Bahaya Mencampur BBM Beda Merek Meski RON Sama, Ini Penjelasan Pakar

SOLO, menggapaiasa.com - Mencampur bahan bakar minyak (BBM) beda merek masih menjadi kebiasaan banyak pengendara, terutama ketika pilihan bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terbatas atau saat ingin mencoba performa yang berbeda.
Padahal, menurut para pakar otomotif, tindakan ini tidak bisa dianggap sepele. Meski sejumlah bahan bakar memiliki nilai oktan atau RON yang sama, setiap merek BBM menggunakan formula yang berbeda.
Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, meskipun setiap merek BBM menawarkan nilai oktan atau RON yang sama, masing-masing tetap memiliki karakter, keunggulan, serta fokus berbeda.
"Misal ada yang menonjolkan bisa meningkatkan performa, efisiensi pembakaran, perlindungan mesin, sampai yang klaim ramah lingkungan. RON mungkin sama, tetapi zat additive pastinya berbeda," kata Victor kepada menggapaiasa.com, baru-baru ini.
Victor menjelaskan, aditif yang digunakan biasanya meliputi inhibitor korosi, antioksidan, anti-friction, hingga detergen, dan masing-masing memberikan pengaruh berbeda pada mesin
"Ini yang saya khawatir, kalau saling tercampur, gambling jadinya. Kalau karakter sama, bisa meningkatkan manfaat, tapi kalau berbeda dan saling menegasikan (meniadakan), kan malah menurunkan manfaat," kata Victor.
Victor menjelaskan, sejauh ini belum ada penelitian khusus mengenai dampak mencampur BBM dari merek berbeda.
Namun, untuk menghindari potensi efek negatif, ia menyarankan agar konsumen tidak terlalu sering menggonta-ganti jenis BBM.
Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto mengatakan, setiap merek bahan bakar memiliki formulanya masing-masing untuk zat aditif yang digunakan, hal itu menimbulkan peluang terjadi masalah jika dicampur.
“Selama percampuran bahan bakar yang beda merek ini hanya sedikit, misal karena sisa yang ada di tangki BBM kendaraan, itu tidak akan jadi masalah, masih ditoleransi lah, tapi yang masalah bila percampurannya sama atau 50 banding 50,” ucap Tri kepada menggapaiasa.com.
Dia mengatakan, zat aditif pada setiap merek bisa saja tidak cocok satu dengan yang lain sehingga itu berpeluang menimbulkan masalah.
“Seperti BBM Shell itu ada aditifnya, Pertamax juga ada aditifnya, ditakutkan masing-masing aditif tidak kompatibel satu dengan yang lain, akhirnya akan bermasalah,” ucap Tri. Namun, Tri menegaskan, bila percampurannya hanya karena sisa bahan bakar yang ada di tangki, hal itu masih pada batas aman.
Posting Komentar untuk "Bahaya Mencampur BBM Beda Merek Meski RON Sama, Ini Penjelasan Pakar"
Posting Komentar