Puskesmas Aplim nyaris terbakar karena teror OTK, warga Dekai bertaruh nyawa pasang badan halau aksi

Ringkasan Berita:
- Orang Tak Dikenal (OTK) mencoba membakar dua unit ambulans di Puskesmas Aplim, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu malam.
- Warga setempat secara heroik pasang badan menghadapi pelaku demi melindungi satu-satunya fasilitas kesehatan di wilayah mereka.
- Satgas Damai Cartenz 2026 kini telah mengamankan Tempat Kejadian Perkara dan memburu kedua pelaku yang melarikan diri membawa uang warga.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, DEKAI -Orang Tak Dikenal (OTK) kembali menebar teror gangguan keamanan di Jalan Seradala KM 04, Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (13/2/2026) malam.
Aksi teror OTK kali ini menyasar Puskesmas Aplim yang merupakan fasilitas vital bagi pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Dekai, Ibu kota Yahukimo.
Dua unit ambulans operasional nyaris hangus menjadi abu jika warga setempat tidak bertindak cepat menghadang niat jahat para pelaku.
Berdasarkan informasi dihimpun Tribun-PapuaTengah.com di lapangan, insiden mencekam tersebut terjadi pada pukul 21.05 WIT saat suasana di sekitar pemukiman tenaga medis mulai sepi.
Saat itu, dua pria tak dikenal tiba-tiba muncul di area parkir puskesmas dengan menenteng botol berisi bahan bakar jenis solar.
Mereka langsung menebar ancaman akan menghanguskan seluruh bangunan puskesmas beserta kendaraan medis yang terparkir di lokasi.
Pelaku sempat menyiramkan solar ke arah ban belakang dua unit ambulans yang sedang siaga.
Ambulans tersebut mencakup satu unit Mitsubishi Triton putih dan satu unit Suzuki APV putih bernomor polisi PA 6434Y.
Upaya pembakaran ini menciptakan kepanikan luar biasa di kalangan tenaga kesehatan dan warga yang tinggal di sekitar puskesmas.
Kepala Desa Kurima, Luter Matuan (40), menjadi salah satu saksi kunci yang melihat langsung upaya sabotase tersebut.
Warga secara spontan berkumpul di pintu masuk puskesmas untuk negosiasi darurat dengan kedua pelaku bersenjata ancaman api.
Situasi yang tegang tersebut akhirnya mereda setelah saksi menyerahkan uang tunai sebesar Rp500.000 sebagai syarat agar pelaku menghentikan aksinya.
“Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat,”ungkap Luter.
Setelah menerima uang dari warga, kedua pelaku langsung kabur.
Tim Satreskrim Polres Yahukimo bersama Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 langsung olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Sabtu (14/2/2026) pagi.
Dari hasil olah TKP yang dipimpin Iptu Muhammad Mirwan, personel mengamankan botol mineral berisi sisa solar dan sampel rumput kering yang telah tersiram bahan bakar.
Sementara itu Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengecam keras tindakan pengecut yang menyasar fasilitas kemanusiaan tersebut.
Pihaknya memastikan tidak akan memberikan ruang bagi oknum mana pun yang mencoba mengintimidasi layanan publik di Papua.
"Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap layanan publik. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai hukum," tegas Faizal dalam keterangan tertulisnya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan bahwa kecepatan respons aparat bertujuan untuk meredam ketakutan masyarakat.
Dan saat ini, sambung Adarma, kedua unit ambulans tersebut sudah berada di RSUD Dekai dengan pengawalan ketat personel kepolisian.
"Kami masih terus melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum," tandasnya. (*).
Komentar
Posting Komentar