Berjalan bersama menjadi duta damai

Oleh: Pastor Paulus Tri Prasetijo pr
Pastor Gereja Katolik Bandung
“Akan hal ini, Aku yakin sepenuhnya yaitu Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya, pada hari Kristus Yesus,” (Filipi 1:6).\
Dari tanggal 3 sampai 7 November 2025 yang lalu, bertempat di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta telah dilaksanakan SAGKI (Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia) yang ke-5.
Sidang dihadiri 375 orang peserta yang terdiri dari para uskup utusan keuskupan, komunitas kategorial, perwakilan lembaga dan sekretariat di lingkungan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), kaum religius dan awam lintas usia. Tema yang digumuli ialah Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan: Menjadi Gereja Sinodal yang Misioner untuk Perdamaian.
Tema tersebut dirumuskan dari Sidang Para Utusan Uskup 2024 tentang sinodalitas (berjalan bersama), tahun Yubileum 2025 tentang Pengharapan dan pesan Paus Leo XIV tentang Perdamaian. Jadi, kata kuncinya ialah sinodal, misioner, dan perdamaian.
Sinodal berarti melibatkan semuanya. Misioner artinya bergerak keluar dan tak terkungkung dalam diri sendiri. Perdamaian berarti secara proaktif membangun jembatan, kerja sama dan menjadi duta damai.
Sidang ini adalah pesta kasih, iman dan pengharapan yang dirayakan dalam suasana persaudaraan, keramahtamahan, suka cita dan disertai tekad untuk menjadikan nilai-nilai Injili menjadi relevan dan nyata dalam menjawab tantangan zaman.
Sebelumnya sudah dilaksanakan konsultasi di tingkat keuskupan, lalu di tingkat provinsi gerejawi dan akhirnya tingkat nasional. Sesudah SAGKI, dilanjutkan dengan penerapan hasil-hasilnya di regio, keuskupan dan gereja lokal.
Gereja Katolik Indonesia diharapkan bisa membangkitkan semangat misi, terus membarui diri dan semakin sinodal. Ada 4 panggilan misioner, yaitu menyangkut generasi muda, perempuan, usia lanjut dan anggota difabel. Sementara itu panggilan kenabian dan keterlibatan Gereja meliputi melawan pengabaian martabat manusia, perlindungan anak, pendidikan Katolik, pelayaan kesehatan, advokasi hak dan tanah adat, mewartakan Injil di tengah ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan, menjadi komunitas profetis yang berani menyuarakan kebenaran, pastoral integral migran dan perantau, membawa damai dan rekonsiliasi di tengah konflik, merawat rumah kita bersama, membangun budaya perjumpaan lintas iman dan pentingnya pembinaan iman.
Demikian sekelumit informasi SAGKI 2025. Ada banyak hal yang perlu dilakukan oleh Gereja Katolik dengan optimistik. Sebab kita percaya bahwa rahmat Allah senantiasa membantu, sebagaimana keyakinan Santo Paulus “Akan hal ini, Aku yakin sepenuhnya yaitu Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya, pada hari Kristus Yesus (Filipi 1:6). Amin.***
Posting Komentar untuk "Berjalan bersama menjadi duta damai"
Posting Komentar