Hari Nahas Rahman,Mendalo Muaro Jambi Sasaran Pelaku Curanmor

Hari Nahas Rahman,Mendalo Muaro Jambi Sasaran Pelaku Curanmor

menggapaiasa.com, SENGETI - Raut wajah Rahman langsung berubah pagi itu, saat akan Salat Subuh sekira pukul 03.30 WIB. 

Dia kaget, garasi indekos miliknya di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, dalam kondisi terbuka, empat sepeda motor tak ada di sana. 

Puluhan orang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kompleks indekos dan kontrakan mahasiswa Universitas Jambi dan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha (UIN STS) Jambi dalam beberapa bulan terakhir. 

Ada puluhan mahasiswa dan warga Mendalo yang telah menjadi korban curanmor. 

Mereka kehilangan sepeda motor, ada yang saat diparkir di indekos saat malam dan siang hari.

"Biasanya saya selalu cek notifikasi CCTV sebelum tidur. Malam itu saya lupa besarkan volume handphone, jadi tidak ada alarm terdengar. Dan ternyata, itu jadi hari nahas saya,” ucap Rahman, guru ngaji sekaligus pemilik kos, dengan suara bergetar.

Saat duduk wawancara dengan Jurnalis Tribun Jambi, Rahman sesekali memegang kepalanya. 

Dia masih sulit mempercayai dengan apa yang terjadi di indekosnya sekira sebulan lalu. 

Dari tujuh motor miliknya dan para penghuni kos, hanya tiga yang tersisa.

"Saya lihat di layar HP, motor tinggal tiga. Pintu garasi terbuka. Saya langsung keluar, dan benar hilang semuanya,” kata Rahman saat ditemui Tribun Jambi.

Peristiwa itu terjadi pada 30 September dini hari, diperkirakan antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. 

Dia baru menyadari pencurian ketika mengecek notifikasi CCTV saat hendak bangun salat. 

Keanehan di CCTV

Dari rekaman kamera intai, terlihat dua pelaku masuk secara bergantian. Mereka mengambil motor satu per satu. 

Sementara dari CCTV indekos tetangga, tampak dua motor pertama dibawa keluar, lalu tiga motor berikutnya.

Yang membuat Rahman dan para korban lain bingung adalah rekaman CCTV yang terlewati. Bagian saat pelaku membuka pintu garasi sama sekali tidak terekam. 

Kamera CCTW baru merekam ketika pelaku sudah berada di dalam.

"Biasanya, kamera menangkap semua. Tapi malam itu hilang. Seperti mereka menyadap sinyal. Semua korban alami hal yang sama," ujar Rahman.

Dia menduga para pelaku merupakan jaringan pencurian yang terorganisir. 

Dua orang masuk ke area parkir, sementara lainnya diduga standby di jalan besar untuk menjemput motor yang berhasil dicuri.

Tak Ada Imbauan Pemdes, Meski Sering Kejadian

Rahman juga kecewa, pasalnya tidak ada pemberitahuan dari perangkat desa bahwa telah ada kejadian pencurian serupa sebelumnya di kawasan Mendalo Lor Indah.

"Saya sama sekali tidak tahu. Kalau adaimbauan, mungkin kami lebih waspada. Karena tidak ada informasi itulah kami jadi korban berikutnya," ujarnya.

Grup WhatsApp Korban

Curanmor di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, kian meresahkan. Dalam rentang 10-30 Oktober 2025, tercatat 23 motor hilang, mayoritas milik mahasiswa Universitas Jambi dan UIN STS Jambi yang tinggal di rumah indekos sekitar kawasan tersebut.

Kondisi ini membuat korban semakin frustasi hingga mereka membentuk grup WhatsApp khusus korban curanmor. 

Baru beberapa hari dibuat, puluhan korban bertambah dan saling berbagi bukti serta kronologi.

Para pelaku disebut beraksi dengan percaya diri, bahkan beberapa rekaman CCTV menunjukkan mereka dengan santai menggondol motor korban. 

Namun, sejumlah korban menemukan kejanggalan lain yang sama di beberapa lokasi. 

Ternyata, CCTV di sekitar lokasi tiba-tiba mati saat pencurian berlangsung dan aktif kembali setelah pelaku kabur.

Satu inisiator pembuat grup korban curanmor, Bram Christianto Hutabarat, mengungkapkan sejak terbentuk pada 16 Oktober, laporan baru terus masuk hampir setiap hari.

“Dari data yang kami kumpulkan, ada 23 motor hilang antara 10 sampai 30 Oktober. Mulai tanggal 18, hampir tiap hari ada korban baru,” ujarnya kepada Jurnalis Tribun Jambi.

Pola Pencurian Sistematis

Bram menyebut pelaku tampak memahami kondisi lingkungan. Pola serangan mereka teratur.

"Itu dimulai dari pinggir perumahan, lalu bergerak ke tengah, dan terakhir ke area dekat kampus. Selain itu, waktu kejadian juga cenderung sama. Rata-rata pelaku beraksi antara pukul 02.45-04.00 dini hari. Itu yang terlihat dari CCTV yang masih aktif," katanya.

Rekaman yang dikumpulkan korban menunjukkan ciri pelaku hampir serupa. 

Pelaku mengenakan jaket, masker, dan celana pendek. 

Diduga kuat mereka bukan pelaku tunggal, melainkan kelompok kecil yang bekerja bergantian.

Terkait CCTV yang mati mendadak, Bram menyebut hal itu terjadi di beberapa rumah.

"Di dua sampai tiga titik, CCTV mati tepat saat aksi berlangsung, lalu hidup lagi setelahnya. Kami curiga ada yang sengaja memutus sistem keamanan," jelasnya.

Para pelaku diduga melarikan diri melalui dua akses: jalan raya depan Mendalo Indah atau jalan alternatif di belakang kompleks, yang memudahkan mereka menghilang. 

Dua Daerah Paling Rawan

Dua desa di dekat kampus Unjda dan UIN STS Jambi merupakan daerah paling rawan curanmor.

Kapolsek Jaluko, Iptu Yohanes Chandra, mengungkapkan fakta-fakta lapangan sekaligus langkah penanganan yang telah dan sedang dilakukan jajaran polisi.

Chandra menyebut wilayah paling rawan adalah Desa Mendalo Indah dan Mendalo Darat. 

Pihaknya setiap malam melaksanakan patroli bersama personel Sabhara Polresta, dipimpin seorang perwira, mulai pukul 01.00 hingga pukul 05.00 WIB. Karena keterbatasan personel, patroli dilakukan bergantian antar desa.

“Dua desa itu yang paling sering jadi sasaran. Setiap malam kami lakukan patroli dibantu Sabhara,” ujarnya.

Mayoritas korban pencurian adalah mahasiswa yang tinggal di kos-kosan sekitar kampus. 

Banyak motor yang ditinggalkan di luar rumah tanpa kunci ganda, bahkan ada yang masih menempelkan kunci pada motornya. 

Beberapa kasus juga disertai pencurian laptop atau ponsel jika pelaku mendapati penghuni tertidur dan pintu tidak terkunci. 

Motor-motor matic seperti Yamaha NMAX, Honda Beat, dan Honda Vario menjadi incaran utama karena mudah dijual di pasar gelap.

Pelaku Banyak dari Luar Jambi

Selama 11 bulan menjabat, Iptu Chandra mencatat sudah puluhan laporan masuk ke Polsek Jaluko. 

Sejauh ini, delapan unit motor berhasil diamankan hasil kolaborasi Polsek Jaluko dengan Polda, Polsek Kota Baru, Polsek Jelutung, serta Polres Muaro Jambi. 

Penadah asal Musi Rawas turut ditangkap. Dua tersangka pencuri sudah ditahan, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran. 

“Para pelaku ini sebagian besar dari luar Jambi, dari Sumatera Selatan. Mereka menjadikan pencurian motor sebagai mata pencaharian,” ungkapnya.

Modus para pelaku berubah-ubah. Ada yang langsung membawa motor ke luar daerah menggunakan joki, ada yang menitipkan motor hasil curian di semak-semak sebelum dijemput mobil. 

Polsek Jaluko bahkan pernah menemukan motor KLX yang disembunyikan pelaku di semak-semak sebelum rencananya diangkut oleh penadah.

Polsek Jaluko juga membangun kolaborasi dengan kepala desa, kepala dusun, 

dan pemuda setempat untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan. 

Polisi memasang spanduk peringatan, menyambangi kos dan kontrakan rawan, serta memberikan imbauan. 

Pihaknya juga dibantu tim IT dalam pengungkapan beberapa kasus, meski mekanismenya tidak dapat dipublikasikan. Ia memastikan sejauh ini belum ada laporan pencurian motor di area kampus atau rumah ibadah.

Iptu Chandra mengimbau mahasiswa yang tinggal di wilayah Mendalo Indah dan Mendalo Darat untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Dia meminta mahasiswa menggunakan kunci ganda, menyimpan motor di tempat aman, serta tidak meninggalkan kunci menempel. 

"Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan kepada kami. Ini tugas kami melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, tapi dukungan masyarakat sangat penting," tegasnya.

Upaya pengejaran terhadap tersangka lain masih dilakukan. Kapolsek Jaluko berharap dukungan masyarakat dapat mempercepat pengungkapan seluruh jaringan pencurian motor di wilayah tersebut. (Tribun Jambi/Rifani Halim/Asto)

 
Curanmor di Mendalo:
  • Lokasi rawan: Desa Mendalo Indah dan Mendalo Darat
  • Karakter lokasi: Daerah indekos mahasiswa Unja dan UIN STS Jambi
  • Jumlah kasus: Puluhan pencurian motor
  • Motor yang diincar: Dominan matic seperti Yamaha NMAX, Honda Beat, dan Honda Vario, dll
  • Penyebab: Mudah dijual di pasar gelap
 
Cara Mencuri Motor:
  • Beraksi kebanyakan saat dini hari
  • Akalin CCTV
  • Angkat motor yang dikunci ke luar kos (titik aman)
  • Buka kunci setang di luar
  • Bawa kabur

Posting Komentar untuk "Hari Nahas Rahman,Mendalo Muaro Jambi Sasaran Pelaku Curanmor"