Kontroversi Pernyataan Lama Prabowo Soal Kelapa Sawit dan Pohon-Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

Kontroversi Pernyataan Lama Prabowo Soal Kelapa Sawit dan Pohon-Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

menggapaiasa.com- Pernyataan lama Prabowo Subianto soal kelapa sawit dan pohon kembali mencuat pasca bencara banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh.

Per Senin (1/12/2025, korban longsor di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) tercatat 442 orang. Sebanyak 402 orang masih dalam pencarian.

Upaya pencarian korban masih terus dilakukan.

Kontroversi pernyataan lama Prabowo Subianto

Pada Desember 2024 lalu, Presiden Prabowo Subianto pernah melontarkan pernyataan kontroversi soal kebun kelapa sawit dna pohon.

Kala itu, Presiden Prabowo menyebut Indonesia perlu memperluas lahan perkebunan kelapa sawit tanpa perlu takut hutan Indonesia mengalami deforestasi.

"Saya kira ke depan kita juga harus tambah tanam kelapa sawit. Enggak usah takut," ujar Prabowo.

"Apa itu katanya membahayakan, deforestation. Namanya kelapa sawit ya pohon, ya kan?" lanjut Prabowo dalam pidatonya di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada 30 Desember lalu.

"Benar enggak, kelapa sawit itu pohon, ada daunnya kan? Dia menyerap karbondioksida, dari mana kok kita dituduh yang boten-boten saja itu orang-orang itu," lanjut Prabowo.

Prabowo menambahkan, banyak negara tetangga membutuhkan kelapa sawit sehingga termasuk komoditas strategis. 

Dia pun meminta kepala daerah dan aparat TNI/Polri menjaga kebun kelapa sawit Indonesia.

Deforestasi sendiri adalah proses penggundulan atau pengurangan luas hutan secara besar-besaran, baik oleh aktivitas manusia atau bencana alam. 

Hutan yang mengalami deforestasi akan berubah menjadi lahan nonhutan, seperti area pertanian, perkebunan, peternakan, atau permukiman.

Pernyataan lama Presiden Prabowo Subianto ini kembali jadi perbincangan pasca bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera belakangan ini. 

Korban banjir Sumatera dan Aceh

Per 30 November 2025, tercatat sudah ada 442 orang tewas akibat banjir di Sumatera dan 402 orang masih hilang.  

Jumlah korban banjir Sumatera ini disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat siaran pers, Minggu (30/11/2025).

Berikut rinciannya:

Di Sumut 

Di Sumatera Utara, tercatat 217 jiwa meninggal dunia hingga saat ini. 

Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

“Korban jiwa untuk Sumatra Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” ungkap Kepala BNPB, Suharyanto, lewat siaran pers.

Korban hilang mengalami peningkatan menjadi 209 orang setelah banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran pers.

Di Sumbar 

Di Sumatera Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka. 

Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan. 

Total pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

 “Ini korban jiwa meninggal dunia 129, kemudian yang hilang 118 dan 16 luka-luka,” ungkap Suharyanto.

Di Aceh 

Beralih ke Provinsi Aceh, hingga sore kemarin tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang.

Angka itu dihimpun dari korban di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. 

Jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota. 

“Aceh korban jiwa meninggal dunia menjadi 96, hilang 75 jiwa. Ini ada di 11 kabupaten/kota,” jelas Suharyanto. (*)

 

Simak berita terbaru menggapaiasa.comdi Google News

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Posting Komentar untuk "Kontroversi Pernyataan Lama Prabowo Soal Kelapa Sawit dan Pohon-Korban Bencana di Aceh dan Sumatera"