PHRI Jatim optimis okupansi restoran capai 80 persen saat Imlek 2026

menggapaiasa.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur optimis okupansi restoran, baik yang berada di hotel maupun mandiri, bakal melonjak hingga 80 persen saat perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono menilai selama ini, perayaan Imlek identik dengan tradisi makan bersama keluarga dan kerabat. Tak heran jika banyak dari mereka yang ramai-ramai berkunjung ke restoran untuk wisata kuliner.
“Untuk imlek memang lebih banyak peningkatan di restoran, baik di dalam hotel maupun yang di luar hotel. Kami optimis, target okupansi saat imlek untuk resto stand alone dan di dalam hotel minimal 80%,” ucap Dwi di Surabaya, Rabu (4/2).
Menurutnya, kuliner menjadi sektor yang paling berdampak setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Pada momentum ini, biasanya terjadi lonjakan kunjungan di restoran-restoran yang menawarkan menu khas Imlek.
Lebih lanjut, Dwi mengatakan lonjakan okupansi pada sektor perhotelan tetap ada, namun tidak setinggi restoran. Terlebih, perayaan Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada hari kerja (weekend), yakni Senin - Selasa (16-17/2).
PHRI menilai long weekend turut mendorong peningkatan okupansi hotel di destinasi wisata dan kota besar Jatim, "Untuk okupansi kamar hotel saat long weekend imlek, target kami sekitar 70%,” imbuhnya.
Untuk mencapai target tersebut, PHRI bekerja sama dengan hotel dan restoran terkait promo khusus Imlek. Mulai dari paket makan bersama, menu spesial, hingga berbagai event menarik untuk meramaikan momen Imlek.
Sementara itu, menjelang Tahun Baru Imlek Kongzili Tahun 2026, berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Kota Surabaya, mulai dihiasi dengan dekorasi dan ornamen bernuansa merah dan emas.
Ornamen lampion dan dekorasi bertemakan Tahun Kuda Api tersebut terpajang di sejumlah sudut Kota Pahlawan, seperti di Balai Kota Surabaya, Alun-alun Surabaya, hingga Jalan Tunjungan yang menjadi jujugan anak muda. (*)
Komentar
Posting Komentar