Nasib konsesi 28 perusahaan Sumatra, bakal dikelola Agrinas?

menggapaiasa.com, JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan tidak mengelola seluruh lahan sitaan hasil penertiban kawasan hutan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Kepala Divisi Komunikasi dan Kelembagaan Agrinas Palma Renaldi Zein mengatakan, lahan yang telah dikelola oleh Agrinas Palma pada prinsipnya merupakan lahan yang sudah berstatus inkrah, yakni telah melalui proses persidangan dan mendapatkan putusan hukum tetap. 

“Tidak semua lahan yang disita oleh Satgas PKH diserahkan kepada Agrinas Palma. Sejak awal, tanggung jawab kami adalah mengelola lahan hasil penertiban yang memiliki nilai ekonomi agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).

Sebelumnya, berdasarkan hasil audit Satgas PKH buntut bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pemerintah telah mencabut izin 28 perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan, perkebunan hingga pertambangan di wilayah tersebut.

Adapun, Satgas PKH dalam setahun terakhir telah berhasil menertibkan dan menguasai kembali kawasan hutan seluas 4,09 juta hektare yang sebelumnya digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit di dalam kawasan hutan.

Dari total luasan tersebut, sekitar 900.000 hektare dikembalikan fungsinya sebagai hutan konservasi guna menjaga keanekaragaman hayati.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Tesso Nilo di Provinsi Riau, dengan luas area yang berhasil ditertibkan mencapai 81.793 hektare.

Lebih lanjut, dia mengatakan, lahan yang memang berstatus kawasan hutan, seperti yang berada di Tesso Nilo, tidak menjadi ranah Agrinas Palma. Lahan tersebut dikembalikan ke fungsi semula sebagai kawasan hutan atau taman nasional dan saat ini prosesnya masih berjalan.

Untuk diketahui, Agrinas Palma Nusantara dibentuk melalui penugasan negara untuk mengelola lahan hasil penertiban kawasan hutan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Mandat tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan optimalisasi nilai ekonomi lahan sitaan secara tertib dan sesuai regulasi.

Sejak beroperasi pada 16 Januari 2025, saat ini total lahan sawit yang dikelola Agrinas Palma mencapai sekitar 1,7 juta hektare, dengan luasan tanaman sekitar 774.000 hektare.

Alhasil, Agrinas Palma berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun dengan laba bersih Rp1,6 triliun sepanjang 2025. Perseroan. juga telah menyumbang kepada kas negara sebesar Rp530 miliar, serta menempatkan dana deposito sebesar Rp1 triliun.

Posting Komentar untuk "Nasib konsesi 28 perusahaan Sumatra, bakal dikelola Agrinas?"