Kejar musim kemarau, Pemkab Batang gaspol infrastruktur lewat lelang dini 2026
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260201_Endro-Suryono.jpg)
menggapaiasa.com. BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang tancap gas menggeber pembangunan infrastruktur sejak awal 2026.
Melalui skema lelang dini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang menargetkan pekerjaan fisik bisa dimulai lebih cepat agar tak terganjal musim hujan dan refocusing anggaran.
Tiga proyek strategis langsung dipasang sebagai 'starter' percepatan pembangunan.
Ketiganya adalah pembangunan Jembatan Belo, Gedung Satpol PP, serta jogging track di kawasan GOR Sarengat.
Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, menegaskan kebijakan lelang dini menjadi kunci agar proyek tidak menumpuk di akhir tahun.
“Lelang dini sudah mulai berjalan. Salah satunya Jembatan Belo,” kata Endro kepada Tribunjateng, Minggu (1/2/2026).
Jembatan Belo menjadi proyek paling krusial karena menyangkut konektivitas dan aktivitas warga.
Meski sempat terkendala teknis hingga harus dilelang ulang, Endro memastikan proyek tersebut tetap menjadi prioritas utama.
“Memang kemarin informasinya Jembatan Belo lelang ulang, tapi tetap kami dorong,” ujarnya.
Selain itu, DPUPR juga memprioritaskan pembangunan Gedung Satpol PP sebagai penunjang penegakan ketertiban dan pelayanan publik.
Proyek ini dirancang empat lantai, namun pada 2026 ditargetkan fungsional hingga lantai dua.
“Tahun ini kami bangun sampai lantai dua dulu. Sisanya menyesuaikan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan jogging track GOR Sarengat disiapkan sebagai ruang publik sekaligus fasilitas olahraga masyarakat.
Proyek ini diharapkan memperkuat fungsi kawasan GOR sebagai pusat aktivitas warga.
“Tiga itu yang menjadi proyek strategis DPUPR,” tegasnya.
DPUPR Batang membidik April 2026 seluruh proyek fisik sudah mengantongi Surat Perintah Kerja (SPK).
Dengan target tersebut, Endro berharap periode Mei hingga September bisa dimaksimalkan untuk pengerjaan di lapangan.
“Harapannya Mei sampai September sudah clear dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini, tahapan perencanaan masih dikebut.
Sekiranya 20 paket perencanaan telah tayang di LPSE, sementara paket fisik diperkirakan mulai masif dilelang pada Februari hingga Maret 2026.
“Pengairan bahkan sudah lebih dulu, ada 17 paket yang tayang,” ucapnya.
Dari sisi anggaran, Jembatan Belo dipatok sekiranya Rp 9 miliar, jogging track GOR Sarengat sekiranya Rp 3,7 miliar, dan Gedung Satpol PP sekiranya Rp 4,77 miliar.
Meski masih menunggu kepastian kebijakan refocusing anggaran, Endro memastikan percepatan tetap dilakukan agar pembangunan tidak tersendat.
Dia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada satu sektor.
“Pengairan, jalan, sanitasi, dan tata ruang harus berjalan beriringan.
Sinergi ini penting supaya manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Dengan strategi lelang dini, DPUPR Batang optimistis roda pembangunan infrastruktur 2026 bisa berputar lebih cepat dan lebih efektif. (Ito)
Komentar
Posting Komentar