Mahasiswa Unsil Prodi Pendidikan Masyarakat Edukasi Pengelolaan Sampah dan Pelatihan Eco Enzym di Bungursari

KABAR TASIKMALAYA - Program Aksi Sampah Bersih Dikelola Aktif dan Inovatif (Tunas Berdikari) yang diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Siliwangi (UNSIL) Prodi Pendidikan Masyarakat resmi dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025 di RT 02 RW 03 Kp. Leuwimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Program ini berfokus pada peningkatan kesadaran warga mengenai pengelolaan sampah serta pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan eco enzyme dari limbah dapur. Kegiatan dihadiri oleh 45 peserta yang merupakan warga setempat, ibu rumah tangga, remaja, serta tokoh masyarakat yang turut memberikan dukungan penuh.

Pelaksanaan program dilakukan secara tatap muka dan dibuka dengan sesi sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah, dampak sampah terhadap lingkungan, serta strategi pengurangan sampah rumah tangga.

Pelaksanaan program berjalan semarak dan penuh antusias. Peserta mendapatkan materi mengenai konsep Eco enzyme, manfaat lingkungan dan kesehatan, serta pelatihan langsung teknik fermentasi, menunjukkan hasil pembelajaran yang signifikan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wahana edukasi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kesadaran, kreativitas, dan keberanian masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri di rumah.

Setelah sesi edukasi, peserta diperkenalkan pada konsep eco enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta potensi penerapan di rumah. Ibu Deviani Badruddin selaku pemateri dan pemilik rumah eco enzyme dan kompos tasikmalaya , menjelaskan tahapan pembuatan eco enzyme mulai dari pemilihan limbah organik, komposisi bahan, proses fermentasi, hingga penyimpanan. Warga diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan pembuatan eco enzyme menggunakan bahan yang telah disiapkan.

Pada sesi utama, peserta mempraktikkan pembuatan Eco-enzyme menggunakan kulit buah seperti pisang, pepaya, jeruk, alpukat, mangga, semangka, dan kulit buah naga, yang difermentasi dengan gula aren/molase dan air.

Fasilitator memandu setiap tahapan pembuatan sesuai perbandingan 1:3:10, hingga proses fermentasi yang berlangsung selama 100 hari. Peserta terlihat aktif, saling berdiskusi, dan mencoba langsung proses pencampuran bahan.

Selain pelatihan teknis, kegiatan juga dimeriahkan dengan sesi detoks rendam kaki menggunakan Eco enzyme. Peserta merasakan langsung manfaat relaksasi yang ditimbulkan oleh larutan fermentasi tersebut.

Beberapa di antara mereka memberikan testimoni positif, seperti tubuh terasa lebih hangat, rileks, dan segar, serta aroma Eco enzyme yang dinilai menenangkan. Sesi ini menjadi bentuk pengalaman nyata dari manfaat medis dan terapeutik Eco enzyme.

Tahapan terakhir adalah pelaksanaan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.

Hampir seluruh peserta menilai kemampuan mereka dalam mengelola sampah organik meningkat dari kategori “Baik” hingga “Sangat Baik”. Demikian pula keyakinan peserta terhadap efektivitas Eco enzyme sebagai solusi pengurangan limbah organik rumah tangga, serta kemudahan dalam mengikuti langkah pembuatannya.

Tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan apresiasi terhadap terlaksananya program ini. Mereka menilai bahwa pelatihan Eco enzyme memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar. “Program ini bukan hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengatasi masalah sampah. Peserta menunjukkan perubahan sikap dan pemahaman yang luar biasa,” ujarnya.

Pengurus lingkungan dan warga setempat menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan karena membantu memperkuat budaya peduli lingkungan dan kemandirian masyarakat dalam mengolah sampah. Program ini dianggap sukses dalam membuka wawasan baru bahwa sampah organik memiliki nilai guna tinggi apabila dikelola dengan baik.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi resmi kegiatan. Warga berharap program serupa dapat diadakan kembali untuk meningkatkan keberlanjutan pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.***

Posting Komentar untuk "Mahasiswa Unsil Prodi Pendidikan Masyarakat Edukasi Pengelolaan Sampah dan Pelatihan Eco Enzym di Bungursari"