Featured Post

350 jiwa mengungsi akibat banjir di Jakarta Utara

SEBANYAK 350 jiwa mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah Jakarta Utara hingga Ahad, 1 Februari 2026 pukul 06.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat, 30 Januari 2026. Banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan sejumlah sungai.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta Mohamad Yohan mencatat pengungsian terpusat di Kelurahan Marunda, Jakarta Utara, dan mengungsi di dua lokasi.

“Masjid Nurul Jannah yang menampung 50 kepala keluarga (KK) atau 125 jiwa, serta SD Robiatul Adawiyah yang menampung 62 KK atau 225 jiwa,” kata dia dalam keterangan resmi, Ahad, 1 Februari 2026.

Peningkatan debit air terpantau sejak Jumat dini hari. Pos Angke Hulu berstatus Waspada atau Siaga 3 pada Jumat pukul 04.00 WIB. Kenaikan muka air di pos tersebut turut memicu genangan di sejumlah wilayah.

Saat ini banjir merendam 9 rukun tetangga (RT) dan satu ruas jalan di dua wilayah administrasi. Di Jakarta Utara, banjir terjadi di 7 RT yang tersebar di Kelurahan Marunda sebanyak 6 RT dan Kapuk Muara 1 RT, dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter. Banjir dipicu curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Nagrak.

Sementara itu, di Jakarta Barat banjir merendam 2 RT di Kelurahan Tegal Alur dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Genangan di wilayah tersebut disebabkan curah hujan tinggi disertai luapan Kali Semongol.

Selain permukiman, banjir juga menggenangi satu ruas jalan, yakni Jalan Kamal Raya di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, dengan ketinggian air sekitar 15 sentimeter.

BPBD Jakarta mengerahkan personel memantau kondisi genangan serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran berfungsi.

Komentar