Cilacap Maksimalkan Data: Begini Cara Metadata Bantu Perencanaan Pembangunan

menggapaiasa.com Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengadakan Evaluasi Penyusunan Metadata Statistik Sektoral pada Jumat (24/10/2025) di Aula Bappeda Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini dihadiri oleh operator Satu Data dari seluruh perangkat daerah dan kecamatan, dengan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Diskominfo Kabupaten Cilacap.
Dalam sambutannya, Sekretaris Diskominfo Amin Muhtada mewakili Plt. Kepala Diskominfo Ferry Adhi Dharma menegaskan pentingnya kualitas data bagi setiap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan. “Nilai data tidak hanya ditentukan dari jumlahnya, tetapi juga dari kualitas dan keterjelasan sumbernya,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kita harus terus meningkatkan tata kelola data melalui penguatan data statistik sektoral. Metadata menjadi salah satu komponen utama yang wajib disusun oleh setiap perangkat daerah sebagai produsen data. Saya berharap setiap perangkat daerah memahami pentingnya penyusunan metadata untuk setiap indikator sektoral. Mari kita berkomitmen menyediakan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.”
Melalui kegiatan ini, Diskominfo bersama BPS mendorong perangkat daerah memahami struktur dan format baku metadata, baik metadata indikator (MS-Ind) maupun metadata variabel (MS-Var), sesuai Peraturan BPS Nomor 5 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Metadata Statistik.
Narasumber dari BPS Kabupaten Cilacap, Ananto Wibowo, menjelaskan bahwa penyusunan metadata harus mengikuti prinsip Satu Data Indonesia, termasuk standar data, metadata, interoperabilitas, dan referensi data. Setiap data sektoral yang dihasilkan harus disertai metadata agar mudah ditemukan, dikelola, dan digunakan dalam sistem informasi Satu Data Indonesia.
Sementara itu, Afifah Indah Fluoriana dari Diskominfo Kabupaten Cilacap menambahkan bahwa kegiatan ini juga berfungsi sebagai evaluasi implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di tingkat kabupaten. Ia menekankan bahwa metadata bukan sekadar kelengkapan administratif, melainkan fondasi penting dalam membangun sistem informasi terpadu yang mendukung perencanaan pembangunan berbasis data.***
Komentar
Posting Komentar