Halte bus rapid transit Bandung mulai dibangun tahun ini

KEPALA Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, Pemerintah Kota Bandung akan memulai pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT) tahun ini. Pembangunan yang dilakukan meliputi tahap pengerjaan fisik terutama pada jalur khusus atau on corridor yang akan berdampak pada kondisi lalu lintas di pusat Kota Bandung.

Menurut dia, rute BRT Kota Bandung rencananya mencapai 20. Saat ini baru dua rute yang beroperasi, sisanya 18 rute BRT yang akan dijalankan. Dari 18 rute terdapat sekitar 21 kilometer jalur on corridor atau jalur khusus BRT yang akan dibangun di sejumlah uras jalan utama di Kota Bandung.

“Dari 18 itu ada 21 km yang on corridor atau jalur khusus. Seperti di Jakarta, jadi ada khusus lajurnya," kata Rasdian, dikutip dari siaran pers pemerintah Kota Bandung, Sabtu, 31 Januari 2026.

Dia mengatakan, pengerjaan jalur BRT on corridor tersebut mencakup halte dan separator fisik yang pengerjaannya direncanakan dimulai pada Februari. Pengerjaan fisik tersebut masih menunggu proses kontrak dari Kementerian Perhubungan rampung.

“Yang on corridor progress belum kontrak. Rencana katanya kontraknya bulan Februari ini. Yang on corridor halte maupun yang untuk separator-nya itu Februari ini," kata Rasdian.

Sejumlah ruas jalan di pusat kota akan digunakan sebagai rute BRT on corridor. Di antaranya Jalan Sudirman, Rajawali, Pasir Koja, Otista, Dewi Sartika, Banceuy, Naripan, Ahmad Yani, hingga Jalan Jakarta.

Rasdian mengatakan, pembangunan BRT on corridor tersebut diperkirakan memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik di pusat Kota Bandung. “Hal yang perlu antisipasi nanti pasti dari situ adanya pembuatan on koridor sama halte itu pasti akan berdampak kepada kemacetan," kata dia.

Menurut Rasdian, untuk mengantisipasi kemacetan sudah disiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya dengan menyiagakan petugas di lapangan serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengaturan lalu lintas.

“Memang paling harus banyak petugas kita ditempatkan nanti. Banyak petugas dan kita harus koordinasi dengan kepolisian untuk rekayasa lalu lintas seperti apa," kata dia.

Rasdian mengatakan, Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan sistem Intelligent Traffic System (ITS) berbasis AI pada lampu lalu lintas untuk mengurangi tingkat kemacetan saat pembangunan berlangsung. “Lampu merah AI itu untuk penanganan macet. Sudah uji coba dari tahun kemarin. Artinya otomatis kala antrean kendaraannya panjang lampunya bisa otomatis dihijaukan," kata dia.

Menurut dia, Dinas Perhubungan Kota Bandung juga akan menggelar FGD khusus membahas skema jangka pendek, menengah, dan panjang untuk menghadapi dampak pembangunan BRT. “Bulan Februari ini saya akan melaksanakan FGD di Forum Lalu Lintas. Antisipasi jangka pendeknya seperti apa, jangka menengahnya seperti apa, jangka panjangnya dengan adanya pembangunan ini secara komprehensif," kata dia.

Posting Komentar untuk "Halte bus rapid transit Bandung mulai dibangun tahun ini"