Pengakuan Inggris Atas Palestina Picu Reaksi Keras Israel dan Desakan Aneksasi pada Wilayah Tepi Barat

menggapaiasa.com–Israel bereaksi keras terhadap pengakuan Inggris atas Palestina, menilai langkah tersebut meningkatkan ketegangan diplomatik kawasan.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Senin (22/9), Warga dan pemimpin politik di Yerusalem Barat menyampaikan kekecewaan, menilai pengakuan itu hanya simbol politik. Banyak yang menilai keputusan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tidak akan mengubah kondisi di lapangan.
Di sebuah kafe dekat kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, warga Israel menanggapi berita itu dengan berbagai emosi. Shira Hazan, pendukung Likud, menyebut pengakuan tersebut tidak mengubur tentara Israel dan hanya permainan politik. Seorang pria lain menilai keputusan itu sebagai bentuk arogansi kolonial tanpa dampak nyata.
Pengakuan Inggris atas Palestina tetap memiliki dampak simbolis yang kuat. Langkah ini menjadi pertama kalinya kekuatan Barat besar yang pernah memegang Mandat untuk Palestina resmi mengakui kenegaraan Palestina. Australia dan Kanada juga mengikuti langkah serupa, menambah tekanan terhadap Israel.
Deklarasi itu memicu respons keras dari berbagai pihak politik Israel. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyerukan aneksasi Tepi Barat dan menyebut pengakuan itu hadiah bagi kelompok Hamas. Ia berjanji akan mendorong penerapan kedaulatan dalam pertemuan kabinet mendatang.
Forum Sandera dan Keluarga Hilang mengecam pengakuan tanpa syarat tersebut karena 48 sandera masih ditahan Hamas. Benny Gantz, mantan menteri pertahanan, menilai langkah Inggris justru memperkuat Hamas dan menghambat pembebasan tawanan. Ia menegaskan tekanan maksimal harus diarahkan kepada Hamas sebelum langkah pengakuan negara dilakukan.
Di sisi lain, Ofer Cassif dari sayap kiri Knesset mendukung pengakuan Palestina. Ia menilai keputusan itu sebagai langkah awal menuju perdamaian yang adil. Cassif juga menyerukan embargo senjata terhadap Israel untuk menghentikan kekerasan dan pendudukan.
Beberapa warga Israel memberikan pandangan beragam. Noam Achimeir, kandidat PhD, menganggap waktunya tidak tepat, meski mendukung solusi dua negara. Eliyahu Korenman menilai pengakuan itu memberi sinyal kepada Hamas dan Iran untuk terus menyerang.
Sementara itu, Netanyahu terus menolak gagasan negara Palestina dan memperluas permukiman di Tepi Barat. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengusulkan pencaplokan besar wilayah tersebut sebagai penghalang solusi dua negara. Sejumlah pengamat menilai Inggris tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab sejarah atas konflik ini.
Posting Komentar untuk "Pengakuan Inggris Atas Palestina Picu Reaksi Keras Israel dan Desakan Aneksasi pada Wilayah Tepi Barat"
Posting Komentar