Ketua BPD Pangkalan dukung program ketahanan pangan BUMDes berbasis budidaya ikan nila
menggapaiasa.com — Upaya penguatan ketahanan pangan berbasis desa terus digencarkan di berbagai wilayah, salah satunya di Kabupaten Indramayu. Melalui pemanfaatan potensi lokal sektor perikanan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Abadi Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang, meluncurkan program unggulan di bidang perikanan tambak yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Program ketahanan pangan yang dikembangkan BUMDes Sejahtera Abadi ini berfokus pada usaha pemijahan atau pembibitan ikan nila serta budidaya pembesaran ikan nila.
Inisiatif tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat mata pencaharian warga Desa Pangkalan yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor perikanan tambak.
Peluncuran program ini juga menjadi bagian dari strategi BUMDes dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam desa secara berkelanjutan.
Dengan kondisi geografis yang didukung lahan tambak produktif, Desa Pangkalan dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha perikanan air tawar, khususnya ikan nila yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pangkalan, Nursono, SE, menyatakan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes Sejahtera Abadi.
Menurutnya, program ini diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan usaha yang sejalan dengan mata pencaharian utama warga.
“Kami sangat mendukung program ketahanan pangan yang dijalankan oleh BUMDes. Usaha pemijahan atau pembibitan ikan nila ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Desa Pangkalan yang sebagian besar adalah petani tambak,” ujar Nursono. Minggu 11 Januari 2026
Ia menjelaskan, pada tahap awal BUMDes akan memfokuskan kegiatan pada pembibitan ikan nila. Selanjutnya, program akan dikembangkan ke tahap budidaya atau pembesaran ikan nila secara bertahap.
Dengan pola tersebut, diharapkan rantai produksi perikanan dapat berjalan secara terintegrasi, mulai dari penyediaan benih hingga panen.
Jika usaha pembibitan ini berhasil menghasilkan bibit ikan nila varietas unggul, Nursono menilai dampaknya akan sangat signifikan bagi produktivitas tambak-tambak yang ada di Desa Pangkalan.
Bibit unggul diyakini mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan, mempercepat masa panen, serta menghasilkan kualitas ikan yang lebih baik.
“Ketika petani tambak mendapatkan akses bibit unggul dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin, tentu produktivitas tambak akan meningkat. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Nursono menambahkan bahwa peningkatan pendapatan petani tambak akan berkorelasi positif dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Pangkalan secara keseluruhan.
Perputaran ekonomi desa pun diharapkan semakin kuat, seiring dengan berkembangnya unit usaha BUMDes yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Program ketahanan pangan berbasis perikanan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan desa.
Melalui peran aktif BUMDes, desa didorong tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang mampu mengelola potensi ekonominya sendiri.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, keberadaan program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda.
Dengan keterlibatan warga dalam proses pembibitan dan budidaya ikan nila, transfer pengetahuan dan keterampilan di bidang perikanan tambak juga dapat terus berkembang.
Ke depan, BUMDes Sejahtera Abadi Desa Pangkalan menargetkan program ketahanan pangan ini dapat menjadi model pengelolaan usaha desa yang produktif dan mandiri.
Dengan dukungan pemerintah desa, BPD, serta partisipasi aktif masyarakat, program budidaya ikan nila ini diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.***
Komentar
Posting Komentar