pada tanggal
BERITA DAN INFORMASI
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

PIKIRAN RAKYAT - Menurunkan berat badan dengan cara defisit kalori memang terbukti efektif, tetapi tahukah Anda bahwa jika dilakukan secara ekstrem, hal ini bisa berujung pada gangguan makan? Banyak orang yang terjebak dalam pola makan terlalu ketat tanpa menyadari dampak buruknya terhadap kesehatan fisik dan mental.
Alih-alih mendapatkan tubuh ideal, mereka justru mengalami masalah serius seperti anoreksia, bulimia, atau binge eating disorder (BED). Lalu, bagaimana defisit kalori bisa berujung pada gangguan makan? Simak penjelasannya di bawah ini.
Defisit kalori berarti mengonsumsi lebih sedikit energi daripada yang dibutuhkan tubuh, sehingga berat badan turun. Namun, jika dilakukan secara berlebihan misalnya mengonsumsi jauh di bawah kebutuhan harian, tubuh akan bereaksi dengan cara yang tidak sehat, seperti:
Kekurangan asupan kalori membuat tubuh terus-menerus merasa lapar, sehingga seseorang menjadi obsesif terhadap makanan. Ini bisa memicu binge eating, di mana seseorang makan dalam jumlah besar secara tak terkendali.
Tubuh akan menyesuaikan diri dengan asupan kalori yang rendah dengan memperlambat metabolisme, mengurangi produksi hormon penting, serta meningkatkan hormon stres (kortisol), yang bisa memicu kecemasan dan depresi.
Orang yang melakukan defisit kalori ekstrem sering kali mengalami rasa bersalah jika mengonsumsi sedikit lebih banyak dari rencana dietnya. Ini dapat berkembang menjadi gangguan makan seperti anoreksia (menghindari makan sama sekali) atau bulimia (makan berlebihan lalu memuntahkannya).
Beberapa tanda yang harus diwaspadai jika Anda atau orang di sekitar mulai mengalami efek negatif dari defisit kalori ekstrem:
Agar penurunan berat badan tetap aman dan tidak berujung pada gangguan makan, lakukan langkah-langkah berikut:
Menurunkan berat badan memang membutuhkan defisit kalori, tetapi jika dilakukan secara ekstrem, risikonya bisa sangat berbahaya. Jangan biarkan obsesi terhadap tubuh ideal justru membuat kesehatan Anda terganggu. Ingat, pola makan yang sehat adalah yang bisa dijalani dalam jangka panjang tanpa menyiksa tubuh maupun mental. Jika sudah merasa ada tanda-tanda gangguan makan, segera cari bantuan agar bisa kembali ke pola makan yang lebih sehat dan seimbang.***(Anisah Nida Putri Madiadipura_UPI)
Komentar
Posting Komentar