Mooring buoy dipasang di perairan Fam Raja Ampat, Gubernur Elisa: Kalau alam rusak, semua hilang
Ringkasan Berita:
- Mooring buoy dipasang di Area VI Perairan Kepulauan Fam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Raja Ampat, Papua Barat Daya.
- Pemasangan alat juga bertujuan melindungi terumbu karang dari kerusakan akibat jangkar kapal.
- Gubernur Papua Barat Daya menyebut perlu regulasi jelas agar pengelolaan kawasan konservasi memberi manfaat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
- Seluruh elemen diimbau menjaga alam perairan, khususnya Raja Ampat yang dikenal dunia sebagai pusat keanekaragaman hayati laut.
menggapaiasa.com, WAISAI- Mooring buoy (pelampung terapung yang berfungsi sebagai titik tambat aman bagi kapal di laut) dipasang di Area VI Perairan Kepulauan Fam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengatakan, pemasangan peralatan ini juga bertujuan melindungi terumbu karang dari kerusakan akibat jangkar kapal.
Menurutnya, perlu regulasi jelas agar pengelolaan kawasan konservasi memberi manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
"Prioritas pertama alam, kedua masyarakat, dan ketiga pemerintah. Kalau alam rusak, semua akan hilang," ucapnya di lokasi pemasangan mooring buoy, Rabu (21/1/2026).
Mantan Bupati Asmat ini mengingatkan mengenai praktik penangkapan ikan secara ilegal menggunakan bom karena dapat merusak ekosistem.
Seluruh elemen harus menjaga alam perairan, khususnya Raja Ampat yang dikenal dunia sebagai pusat keanekaragaman hayati laut.
Banyak orang datang dari berbagai negara dengan biaya besar hanya buat menikmati keindahan alamnya.
"Kita yang punya harus paling bertanggung jawab menjaganya. Ini bukan milik kita, tetapi anugerah Tuhan untuk anak cucu," ujar Elisa Kambu.
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam mengatakan, masyarakat Raja Ampat sejak dahulu menjaga laut, pulau, dan gunung warisan leluhur.
Pelestarian lingkungan juga harus berjalan seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kalau kami hanya jaga tapi tidak makan, itu juga tidak adil. Oleh karena itu, pengelolaan harus adil antara menjaga alam dan meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.
Orideko menambahkan, pemasangan mooring buoy bertujuan menghentikan kebiasaan kapal membuang jangkar sembarangan yang merusak terumbu karang.
Ke depan, pemerintah daerah akan melengkapi kawasan dengan rambu-rambu lalu lintas laut dan jalur pelayaran yang jelas.
Regulasi kampung serta skema pengelolaan bersama melalui BUMDes atau koperasi juga disiapkan agar pendapatan wisata dapat dikelola secara transparan dan adil.
"Kalau sudah atur diri sendiri, baru bisa atur orang luar. Jangan sampai merusak apa yang sudah dijaga turun-temurun," ucap Orideko. (menggapaiasa.com/taufik nuhuyanan)
Posting Komentar untuk "Mooring buoy dipasang di perairan Fam Raja Ampat, Gubernur Elisa: Kalau alam rusak, semua hilang"
Posting Komentar