Kepemilikan Glencore International Investment di Harita Nickel (NCKL) susut 18,28 juta saham

menggapaiasa.com, JAKARTA – Perusahaan investasi milik korporasi global, Glencore International Investment Ltd. melepas sebagian kepemilikan saham di PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) pada awal tahun ini.
Berdasarkan data kepemilikan saham yang dilaporkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan saham NCKL oleh Glencore International Investment mengalami perubahan pada 2, 5, dan 6 Januari 2026.
Pada 2 Januari 2026, kepemilikan Glencore di NCKL berkurang 3.281.900 menjadai 4.534.708.000 saham atau setara dengan 7,19%.
Selanjutnya, kepemilikan saham NCKL oleh Glencore menyusut pada 5 Januari 2026 sebanyak 5 juta saham dan pada 6 Januari 2026 sebesar 10 juta saham. Dengan demikian, kepemilikan saham Glencore di NCKL secara akumulasi menyusut 18,28 juta saham.
Alhasil, jumlah saham NCKL yang dimiliki oleh Glencore International Investment mengalami perubahan menjadi 4.526.426.100 saham atau setara dengan 7,17%.
Perusahaan investasi itu bermarkas di Hanover Square, London, Inggris. Adapun, rekening efek yang ditunjuk Glencore International Investment untuk menggenggam saham NCKL adalah Citibank, N. A.
Di lantai bursa, saham NCKL ditutup jeblok 6,79% ke level Rp1.305 pada akhir perdagangan Kamis (8/1/2026). Saham Harita Nickel itu mengakhiri reli setelah menanjak dari harga penutupan 2025 Rp1.125 ke posisi Rp1.400 pada 7 Januari 2026.
Gerak dinamis saham NCKL itu tak terlepas dari sentimen harga nikel di pasar global yang sempat menyentuh posisi US$17.000 per ton.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama menyampaikan bahwa normalisasi pasokan menjadi faktor utama yang menopang pergerakan harga nikel saat ini.
Kendati fundamental mendukung, Nafan memandang bahwa kenaikan harga saham emiten nikel, seperti NCKL sebagian besar sudah tecermin dalam harga pasar saat ini atau priced-in.
Menurutnya, pelaku pasar perlu mencermati indikator teknikal, mengingat lonjakan tajam dalam waktu singkat berisiko membawa saham-saham nikel ke area jenuh beli atau overbought.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. menggapaiasa.comtidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Komentar
Posting Komentar