Waspada! Defisit Kalori Berlebihan Bisa Picu Gangguan Makan yang Berbahaya - MENGGAPAI ASA

Waspada! Defisit Kalori Berlebihan Bisa Picu Gangguan Makan yang Berbahaya

PIKIRAN RAKYAT - Menurunkan berat badan dengan cara defisit kalori memang terbukti efektif, tetapi tahukah Anda bahwa jika dilakukan secara ekstrem, hal ini bisa berujung pada gangguan makan? Banyak orang yang terjebak dalam pola makan terlalu ketat tanpa menyadari dampak buruknya terhadap kesehatan fisik dan mental.

Alih-alih mendapatkan tubuh ideal, mereka justru mengalami masalah serius seperti anoreksia, bulimia, atau binge eating disorder (BED). Lalu, bagaimana defisit kalori bisa berujung pada gangguan makan? Simak penjelasannya di bawah ini.

Ketika Defisit Kalori Berubah Menjadi Ancaman

Defisit kalori berarti mengonsumsi lebih sedikit energi daripada yang dibutuhkan tubuh, sehingga berat badan turun. Namun, jika dilakukan secara berlebihan misalnya mengonsumsi jauh di bawah kebutuhan harian, tubuh akan bereaksi dengan cara yang tidak sehat, seperti:

• Kelaparan Ekstrem & Obsesif terhadap Makanan

Kekurangan asupan kalori membuat tubuh terus-menerus merasa lapar, sehingga seseorang menjadi obsesif terhadap makanan. Ini bisa memicu binge eating, di mana seseorang makan dalam jumlah besar secara tak terkendali.

• Perubahan Hormonal & Penurunan Metabolisme

Tubuh akan menyesuaikan diri dengan asupan kalori yang rendah dengan memperlambat metabolisme, mengurangi produksi hormon penting, serta meningkatkan hormon stres (kortisol), yang bisa memicu kecemasan dan depresi.

• Rasa Bersalah & Pola Makan Tidak Sehat

Orang yang melakukan defisit kalori ekstrem sering kali mengalami rasa bersalah jika mengonsumsi sedikit lebih banyak dari rencana dietnya. Ini dapat berkembang menjadi gangguan makan seperti anoreksia (menghindari makan sama sekali) atau bulimia (makan berlebihan lalu memuntahkannya).

Tanda-Tanda Gangguan Makan akibat Defisit Kalori

Beberapa tanda yang harus diwaspadai jika Anda atau orang di sekitar mulai mengalami efek negatif dari defisit kalori ekstrem:

  • Selalu merasa lelah dan mudah pusing
  • Obsesif menghitung kalori dan merasa bersalah saat makan
  • Menolak makan atau makan dalam jumlah sangat sedikit
  • Makan dalam jumlah besar lalu merasa bersalah atau memuntahkannya
  • Mengisolasi diri dan menghindari acara yang melibatkan makanan

Cara Melakukan Defisit Kalori yang Sehat & Aman

Agar penurunan berat badan tetap aman dan tidak berujung pada gangguan makan, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Pastikan defisit kalori tidak lebih dari 500-700 kalori per hari
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, bukan sekadar membatasi jumlah makanan
  • Dengarkan sinyal lapar tubuh dan jangan biarkan diri kelaparan ekstrem
  • Fokus pada kesehatan, bukan hanya angka di timbangan
  • Jika mulai merasa obsesif dengan makanan, segera konsultasikan ke ahli gizi atau psikolog

Menurunkan berat badan memang membutuhkan defisit kalori, tetapi jika dilakukan secara ekstrem, risikonya bisa sangat berbahaya. Jangan biarkan obsesi terhadap tubuh ideal justru membuat kesehatan Anda terganggu. Ingat, pola makan yang sehat adalah yang bisa dijalani dalam jangka panjang tanpa menyiksa tubuh maupun mental. Jika sudah merasa ada tanda-tanda gangguan makan, segera cari bantuan agar bisa kembali ke pola makan yang lebih sehat dan seimbang.***(Anisah Nida Putri Madiadipura_UPI)

Posting Komentar untuk "Waspada! Defisit Kalori Berlebihan Bisa Picu Gangguan Makan yang Berbahaya"