Darurat kesehatan mental, Ikatan Psikolog Klinis serukan 7 hal ini

KETUA Umum Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia periode 2025–2029, Retno Kumolohadi menyatakan bahwa pemerintah membutuhkan langkah serius, terarah, dan terukur dalam menangani masalah kesehatan mental di Indonesia. "Tingginya angka depresi, kecemasan, skizofrenia, hingga kasus bunuh diri membuat kebutuhan layanan kesehatan jiwa menjadi semakin mendesak," kata Retno.
Retno menyampaikan tujuh rekomendasi strategis IPK untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa nasional. "Prevalensi masalah dan gangguan jiwa sangat tinggi di Indonesia, dan bisa dikatakan kita sedang darurat. Karena itu, penanganan yang lebih serius sangat dibutuhkan," kata Retno.
Kongres V Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, dengan ini menyatakan maklumat dalam bentuk “Sapta-Darmalaksana”. Hal pertama yang diserukan Retno dan timnya adalah dengan menjadikan kesehatan jiwa sebagai pilar utama ketahanan bangsa. "Serta mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan andal," katanya.
Selanjutnya, Retno pun mendorong agar pemerintah bisa meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan jiwa. Sehingga layanan itu bisa adil, inklusif, dan profesional bagi rakyat Indonesia di seluruh pelosok negeri, melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif.
Ketiga, Retno dan tim meminta pemerintah untuk mengembangkan pendidikan profesi psikolog klinis dan pendidikan berkelanjutan dengan memperkuat kurikulum yang transformatif sesuai kebutuhan masyarakat, standar kompetensi. Pendidikan ini pun diharapkan bisa memperkuat etika profesi yang merujuk pada peraturan perundang-undangan bidang kesehatan yang berlaku.
Keempat, Retno mengatakan organisasinya akan terus berperan aktif mendorong pemerintah untuk membuat regulasi yang mendukung upaya kesehatan jiwa. Hal ini guna memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan jiwa profesional, khususnya psikolog klinis dalam upaya menyukseskan transformasi kesehatan dan implementasi upaya kesehatan jiwa nasional.
Selanjutnya ada pula seruan tim prikolog klinis untuk menguatkan kolaborasi interprofesional dengan tenaga medis, tenaga kesehatan, serta tenaga pendukung/penunjang kesehatan lainnya. Hal ini agar para tenaga kesehatan tersebut bisa memberikan pelayanan yang berkualitas, holistik, dan terintegrasi.
Retno pun mengajak masyarakat untuk membangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam penelitian dan inovasi di bidang kesehatan jiwa. Salah satu caranya bisa melalui pemanfaatan teknologi mutakhir untuk menemukan solusi inovatif dalam penanganan masalah kesehatan jiwa. Terakhir, Retno menyerukan agar masyarakat bisa menguatkan peran keluarga dan komunitas sebagai benteng utama dalam upaya kesehatan jiwa. "Mudah-mudahan masyarakat semakin mengenal psikolog klinis dan layanan kesehatan mental makin mudah diakses semua orang," katanya.
Posting Komentar untuk "Darurat kesehatan mental, Ikatan Psikolog Klinis serukan 7 hal ini"
Posting Komentar