabtu untuk berduka atas kematian enam orang, termasuk anak-anak, yang menurut badan pertahanan sipil tewas akibat penembakan Israel terhadap tempat penampungan pengungsi.

Militer Israel mengklaim pada Jumat malam bahwa pasukan telah menembak "individu yang mencurigakan untuk menghilangkan ancaman," menambahkan bahwa mereka sedang meninjau insiden tersebut dan "menyesalkan kerugian apa pun yang menimpa individu yang tidak terlibat."

Badan pertahanan sipil Gaza, yang beroperasi sebagai pasukan penyelamat di bawah otoritas Hamas, awalnya mengatakan pada Jumat bahwa penembakan Israel terhadap sekolah yang diubah menjadi tempat penampungan menewaskan lima orang di lingkungan Tuffah di sebelah timur Kota Gaza.

Juru bicara badan tersebut, Mahmud Bassal, memperbarui jumlah korban menjadi enam orang, termasuk anak-anak, pada Sabtu. Ia menambahkan bahwa dua orang masih hilang di bawah reruntuhan.

Direktur Rumah Sakit Al-Shifa Kota Gaza, Mohammed Abu Salmiya, mengatakan bahwa para korban adalah seorang bayi berusia empat bulan, seorang gadis berusia 14 tahun, dua pria, dan dua wanita.

Di dalam kamar mayat rumah sakit pada Sabtu, kerabat mengintip dari balik selimut untuk melihat sekilas orang yang mereka cintai untuk terakhir kalinya.

Di luar, seorang pria yang diliputi kesedihan memeluk tubuh bayi yang dibungkus kain kafan putih.

Lima kantung jenazah lainnya tergeletak di tanah sementara para pelayat berdoa untuk orang-orang yang meninggal.

“Ini bukan gencatan senjata, ini adalah pertumpahan darah,” kata Nafiz Al-Nader, yang menyaksikan serangan itu.

“Kami ingin pertumpahan darah berhenti dan kami tidak ingin kehilangan orang-orang yang kami cintai setiap hari,” katanya.

Posting Komentar untuk "MSF desak Israel buka akses, anak-anak Gaza tewas kedinginan"