Trump's Tariff Delayed 90 Hari: Respons Resmi dari White House

menggapaiasa.com , JAKARTA — Dalam kesibukan tanggapan bervariasi dari berbagai negara yang akan dipengaruhi, tarif resiprokal Donald Trump Muncrat berita kalau Presiden AS sedang mengambil pertimbangan untuk menjadikan penundaan pelaksanaan peraturan tersebut sebanyak 90 hari. Gedung Putih cepat tanggapi perkembangan itu dengan menyatakan bahwa informasi tersebut tidak akurat.

"Itu adalah berita hoaks," ujar Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Istana Putih, dilansir dari CNBC , Senin (7/4/2025).

Berdasarkan informasi yang menyebar, laporan itu merujuk pada Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Amerika Serikat.

Trump, dalam unggahan terbarunya di Truth Social, menyatakan bahwa sangat tak tertahankan bagi Amerika Serikat mengalami kerugian sebesar 1,9 triliun dolar dalam bidang perdagangan.

Postingan Trump memuat klip videonya yang sedang bercakap-cakap dengan para jurnalis, di sini dia juga menyinggung bahwa Amerika Serikat tak bisa merugi dari transaksi bisnis dan sekaligus mengeluarkan biaya besar bagi NATO guna perlindungan beberapa negeri di Benua Eropa.

Pada saat bersamaan, Kanada telah menantang Amerika Serikat di forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) karena penerapan tarif sebesar 25% oleh Trump untuk kendaraan dan komponen otomotif yang berasal dari Kanada dan diekspor ke AS.

Canada telah menuntut konsultasi perselisihan melalui WTO terhadap kebijakan pengenaan tarif tambahan oleh Amerika Serikat. Menurut pernyataan WTO, tindakan ini secara resmi membuka proses perselisihan dalam organisasi itu.

Konsultasi akan memberikan peluang bagi kedua belah pihak untuk mendiskusikan permasalahan tersebut tanpa harus meneruskan proses hukum tambahan. Jika setelah 60 hari diskusi ini tidak berhasil mengatasi perselisihan, plaintif bisa memohon penanganan oleh tim juri sesuai dengan aturan yang berlaku di WTO.

Canada menyatakan bahwa tindakan itu bertentangan dengan kewajiban Amerika Serikat di bawah beberapa pasal dari Perjanjian Umum tentang Tarif dan Perdagangan 1994.

Melansir Reuters , Kevin Hassett menyebutkan bahwa Trump sudah berdiskusi dengan beberapa tokoh global sepanjang akhir pekan dan siap untuk mempertimbangkan tawaran tentang perjanjian skala besar tersebut.

Dia berkelipatan pada hal-hal yang telah dibuktikannya berhasil, dan dia akan tetap melakukan itu. Dia pun siap memperhatikan saran dari mitra perdagangan kita, serta bila mereka membawa kerjasama luar biasa yang memberi keuntungan bagi industri manufaktur di Amerika Serikat dan para petani AS, maka ia pastinya akan meninjaunya," ujar Hassett.

Posting Komentar untuk "Trump's Tariff Delayed 90 Hari: Respons Resmi dari White House"