LAGI-LAGI Prabowo Minta Petinggi Polri Membersihkan Diri Sebelum Dia Bertindak
menggapaiasa.com - Presiden Prabowo Subianto telah memberikan peringatan kedua kalinya kepada lembaga Polri dan TNI sejak bulan Januari tahun 2025.
Presiden Prabowo kembali menuntut Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar meningkatkan pelayanan kepada publik dan menyempurnakan diri mereka.
Peringatan pertamanya disampaikan Prabowo saat memberi sambutan pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri tahun 2025 yang berlangsung di The Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2025 kemarin.
Saat ini, peringatan kedua tersebut diungkapkan oleh President Prabowo seperti yang dilaporkan dalam siaran YouTube Harian Kompas pada hari Senin (7/4/2025).
Prabowo menyarankan agar TNI/Polri perbaiki diri terlebih dahulu sebelum pada akhirnya dia sendiri yang akan bertindak.
"Walaupun terdapat beberapa kelemahan, setiap institusi memiliki aspek negatifnya masing-masing. Hal ini menjadi tanggung jawab kita beram-bersama," ujar Presiden Prabowo.
"Marilah kita tingkatkan. Saya tekankan kepada TNI/Polri untuk memperbaiki diri dan membersihkannya sendiri sebelum nantinya saya mengambil tindakan mewakili kehendak rakyat," lanjutnya.
Bukan hanya sejauh itu, Prabowo memperingatkan TNI/Polri agar melakukan perbaikan diri.
Lebih lanjut, Prabowo merespons tentang pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang baru-baru ini menjadi perbincangan dan menghadirkan penentangan dari segelintir kalangan masyarakat.
Prabowo mengatakan bahwa tak ada maksud dari penyusun undang-undang itu untuk menciptakan militerisme di dalam Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dia juga menggarisbawahi bahwa prajurit TNI yang memegang posisi sipil diluar aturan Undang-Undang harus melakukan pensiun dini.
"Saya rasa Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Tak ada niatan mengenai militerisasi atau dwifungsi ABRI. Setiap pejabat angkatan bersenjata yang bakal menempati posisi sipil, akan meminta pengunduran diri lebih awal," tegasnya dengan tegas.
"Beberapa institusi saja yang benar-benar memiliki izin untuk menjabat dalam posisi sipil. Misalnya intelijen, penanganan bencana alam, dan Basarnas; mereka sudah seperti itu sebelumnya. Ini hanyalah formalisasi tambahan. Selanjutnya, disebutkan juga bahwa kejaksaan ikut serta karena adanya jaksa militer, begitu pula dengan hakim agung yang punya divisi militer tersendiri. Jika diamati, semuanya masuk akal," tutup Prabowo.
Wujud Penegakan Kedaulatan Negara
Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa hadirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merupakan bentuk penguatannya kedaulatan bangsa.
Menurut dia, seluruh ketentuan dalam undang-undang dan regulasi pemerintahan menjadi tanpa makna bila tak dijalankan dengan tegas.
"Kedua lembaga tersebut, TNI dan Polri, mewakili keberadaan negara, pelaksanaan kedaulatan, serta manifestasi eksistensinya, termasuk UUD, undang-undang, putusan presiden, dan regulasi pemerintahan," jelasnya.
"Aturan-aturan yang ditetapkan oleh presiden serta seluruh hasil karya pemerintah menjadi tanpa makna jika tak dilaksanakan. Segala perencanaan terbaik sebuah negara akan sia-sia bila tidak bisa direalisasikan," jelasnya.
Prabowo kemudian menyebutkan bahwa karakteristik suatu negara gagal terletak pada kegagalan TNI-Polri.
Menurut dia, TNI-Polri merupakan elemen penting dalam sebuah negeri yang dipersenjatai secara khusus dan memiliki wewenang istimewa melalui pengendalian alat-alat fisik serta senjata.
"Kepada semua saudara-saudari, dengan demikian, karakteristik umum bagi sebuah negara yang mengalami kegagalan sering kali terletak pada ketidakmampuan angkatan bersenjata serta aparat penegak hukumnya. Angkatan bersenjata dan kepolisian merupakan komponen penting dalam struktur suatu negara yang dilengkapi dengan wewenang khusus; mereka dipercaya kepada pemerintah untuk menjaga monopoli penggunaan kekerasan secara fisikal atau senjata," jelasnya selanjutnya.
Prabowo mengatakan bahwa wewenang yang diserahkan masyarakat kepada TNI-Polis cukup signifikan. Mereka-lah yang menyiapkan penghasilan serta mendukung seluruh peralatan mereka.
"Ini adalah kekuatan luar biasa, diberikan oleh rakyat yang menaruh kepercayaan pada Anda semua. Mereka-lah yang membayar gajih Anda, mereka-lah yang menyediakan segalanya bagi Anda, dari ujung kaki hingga ujung kepala, mereka pula yang mendukung pasukan militer dan kepolisian dengan sumber daya serta makanan, dan juga memberikan wewenang kepada anggota tersebut untuk memiliki kendali atas senjata," katanya.
Berdasarkan keyakinan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa TNI-Polri diharapkan memiliki pengabdian dan dedikasi yang sangat tinggi.
Presiden Prabowo juga menginstruksikan TNI-Polri agar menerima amanah kekuasaan yang berasal dari rakyat. Selain itu, mereka diminta untuk menyandarkan nyawa dan tubuhnya demi kemajuan bangsa dan well-being penduduknya.
(*/menggapaiasa.com/Kompas.com)
Artikel ini diadaptasi dari Kompas.com berjudul "Prabowo: TNI Polri, Perbaikilah Diri Anda Sebelum Saya Mengambil Langkah". https://nasional.kompas.com/read/2025/04/07/19334551/prabowo-tni-polri-bersihkan-diri-kalian-sebelum-saya-ambil-tindakan .
Posting Komentar untuk "LAGI-LAGI Prabowo Minta Petinggi Polri Membersihkan Diri Sebelum Dia Bertindak"
Posting Komentar