Featured Post

Abu Obeida Diduga Tewas Diserang IDF, Hamas Belum Beri Konfirmasi Resmi

menggapaiasa.com– Kabar kematian juru bicara sayap militer Hamas, Abu Obeida, kembali mencuat setelah laporan dari saluran Al Arabiya menyebut ia tewas dalam serangan Israel di Kota Gaza.

Dilansir dari laman The Jerusalem Post pada Minggu (31/8), serangan tersebut menargetkan apartemen tempat Obeida berada bersama sejumlah orang lain. Laporan itu menyatakan Obeida tewas bersama semua yang berada di lokasi kejadian.

Diketahui bahwa keluarga Obeida dan para pemimpin Brigade Qassam telah mengonfirmasi kabar kematiannya.

Namun, hingga kini, otoritas resmi Hamas belum merilis pernyataan publik yang secara langsung menegaskan hal tersebut. Situasi itu menimbulkan keraguan mengenai keabsahan laporan kematian tersebut.

Militer Israel (IDF) bersama badan keamanan Shin Bet sebelumnya mengumumkan telah melakukan serangan yang menargetkan seorang tokoh senior Hamas di Kota Gaza.

Pernyataan resmi tersebut tidak secara gamblang menyebut nama Abu Obeida, meski sejumlah pejabat Israel optimistis bahwa Obeida adalah target yang berhasil dilumpuhkan.

Dalam keterangannya, IDF menegaskan bahwa sebelum melakukan serangan, mereka telah mengambil langkah untuk meminimalisasi korban sipil.

Upaya itu mencakup penggunaan amunisi presisi, pemantauan udara, serta dukungan intelijen lapangan. Meski demikian, laporan independen mengenai jumlah korban sipil masih belum tersedia.

Obeida dikenal sebagai juru bicara utama Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas. Ia kerap tampil dalam pernyataan publik terkait ancaman maupun klaim operasi perlawanan terhadap Israel. Dalam beberapa kesempatan, ia juga menyampaikan sikap Hamas terkait keberadaan sandera Israel di Gaza.

Hanya sehari sebelum laporan kematiannya, Obeida menyatakan bahwa para sandera Israel berada di lokasi konfrontasi bersama pejuang Hamas.

Obieida juga menyebut kondisi mereka berada dalam bahaya yang sama dengan para pejuang di garis depan. Hamas mengklaim berusaha menyelamatkan nyawa para tawanan sejauh kemampuan mereka.

Namun, kabar mengenai kematian Obeida masih menimbulkan tanda tanya besar. Pihak Israel meyakini operasi mereka telah berhasil, sementara Hamas belum mengeluarkan pernyataan resmi. Situasi ini menambah ketegangan di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza. (*)

Komentar