Prabowo: Hasan Nasby Kurang Ajar Soal Komentar "Kepala Babi" di Tempo
menggapaiasa.com , Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyetujui pernyataan dari Ketua Kantor Komunikasi Presiden, yaitu Hasan Nasbih yang berjudul PCO (Presidential Communication Office). teror kepala babi ke kantor Tempo salah.
Dalam pernyataan yang dibuatnya, Hasan Nasbi mengusulkan supaya ekor babi yang dikirmkan kepada jurnalis tersebut. Tempo Francisca Christy Rosana cukup dimasak saja. "Ucapan tersebut menurut pendapatku ceroboh, salah pula, sepertinya Bapak merasa menyesal," ujar Prabowo saat berbincang dengan tujuh kepala redaksi serta wartawan senior dari media nasional di Sentul, Jawa Barat, Minggu, 6 April 2025.
Najwa Shihab, pendirinya Narasi TV yang turut ambil bagian dalam percakapan dengan Prabowo, memberikan izin. Tempo mengutip wawancara tersebut.
Prabowo mengatakan bahwa kesalahan yang terjadi timnya dalam hal komunikasi disebabkan karena mereka baru saja memasuki pemerintahan. Dia menjelaskan sebagian besar dari mereka memiliki latar belakang yang beragam dan belum dapat menyesuaikan diri secara cepat dengan tuntutan komunikasi publik.
"Kemungkinan besar karena mereka baru berada dalam posisi pemerintahan yang selalu mendapat perhatian. Oleh sebab itu, terkadang individu-individu yang berasal dari bidang perencanaan atau survei, ataupun akademik, cenderung lambat mengadaptasi diri ketika tampil di depan umum," jelas Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto menyelenggarakan pertemuan dengan sejumlah enam tokoh media di rumahnya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada hari Minggu. Bertempat di sana, terjadi perbincangan yang bertahan selama tiga setengah jam mulai pukul 09:00 WIB tersebut hadir kepala redaksi dari IDN Times yaitu Uni Lubis; chief editor tvOne bernama Lalu Marhaen Satriawan; founder narasi yakni Najwa Shihab; head of newsroom Detikcom diberi nama Alfitho Deannova; penilik konten harian Kompas disebutkan sebagai Sutta Dharma Saputra; pimpinan editorial SCTV-Indosiar adalah Retno Pinasthika; juga ikut dalam diskusi pembawa acara TVRI Valerina Daniel.
Pada pertengahan Maret, Tempo Mengalamai serangkaian teror. Serangan tersebut meliputi penerimaan paket yang berisikan kepala babi tanpa telinga, hadiah yang berisi enam ekor tikus mati dengan kepala dipotong, serta tindakan kejahatan digital seperti doxing terhadap Francisca Christy Rosana alias Cica, seorang jurnalis di bidang politik dan juga pembawa acara Bocor Alus.
Pemimpin Redaksi Tempo Setria Yasra menyebut pengiriman kepala babi dan tikus sebagai ancaman bagi praktik jurnalisme dan kemerdekaan media. Meskipun demikian, dia memastikan hal tersebut tidak mencerminkan situasi di dalam ruang redaksi. Tempo Sama sekali tak mengalami rasa takut terhadap berbagai jenis ancaman. Mereka sudah menyerahkan laporan serta bukti fisik kepada Mabes Polri di hari Jumat kemarin.
"Apabila maksudnya adalah untuk menyekap keberanian kita, maka hal itu mustahil," ujar Setri melalui pernyataan tulis yang dikeluarkan pada hari Sabtu, 22 Maret 2025.
Sebaliknya dari mencela tindakan teroris, Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Basri malah mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi. Dia menyarankan untuk membakar kepala babi itu. "Biarpun dibakar," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Maret 2025.
Pernyataan itu mengacu pada tanggapan Cicak di platform media sosial X, yang menurut Hasan hanyalah sebuah lelucon. Menurutnya, apabila pihak yang dirugikan sendiri tidak merasa ancaman, kasus ini tak perlu dipublikasi secara besar-besaran. "Saya melihat postingannya di media sosial Cicak. Dia meminta untuk dikirm daging babi. Ini artinya dia tidak dalam bahaya. Dia mungkin hanya bercanda. 'Krimin saja daging babi,' katanya," jelas Hasan.
Hasan juga meragukan apakah kepala babi yang diterima adalah ancaman nyata atau hanyalah sebuah lelucon. "Adakah ini sungguhan demikian? Atau mungkin hanya guyonan saja?" kata Hasan Nasbi. Ia menyebutkan bahwa pihak tertentu menganggapnya sebagai sesuatu yang lucu.
Hendrik Yaputra bersumbang dalam penyusunan artikel ini
Posting Komentar untuk "Prabowo: Hasan Nasby Kurang Ajar Soal Komentar "Kepala Babi" di Tempo"
Posting Komentar