pada tanggal
BERITA DAN INFORMASI
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PR JABAR - Setelah memuaskan diri mengeksplorasi air terjun tersembunyi, mendaki bukit Semeru, ataupun berkemah di Ranu Kumbolo, tentunya badan akan merindukan tenaga segar. Di titik ini pula keistimewaan lain dari Lumajang menjadi jelas: hidangan tradisionalnya yang lezat, sederhana namun membuat nagih.
Masakan di Lumajang menggambarkan keragaman produk tanah dan warisan budaya lokal yang tetap kental. Berikut adalah sejumlah sajian yang harus Andaicipasi saat sudah menikmati alam Lumajang:
Pisang Agung merupakan simbol dari Lumajang yang telah populer selama bertahun-tahun. Dengan ukuran yang cukup besar serta rasa yang sangat manis dan enak, ditambah lagi dengan tekstur buahnya yang lembut membuat pisang ini menjadi unggulan. Yang menarik, jenis pisang istimewa ini pun acap kali dipilih sebagai cinderamata lokal dikarenakan daya tahannya yang baik sehingga dapat dibuat berbagai macam produk seperti krupuk, sale, bahkan dodol. Anda pasti akan mudah menjumpainya saat mengunjungi pasar-pasar tradisional maupun area penjualan suvenir di tengah kota.
Soto Lumajang secara umum tampak serupa dengan soto ayam dari Jawa Timur lainnya, namun memiliki ciri khusus yaitu menggunakan daging ayam kampung serta kaldu encer tanpa terlalu berminyak. Pelengkapnya meliputi tauge, seledri, dan sambel kacang. Sangat cocok dinikmati setelah tubuh basah oleh guyuran air terjun atau hujan saat mendaki gunung.
Bayangkan menikmati pecel (campuran sayur segar dengan bumbu kacang) yang dilengkapi dengan kuah rawon berwarna hitam pekat serta dipenuhi rempah-rempah. Ini adalah Pecel Rawon, kuliner asli dari Lumajang yang tidak dapat Anda temui di tempat lain. Rasa campuran antara kedua sajian ini sangat istimewa: gurih dan memiliki sentuhan aroma khusus dari biji kluwet. Sajiannya biasanya tersedia di gerai-gerai makanan pinggiran jalan dan sering kali habis hanya dalam waktu singkat.
Bagi Anda yang menyukai cita rasa yang intens dan otentik, lontong petis Lumajang harus diuji coba. Tidak seperti varian Surabaya, sajian ini memiliki konsep yang lebih minimalis: iris-iris lontong, taoge, serta tahu goreng yang dilumuri dengan petis hitam pekat dan berbumbu pedas. Sajiannya sering menjadi pilihan sarapan populer bagi penduduk setempat.
Setelah menikmati hidangan utama, tiba waktunya mencoba camilan tradisional. Cenil serta lupis, kedua makanan yang terbuat dari beras ketan dan ubi kayu, biasa dipasarkan secara bersamaan di pasar-pasar pada waktu subuh. Dengan disertai parutan kelapa dan dicelupkan dalam saus gula merah encer, rasa manis dan kenyalnya ini membawa kesan nostalgic akan atmosfer desa tempat kita dibesarkan.
Lumajang tidak hanya merupakan destinasi terbaik untuk para pecinta alam, tetapi juga surganya bagi penggemar masakan. Rasa asli serta bahan-bahan segar setempat menjadi kunci dari lezatnya hidangan khas wilayah tersebut.
Oleh karena itu, jangan langsung pergi begitu saja setelah berjalan-jalan di dekat air terjun. Luangkan waktu untuk istirahat sejenak, coba pesan satu porsinya sup kampung yang masih panas, lalu izinkan diri Anda mengembalikan tenaganya. ***
Komentar
Posting Komentar