Aktivitas sampai malam, Gen Z utamakan pilih sepatu nyaman

PRODUCT Merchandiser ASICS Sportstyle Indonesia Jennifer Japoetra menilai Gen Z memaknai sepatu sebagai bagian dari identitas personal. "Anak muda kini tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga fungsi dan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari," kata Jennifer pada peluncuran ASICS GEL-NYC™ 2.0 Pop Up Experience 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa mobilitas yang tinggi menjadi faktor utama perubahan tersebut. Aktivitas harian yang padat mulai dari berjalan kaki, menggunakan transportasi publik, hingga berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain membuat kebutuhan terhadap sepatu yang nyaman semakin meningkat. “Sekarang anak muda mencari sesuatu yang bisa mereka pakai dari pagi sampai malam. Mereka ingin tetap nyaman saat bergerak, tapi tetap punya karakter style yang kuat,” ujarnya.
Selain itu, Jennifer juga menyoroti bagaimana generasi digital semakin kritis dalam memilih produk. Kemudahan akses informasi membuat mereka lebih memahami teknologi, material, dan kualitas, sehingga ekspektasi terhadap produk pun semakin tinggi.
Di sisi lain, tren nostalgia turut menjadi faktor penting dalam perkembangan gaya urban saat ini. Anindita Sosrodimulyo, Marketing Lead ASICS Sportstyle Indonesia, menilai bahwa siklus fashion yang terus berulang membuat desain retro kembali diminati oleh generasi baru.
Menurutnya, estetika masa lalu memiliki daya tarik karena menghadirkan rasa familiar sekaligus pengalaman baru ketika diinterpretasikan ulang dalam konteks modern. “Fashion itu sering berputar. Anak muda sekarang justru menemukan kembali desain lama dan menggunakannya dengan cara baru,” ujarnya.
Pendekatan berbasis komunitas menjadi elemen lain yang ditekankan dalam pengalaman tersebut. Anindita menjelaskan bahwa subkultur seperti seni jalanan, musik, hingga komunitas kreatif memiliki pengaruh besar dalam membentuk arah lifestyle urban. “Sportstyle pada dasarnya lahir dari komunitas. Karena itu, penting untuk menghadirkan ruang yang memungkinkan mereka berekspresi dan berinteraksi secara langsung,” katanya.
Sebelumnya, budaya tongkrongan di Jakarta terus berevolusi. Jika dulu identik dengan sekadar tempat berkumpul santai, kini tongkrongan menjadi ruang eksplorasi identitas, kreativitas, hingga eksperimen gaya hidup urban. Perubahan ini terlihat dari semakin banyaknya ruang publik dan aktivasi gaya hidup yang menempatkan komunitas sebagai pusat pengalaman, bukan sekadar audiens.
Brand Olahraga ASICS mengajak berbagai komunitas dan masyarakat umum untuk mencoba pop-up experience bertajuk “laboratorium informal” yang digelar di Urban Forest Jakarta pada 12–15 Februari 2026. Konsep ini mencoba menangkap dinamika subkultur yang lahir dari interaksi sehari-hari mulai dari obrolan santai, kolaborasi spontan, hingga pertukaran ide antar komunitas kreatif.
Ada tiga pop-up booth berkonsep laboratorium urban yang dirancang sebagai ruang eksplorasi interaktif. Selain mengajak pengunjung untuk bisa mencoba sepatu ASICS GEL-NYC™ 2.0, ada pula berbagai instalasi yang mengajak mereka untuk tetap aktif. Pengunjung tidak hanya diajak untuk melihat koleksi terbaru brand itu, tetapi juga terlibat dalam aktivitas seperti workshop grafiti, lyric writing, walking tour, hingga menikmati penampilan musik yang menjadi bagian dari ekosistem kreatif urban.
Aktivitas seperti workshop graffiti dan lyric writing dipilih sebagai representasi dari berbagai subkultur yang memiliki peran penting dalam membentuk identitas urban. Kehadiran komunitas Bboy serta penampilan musisi turut memperkuat suasana kolaboratif yang menjadi inti dari pengalaman ini.
GHAEIZA KAY RASUFFI
Komentar
Posting Komentar