Terpopuler Nasional: Pemecatan Wahyudin Moridu hingga Kemunculan Ahmad Sahroni

DERETAN peristiwa politik mencuat di panggung nasional memasuki awal pekan ini. Salah satu berita yang banyak dibaca mengenai pemecatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia atau PDI Perjuangan, Wahyudin Moridu. Lalu, berita populer selanjutnya soal kemunculan perdana politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, pasca-penjarahan rumahnya dalam gelombang demonstrasi pada pekan terakhir Agustus 2025.

Terakhir, berita kritik atas pembentukan Tim Reformasi Polri juga banyak dibaca. Berikut tiga pemberitaan terpopuler pada Senin, 22 September 2025 di kanal nasional yang dirangkum Tempo:

Sederet Fakta Pemecatan Wahyudin Moridu

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memecat kadernya, Wahyudin Moridu. Wahyudin sebelumnya merupakan anggota DPRD Provinsi Gorontalo Fraksi PDIP. Pemecatan itu buntut dari video Wahyudin yang beredar luas setelah menyebut ingin merampok uang negara.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Komarudin Watubun mengatakan pemecatan Wahyudin berdasarkan rekomendasi dari komite etik dan disiplin partai. Pemecatan ini otomatis membuat Wahyudin tak lagi menjadi anggota DPRD.

"Hari ini DPP mengeluarkan surat pemecatan kepada yang bersangkutan," kata Komarudin dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 20 September 2025. Dengan begitu, Komarudin menuturkan PDIP akan segera menunjuk pengganti Wahyudin melalui mekanisme pergantian antarwaktu atau PAW dalam waktu dekat.

Baca berita selengkapnya di sini.

Kemunculan Perdana Ahmad Sahroni Seusai Rumahnya Dijarah

Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, tampil secara online dalam Munas Ikatan Motor Indonesia (IMI) X 2025 yang digelar di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu, 20 September 2025. Sahroni diketahui menjabat Sekretaris Jenderal IMI periode 2021-2025.

Sahroni memberikan sambutan melalui rekaman video. Dalam video tersebut, ia mengenakan pakaian dan topi lebar berwarna putih. Namun latar belakang tempat dia merekam video tersebut diburamkan.

“Saya pertama-tama mengucapkan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu, seperti dikutip dari video di TikTok kantor berita Antara yang diunggah pada Ahad, 21 September 2025.

Baca berita selengkapnya di sini.

Usman Hamid Ragukan Tim Reformasi Polri: Komposisi Tak Ideal

Ketua Dewan Pengurus Public Virtue Research Institute (PVRI) Usman Hamid mengkritik pembentukan Tim Reformasi Polri yang tidak melibatkan satu pun perwakilan dari unsur masyarakat. Tim Reformasi Polri ini hanya berasal dari kepolisian.

Usman menilai komposisi personel dalam tim ini tak ideal. Padahal, kata dia, akar permasalahan di tubuh kepolisian juga berasal dari kebijakan pemerintah yang cenderung tidak prorakyat.

Dia khawatir Tim Reformasi Polri ini tidak dapat menyelesaikan persoalan yang ada. "Akuntabilitas dan komitmen reformasi atas masalah lapangan dan kelembagaan polisi yang berkelindan dengan kebijakan negara kecil kemungkinan bisa dibenahi," kata Usman dalam keterangan tertulis pada Senin, 22 September 2025.

Dia meragukan 52 pejabat tinggi dan menengah kepolisian di Tim Transformasi Reformasi Polri ini bisa berdampak positif.

Baca berita selengkapnya di sini.

Dede Leni Mardianti, Daniel Ahmad Fajri, Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Posting Komentar untuk "Terpopuler Nasional: Pemecatan Wahyudin Moridu hingga Kemunculan Ahmad Sahroni"