- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Featured Post
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

menggapaiasa.com – Banyak orang mengira kecerdasan hanya terlihat dari cara berbicara atau prestasi akademik. Padahal, psikologi modern menunjukkan bahwa bahasa tubuh juga bisa menjadi indikator kiat dari kecerdasan emosional dan intelektual.
Dalam dunia komunikasi nonverbal, sinyal tubuh yang halus dapat mencerminkan kemampuan berpikir, pengendalian diri hingga empati.
Berikut 7 tanda bahasa tubuh yang kurang dikenal namun menurut fakta penelitian justru berkaitan langsung dengan kecerdasan tinggi dan kecerdasan emosional sebagaimana dilansir dari laman The Law Dictionary, Minggu (15/2) :
- Kontak mata yang intens
Mata adalah jendela jiwa artinya mata mampu mengungkapkan lebi banyak tentang seseorang daripada yang dapat diungkapkan oleh kata-kata.
Menariknya, salah satu ciri kecerdasan adalah kemampuan untuk mempertahankan kontak mata yang kuat. Ini bukan dimaksudkan untuk mengintimidasi tetapi untuk menunjukkan rasa hormat dan mengindikasikan bahwa Anda terlibat dalam percakapan.
Penelitian menunjukkan bahwa menjaga kontak mata saat berbicara dan mendengarkan menandakan tingkat konsentrasi dan kecerdasan emosional yang tinggi. Hal ini menunjukkan Anda terlibat dalam percakapan dan meningkatkan hubungan dengan orang lain.
Studi dalam Journal of Research in Personality menemukan bahwa individu dengan kemampuan berpikir analitis tinggi cenderung mampu mempertahankan kontak mata lebih lama saat berdiskusi.
- Teliti dan memperhatikan detail
Orang dengan kecerdasan tinggi cenderung menunjukkan gestur kecil yang mencerminkan ketelitian.
Penelitian dalam Cognitive Science menunjukkan bahwa individu dengan kemampuan pengetahuan tinggi memiliki perhatian detail yang lebih tajam terhadap hal di sekitarnya
Contohnya saat rapat, mereka memperhatikan ekspresi kecil rekan kerja atau perubahan nada suara. Detail kecil itu membantu mereka membaca situasi lebih akurat.
- Meniru bahasa tubuh (mirroring)
Meniru bahasa tubuh atau meniru gerak-gerik dan ekspresi wajah seseorang yang sedang Anda ajak berinteraksi seringkali merupakan tanda halus dari kecerdasan tinggi. Ini lebih dari sekadar respons empati namun sistem pemberian sinyal yang canggih.
Dalam sebuah penelitian menarik ditemukan bahwa anak-anak yang memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi lebih sering meniru bahasa tubuh guru mereka dibandingkan teman-teman mereka yang kemampuan akademiknya lebih rendah.
Orang cerdas secara emosional sering tanpa sadar menyesuaikan postur, kecepatan bicara atau ekspresi wajah dengan lawan bicara.
- Gerakan tangan yang positif
Gerakan tangan dapat mengungkapkan banyak hal tentang kecerdasan seseorang. Gerakan tangan yang terbuka dan terarah mencerminkan keterbukaan berpikir.
Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara gerakan tangan kita dan proses kognitif kita. Misalnya studi mengungkapkan bahwa anak-anak belajar lebih efektif ketika mereka menggunakan isyarat tangan dan orang dewasa yang menggunakan isyarat tangan cenderung lebih fasih dan bijaksana.
Dalam keseharian, saat menjelaskan konsep sulit, mereka tidak kaku. Gerakan tangannya mendukung pesan yang disampaikan.
- Postur tubuh positif dan terbuka
Kecerdasan tinggi tidak hanya berbicara tentang otak namun dapat meresap ke dalam postur tubuh dan orientasi tubuh seseorang secara keseluruhan.
Postur tubuh berfungsi sebagai barometer eksternal dari kondisi mental kita. Postur tegak tidak hanya menunjukkan kesadaran diri tetapi juga dapat menunjukkan kepercayaan diri, kepemimpinan dan terlibat aktif dengan dunia.
Intinya orang cerdas jarang terlihat membungkuk saat berbicara. Mereka berdiri atau duduk dengan posisi yang menunjukkan kesiapan dan keterlibatan.
- Mudah beradaptasi
Seringkali, kita menganggap orang cerdas sebagai orang yang teguh, tak tergoyahkan dan keras kepala dalam sikap dan perilakunya. Padahal kecerdasan tinggi seringkali berkaitan langsung dengan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yang keduanya tercermin dalam bahasa tubuh.
Mereka bisa menyesuaikan bahasa tubuh mereka untuk mencerminkan perasaan orang lain, mereka mencondongkan tubuh untuk menunjukkan minat, mundur untuk memberi ruang atau bergerak ke samping untuk sinyal kesediaan untuk bercakap-cakap.
Intinya orang cerdas bisa bersikap santai di acara informal dan profesional di forum resmi tanpa terlihat canggung.
- Minim gerakan gelisah
Pada dasarnya kebiasaan mengetuk-etuk kaki, mengklik pena atau mengetuk-ngetuk jari yang sering dianggap sebagai tanda gugup atau gangguan. Individu yang sangat cerdas biasanya menunjukkan sedikit atau bahkan tidak sama sekali, kegelisahan selama percakapan atau berpikir serius.
Para peneliti berpendapat bahwa kemampuan untuk tetap tenang mencerminkan pengendalian diri mental. Hal ini menunjukkan bahwa Anda sepenuhnya hadir, fokus dan mampu menekan gerakan yang tak perlu. ***
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar