Kalau Honda FREED baru dijual di Indonesia, pasarnya bisa kacau? Ini faktanya!
menggapaiasa.com - Honda FREED Baru kembali jadi bahan perbincangan pecinta otomotif, terutama setelah unit terbarunya tampil di Singapura Motor Show. Banyak yang bertanya-tanya, kenapa Honda Indonesia justru memilih membawa Stepwgn lebih dulu, bukan MPV kotak ringkas yang satu ini? Padahal secara ukuran dan konsep, Honda FREED Baru terlihat sangat cocok dengan karakter jalanan Indonesia.
Perlu dicatat sejak awal, tidak ada peluncuran produk baru di Indonesia. Artikel ini hanya mengulas Honda FREED generasi terbaru yang sudah lebih dulu hadir di pasar Jepang dan Singapura, berdasarkan pengamatan langsung di pameran otomotif. Jadi, jangan salah paham dulu ya.
Nah, setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata alasan Honda FREED Baru belum dijual di Indonesia bukan sekadar strategi pasar biasa. Mulai dari teknologi hybrid, konfigurasi kabin, sampai potensi harga jualnya, semua faktor ini saling berkaitan dan cukup krusial untuk pasar Tanah Air.
Honda FREED Baru Tampil Lebih Fresh dan Pop Culture
Secara desain, Honda FREED Baru masih mempertahankan ciri khas MPV kotak dengan panjang sekitar 4,2–4,3 meter. Namun kali ini tampilannya jauh lebih kekinian. Aksen lampu depan berbentuk bulat dengan lampu utama di bagian bawah memberi kesan unik, bahkan sedikit “imut”, apalagi dengan logo Honda beraksen biru khas model hybrid.
Bodinya tetap mengotak, tetapi garis desain dibuat lebih rapi dan modern. Bonet terlihat sedikit lebih panjang dibanding generasi lama yang sempat dijual di Indonesia. Sentuhan sporty juga terasa dari detail eksterior, terutama pada varian tertinggi yang dipamerkan di Singapura dengan aksen ala Stepwgn versi atas.
Detail Eksterior Pintar yang Bikin FREED Terlihat Mahal
Salah satu detail paling menarik ada di bagian samping. Honda menyamarkan rel pintu geser baris kedua dengan garis desain yang menyatu dari belakang ke depan. Ini trik desain sederhana, tapi efeknya besar karena membuat bodi terlihat lebih bersih dan modern.
Spesifikasi kaki-kaki Honda FREED Baru antara lain:
- Velg 15 inci
- Ban 185/65 R15
- Profil ban tebal khas mobil Jepang yang fokus ke kenyamanan
Tambahan kaca kecil di spion samping juga jadi ciri khas unit Jepang, membantu visibilitas ke area bawah belakang tanpa harus menurunkan spion.
Bagasi Luas, Tapi Penyimpanannya Minimalis
Masuk ke bagian belakang, Honda FREED Baru masih mengandalkan bukaan bagasi yang lebar. Kursi baris ketiga bisa dilipat ke samping seperti generasi sebelumnya, sehingga akses ruang kargo tetap fleksibel.
Namun ada beberapa catatan:
- Tidak tersedia bagasi tambahan di bawah lantai
- Ruang penyimpanan samping sangat minim
- Diduga ada ventilasi pendingin baterai hybrid di area belakang
Jika dibandingkan FREED generasi lama, ruang bagasi terasa sedikit lebih sempit, kemungkinan karena penempatan sistem hybrid.
Interior Fungsional, Tapi Kesan Murah Masih Terasa
Layout interior Honda FREED Baru masih sangat familiar. Posisi tuas transmisi, pengaturan AC, electronic parking brake, hingga tombol brake hold semuanya praktis dan mudah dijangkau. Ruang penyimpanan berlimpah, dari cup holder, USB, soket 12V, hingga glove box ganda.
Sayangnya, panel instrumen jadi titik lemah. Layar digitalnya kecil dan dibingkai besar, sehingga terkesan kurang modern untuk ukuran mobil terbaru. Meski wajar mengingat FREED diposisikan sebagai MPV keluarga yang terjangkau di Jepang, kesan “murah” ini bisa jadi pertimbangan besar untuk pasar Indonesia.
Posisi Duduk Jadi Masalah di Baris Kedua
Masalah utama Honda FREED Baru justru terasa di baris kedua. Unit yang dipamerkan menggunakan bench seat (40:60), bukan captain seat. Lantai kabin terasa lebih tinggi, diduga karena baterai hybrid ditempatkan di bawah.
Dampaknya:
- Paha tidak tersangga dengan baik
- Posisi duduk terasa seperti “jongkok”
- Kurang nyaman untuk perjalanan jauh
Padahal dari sisi fitur, baris kedua sudah sangat niat, seperti:
- Double blower AC
- USB Type-C
- Tempat penyimpanan ponsel
Ironisnya, rival seperti Toyota Sienta justru menawarkan posisi duduk yang lebih natural meski tanpa double blower.
Mesin Hybrid Canggih, Tapi Bikin Harga Melonjak
Honda FREED Baru menggunakan powertrain hybrid yang sama dengan HR-V Hybrid, yaitu:
- Mesin 1.5L DOHC i-VTEC 4 silinder
- Motor listrik dengan torsi hingga 225 Nm
- Mesin bensin menghasilkan torsi 127 Nm
- Transmisi e-CVT khas Honda
Teknologi ini jelas unggul dari sisi efisiensi dan kenyamanan, tapi di sisi lain berdampak langsung ke harga jual.
Jika dihitung dengan pajak dan spesifikasi hybrid seperti unit Singapura, estimasi harga Honda FREED Baru di Indonesia bisa mendekati Rp500 juta. Di segmen MPV, angka ini sangat sensitif dan berpotensi berbenturan langsung dengan model yang lebih besar seperti Honda Stepwgn.
Itulah alasan paling masuk akal kenapa Honda Indonesia memilih membawa Stepwgn lebih dulu. Dari sisi harga, ukuran, dan persepsi konsumen, Stepwgn dianggap memberi value yang lebih jelas dibanding FREED Hybrid.
Honda FREED Baru sebenarnya sangat cocok untuk karakter jalanan Indonesia yang ringkas, praktis, dan fungsional. Namun kombinasi teknologi hybrid, kenyamanan baris kedua yang kurang ideal, serta potensi harga tinggi membuat Honda harus berpikir realistis. Bukan karena mobil ini buruk, tapi karena pasar Indonesia menuntut keseimbangan antara harga, fitur, dan kenyamanan. Jadi, wajar jika untuk saat ini Honda FREED Baru masih harus menunggu giliran. *** (Gilang)
Komentar
Posting Komentar