Pelajar di Nabire Lestarikan Budaya Papua Lewat Lomba Yospan

Laporan Waetawan Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengikutiLomba Yosim Pancar (Yospan) tingkat SMP dan SMA.
Lomba berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Selasa (26/8/2025).
Lomba ini diikuti oleh 21 tim dengan total 260 peserta, sebagai wujud nyata pelestarian budaya tradisional Papua.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nabire, Martina Deba, menekankan bahwa seni Yospan memiliki makna mendalam.
Menurutnya, tarian ini melambangkan persahabatan, kebersamaan, dan identitas masyarakat Papua.
"Kami berharap Yospan terus hidup dan dikenal oleh generasi muda sebagai media ekspresi dan kreativitas," kata Martina.
Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, menambahkan bahwa Yospan bukan sekadar tarian, melainkan cerminan jati diri, persatuan, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.
Ia mengapresiasi semangat para peserta dan berpesan agar mereka tampil maksimal.
"Kepada para peserta semua harus ingat bahwa menang atau kalah bukanlah hal utama, melainkan pengalaman berharga yang didapat," ucap Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, ajang ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri, kedisiplinan, dan kreativitas pada generasi muda.
"Saya berharap melalui kegiatan ini, akan lahir generasi yang tangguh dan mencintai budayanya," tandasnya. (*)
Posting Komentar untuk "Pelajar di Nabire Lestarikan Budaya Papua Lewat Lomba Yospan"
Posting Komentar